Rabu, 24 Jul 2019

Warga Minta Kebun Plasma dari Agri Andalas

Oleh: marsot
Kamis, 04 Apr 2019 18:34
BAGIKAN:
istimewa.
Kebun sawit.
BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah warga Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu meminta perusahaaan perkebunan kelapa sawit PT Agri Andalas untuk merealisasikan kewajiban menyediakan kebun plasma seluas 20 persen dari total luas hak guna usaha perkebunan yang dikelola.

“Kami sudah menuntut kebun plasma sejak tahun 2000 tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan,” kata Rinto Kuswoyo salah seorang perwakilan warga usai mengikuti rapat koordinasi dengan tema “Fasilitasi Penanganan Gangguan Usaha Perkebunan (Bedah Kasus 2019) di Bengkulu, Kamis 4 April 2019.

Ia menambahkan permintaan kebun plasma dari warga sangat beralasan sebab hampir 80 persen wilayah desa sudah masuk dalam HGU PT Agri Andalas yang mulai masuk ke wilayah mereka pada 1989.

Dalam kegiatan yang difasilitasi Dinas Tanaman Pangan, Horikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu itu perwakilan masyarakat Desa Pasar Ngalam lewat Forum Pemohon Plasma PT Agri Andalas, Razik mengatakan sudah mengupayakan tuntutan warga selama belasan tahun ini.

Upaya terakhir dilakukan warga dengan bersurat ke Presiden Joko Widodo yang dilayangkan pada 20 Desember 2018 yang intinya meminta hak atas kebun plasma untuk wilayah desa mereka.

Apalagi, ujarnya saat ini lahan desa sangat terbatas sehingga perangkat desa kesulitan melakukan pengembangan fasilitasi pelayanan masyarakat.

“Seperti tanah pemakaman itu sudah sempit, sementara untuk diperluas tidak ada lagi lahan kosong,” ucapnya.

Surat yang ditujukan ke presiden itu telah dibalas oleh Dirjen Perkebunan pada 1 Februari 2019 yang intinya meminta Dinas Perkebunan Kabupaten Seluma memfasilitasi tuntutan warga dengan memediasi antara perusahaan dan warga.

Namun, hingga saat ini, kata Razik upaya fasilitasi antara warga dengan perusahaan PT Agri Andalas belum pernah dilakukan oleh Dinas Perkebunan Seluma.

Aspirasi itu pun kembali diungkapkan warga dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Polda Bengkulu, Badan Pertanahan Nasional dan Dinas Perkebunan provinsi dan kabupaten/kota tersebut.

Pada akhir pertemuan, petani diminta menandatangani isi kesepakatan dimana salah satu poinnya adalah bahwa sesuai Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang/BPN RI no.7 tahun 2017 tentang Penetapan Hak Guna Usaha, pelaksanaan memfasilitasi pembangunan kebun plasma seluas 20 persen dari luas HGU dapat dilakukan pada saat permohonan HGU atau pada saat perpanjangan jangka waktu HGU.

“Kami menolak menandatangani karena saat ditanya kapan HGU berakhir tidak ada yang bisa menjawab,” kata Razik.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Warga Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih

    GUNUNG KIDUL (EKSPOSnews): Sebanyak 100 ribu jiwa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami krisis air bersih akibat anomali cuaca yang sangat para

  • 4 minggu lalu

    Membangun Rusunawa untuk Warga Bantaran Sungai

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemkot) Medan berencana merevitalisasi pemukiman warga daerah aliran sungai (DAS) dengan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Namun, untuk merealisasik

  • satu bulan lalu

    2 Warga Malaysia Dibekuk karena Bawa Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MJ alias Gordon dan AT alias Jack serta satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DW ditangkap atas dugaan penyelun

  • 2 bulan lalu

    Warga Miskin di Aceh Barat Sudah Dapat Bantuan

    MEULABOH (EKSPOSnews): Sebanyak 11.723 warga miskin yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat hingga kini sudah menerima dana zakat, infak dan sedekah sebesar Rp8.211.500.000 yang dihimpun

  • 2 bulan lalu

    Bentrok Antarwarga, 87 Rumah Dibakar

    KENDARI (EKSPOSnews): Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto mengatakan warga yang kehilangan rumah karena terbakar akibat bentrok antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten But

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99