Rabu, 20 Sep 2017

Waspadai Kampanye Hitam Minyak Sawit

Oleh: Marsot
Kamis, 15 Jun 2017 14:51
BAGIKAN:
istimewa
Perkebunan Sawit.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pihak perusahaan menyatakan masyarakat agar mewaspadai kampanye hitam dari pihak luar negeri yang berusaha melemahkan industri kelapa sawit yang perkembangannya cukup pesat dalam mendorong ekonomi rakyat di Indonesia, khususnya Aceh.

"Dalam perdagangan minyak nabati dunia, minyak kelapa sawit telah menggeser posisi minyak kedelai. Untuk itu kita harus wewaspadai kampanye hitam yang berusaha melemahkan industri sawit Indonesia," kata Manajer Humas PT Astra Agro Lestari Tbk. wilayah Aceh, Riduan Manik di Banda Aceh, Kamis 15 Juni 2017.

Industri kelapa sawit dari tahun ke tahun menjadi komoditi strategis Indonesia dengan memberi kontribusi besar bagi pendapatan negara yang pada tahun 2016 pemasukan devisa dari insdustri ini mencapai Rp250 triliun.

Dikatakan, bagi Indonesia sawit terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi daerah dengan menyediakan lapangan kerja.

"Ini berkah yang diberikan Allah SWT kepada bangsa kita, karena kelapa sawit hanya bisa tumbuh produktif di daerah khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia," tutur dia.

Riduan menegaskan, karena perannya yang begitu besar dalam mendorong perekonomian daerah, maka semua pihak perlu menjaga keberlangsungan industri sawit di daerah, termasuk juga memberi edukasi dan bantuan teknis budidaya kepada para petani kelapa sawit swadaya dalam upaya meningkatkan produktivitas tanamannya.

Menurut Riduan pada tahun 2016, dari total kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 162 juta ton, sebesar 39 persen disuplai dari minyak sawit, 33 persen minyak kedelai, 17 persen minyak rapeseed dan 10 persen minyak bunga matahari, sedangkan pada tahun 1980, kebutuhan minyak kedelai mencapai 55 persen.

"Data tersebut membuktikan tergerusnya minyak kedelai oleh minyak sawit," ujarnya.

Pada bagian lain, Riduan menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, anak perusahaan Astra Agro yakni PT Karya Tanah Subur (Kabupaten Aceh Barat), PT Perkebunan Lembah Bhakti (Aceh Singkil) dan PT Tunggal Perkasa Plantations-3 (Aceh Jaya) menjalankan program kemitraan serta implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di empat bidang; ekonomi, pendidikan, lingkunag dan kesehatan.

Beberapa prestasi yang diraih PT KTS di antaranya memperoleh Proper Hijau 2016, zero accident (no kecelakaan kerja) tingkat provinsi 2016.

Sementara PT PBL di Aceh Singkil menggulirkan CSR berupa tapak sekolah SMPN3 Singkut seluas 1 hektare, sedangkan PT TPP3 Aceh Jaya menggulirkan program CSR pendampingan CRU Sampoinet selama tiga tahun.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan ekspor minyak sawit Indonesia semester pertama 2017 meningkat 25 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.Melal

  • 4 bulan lalu

    Ekspor Minyak Sawit Melonjak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan ekspor minyak sawit Indonesia terdiri CPO dan turunannya selama kuartal atau catur wulan pertama 2017 mencapai 10,

  • 8 bulan lalu

    Program B20 Serap Minyak Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Program B20 biodiesel yang dilaksanakan melalui Kementerian ESDM sebagai solusi energi terbarukan tersebut telah menyerap 2,7 juta kiloliter (KL) biodiesel sawit sepanjang 201

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak