Selasa, 21 Mei 2019

Cek Semua Pesawat Apakah Layak Terbang?

Oleh: marsot
Sabtu, 15 Des 2018 04:22
BAGIKAN:
istimewa.
Lion Air.
KULON PROGO (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan mengintensifkan pemantaun dan pemeriksaan pesawat komersial yang digunakan untuk mengangkut penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kabupaten Kulon Progo, DIY, mengatakan pada libur Natal dan Tahun Baru 2019, yang ramai adalah jalur udara dan darat. Kalau udara, Kemenhub sudah rencanakan dengan baik. Operator maskapai perbangan menambah slot perbangan. Slot-slot yang diminta biasanya Medan, Pontianak, NTT, Bali, Ambon, dan Papua. "Agar penerbangan lancar, bandara-bandara yang kecil dilakukan saat malam, supaya perputaran pesawat lebih baik. Namun kami tetap konsisten pada keselamatan penumpang," kata Budi Karya.

Ia mengatakan Sabtu (15/12), rencananya jajaran Kemenhub akan melakukan remcek di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini, pesawat yang dicek baru sekitar 13 persen. "Dalam satu minggu ini, Kemenhub mentargetkan lebih 60 persen pesawat telah dilakukan pengecekan," katanya, Jumat 14 Desember 2018.

Lebih lanjut, Budi Karya mengatakan saat ini ada fenomena baru di jalur darat, karena ada Tol Jakarta-Surabaya. Itu membuat orang mencobanya, khususnya pada libur Natal dan Tahun Baru 2019. "Jarak tempuh yang dibutuhkan dari Jakarta-Surabaya hanya 10 jam dari sebelumnya 20 jam," katanya.

Selain itu, ia mengatakan pada libur Natal dan Tahun Baru 2019 nanti, ada titik-titik tertentu dan jam-jam tertentu, truk pengangkut barang tidak boleh beroperasi. Kontruksi juga dilakukan pembatasan.

"Kami harapkan bisa berjalan dengan baik. Kami mendengar ada rencana Presiden Joko Widodo akan mencoba Jakarta - Surabaya pada 20 Desember nanti. Temen-teman sudah mencoba jalur Jakarta-Surabaya, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 11 jam," katanya.

Budi Karya mengatakan dalam kunjungan ini, Kemenhub akan kerja sama dengan pemerintah-pemerintah daerah yang dilalui jalan tol Jakarta-Surabaya, mulai dari Pekalongan, Brebes, dan lainnya supaya turis-turis yang biasanya berkunjung tetap berkunjung.

"Harapannya tidak mengganggu kunjungan turis," katanya.

Terkait kelaikan armada pengangkut penumpang, Budi Karya mengatakan kelaikan kendaraan yang paling rentan adalah bus, khususnya bus pariwisata. Kemenhub baru melakukan remcek sekitar 30 persen.

"Pada saat libur-libur nasional, Kemenhub melakukan pengecekan 60 hingga 70 persen armada. Bus pariwisata itu tidak digunakan secara reguler, sehingga tiba-tiba beroperasi saja. Oleh karena itu, kami mengimbau warga beli tiket wisata harus hati-hati. Beli tiket bus yang sudah dilakukan pengecekan mulai dari ban, hingga remnya. Kalau belum dicek, jangan naik," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Langkat Renovasi Rumah Tak Layak Huni

    STABAT (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam kurun waktu dua tahun terakhir sudah merenovasi 335 rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni dengan menggunakan sumber d

  • satu bulan lalu

    Pemerintah Akan Bedah Ribuan Rumah Tak Layak Huni

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membedah sebanyak 1.200 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni melalui Program Bantuan Sti

  • 3 bulan lalu

    Membebaskan Pangkalpinang dari Rumah Tidak Layak

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota(Pemkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan pada 2020 terbebas dari keberadaan rumah tidak layak huni dalam rangka mewujudkan prog

  • 3 bulan lalu

    Beras Busuk Tak Layak untuk Pakan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Presidium Peternak Layer Nasional Ki Musbar Mesdi mengatakan beras busuk bukan merupakan pakan yang tepat untuk ternak ayam maupun unggas lainnya."Kami tidak mengenal beras

  • 4 bulan lalu

    Merehab Rumah Tak Layak Huni di Gunung Kidul

    GUNUNG KIDUL (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2019 akan merehab 628 unit rumah tidak layak huni yang dananya dari bantuan pemerintah pusat.Kepala Bidan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99