Jumat, 17 Jan 2020

Biaya Kargo Melonjak

Oleh: Jallus
Rabu, 06 Feb 2019 17:18
BAGIKAN:
istimewa.
Angkasa Pura II.
JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai tingginya tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang membuat kenaikan biaya kargo berdampak pada konsumen, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan maskapai udara telah beberapa kali menaikkan tarif kargo sejak 2018. Hingga Januari 2019, kenaikan tarif kargo tersebut sudah melebihi 300 persen.

"Berapa pun biaya kenaikan itu yang harus menanggung 'user'. User keberatan di saat sekarang ini UMKM tumbuh dan mulai menjual produknya ke market place. Sekarang mereka mengatakan beban sangat berat," kata Feriadi saat ditemui di Gedung Ali Wardhana Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

Ia menjelaskan salah satu maskapai udara, yakni Garuda Indonesia, bahkan sudah melakukan penyesuaian tarif kargo selama enam kali, yakni pada Juni, Oktober (dua kali) dan November 2018, serta pada Januari 2019 sebanyak dua kali. Persentase kenaikan total mencapai lebih dari 300 persen.

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asperindo umumnya melakukan pengiriman jasa menggunakan pesawat udara. Dengan adanya kenaikan biaya kargo ini, konsumen UMKM pun mengeluhkan ongkos kirim yang justru lebih mahal daripada harga produknya.

Selain itu, tenggat waktu antara pemberitahuan dan penerapan kenaikan tarif kargo ini dinilai sangat cepat karena para perusahaan penyedia jasa logistik ini umumnya memiliki pelanggan tidak hanya dari ritel, melainkan korporasi yang sudah terikat kontrak.

"Kalau bicara 'customer', basisnya ini kontrak korporat. Pada saat terjadi kenaikan, umumnya di dalam kontrak disebutkan harus ada pemberitahuan. Banyak teman-teman anggota yang melakukan kenaikan tahun lalu tiba-tiba tahun ini naik lagi. Ini sulit bagi kita," kata Feriadi.

Ia menambahkan bahwa Asperindo telah berkomunikasi dengan anggota perusahaan penyedia jasa logistik sejak November tahun lalu terkait kenaikan tarif kargo. Ia memastikan anggota Asperindo sudah menaikkan tarif pengiriman barang secara bervariasi sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.

Selain itu, anggota Asperindo juga didorong untuk mengalihkan pengiriman barang dari lewat udara menjadi jalur darat.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Penetrasi Internet Luar Biasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penetrasi internet di Indonesia berkembang dengan pesat, yaitu dari 25,37 persen pada 2016 menjadi 32,34 persen pada 2017."Hal ini dapat mend

  • tahun lalu

    Pengidap HIV/AIDS di Pamekasan Melonjak

    PAMERKASAN (EKSPOSnews): Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Ali Maksum menyatakan, pengidap human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/A

  • 2 tahun lalu

    Penjualan Pertalife Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) 1 area Sumatera bagian Utara mencatat pertumbuhan penjualan produk Pertalite meningkat cukup tajam sebesar 65 persen pad

  • 2 tahun lalu

    Kasus Perceraian di PN Bengkalis Melonjak

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tinggi dibandingkan tahun 2016."Sidang kasus perceraian me

  • 2 tahun lalu

    Pelanggan Data XL Melonjak

    DENPASAR (EKSPOSnews): PT XL Axiata Tbk. pada pergantian tahun 2017 ke 2018 pelayanan data mengalami peningkatan mencapai 160 persen lebih dibanding hari biasa."Jaringan data provider kami mengalami p

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99