Senin, 11 Des 2017

Walhi Lapor 4 Perusahaan Perusak Lingkungan

Oleh: Jallus
Kamis, 07 Des 2017 17:55
BAGIKAN:
google earth.
Kawasan hutan yang rusak.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Provinsi Riau mendesak penanganan laporannya terkait empat perusahaan sawit yang diduga izinnya bermasalah dan melakukan aktivitas yang merusak lingkungan di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Pada 17 November 2017 Walhi melaporkan empat perusahaan di Indragiri Hilir atas dasar hasil rapat Komisi I dan II DPRD setempat. Itu terkait izin bermasalah, lingkungan, dan konflik dengan masyarakat," kata Anggota Walhi Riau, Devi Indriani di Pekanbaru, Kamis 7 Desember 2017.

Pihaknya melaporkan ke Kepolisian Daerah Riau dan Kantor Seksi Wilayah II Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera. Keempat perusahaan itu, PT Indogreen Jaya Abadi, PT Citra Palma Kencana, PT Setia Agrindo Mandiri, dan PT Indrawan Perkasa.

Devi mengatakan tiga nama terakhir merupakan afiliasi Grup First Resources yang menurutnya sudah sering melakukan pelanggaran. Luas lahan perusahaan itu secara berurutan masing-masing 17 ribu hektare, 4 ribu ha, 12 ribu ha, dan 2 ribu di Kabupaten Indragiri Hilir.

Tindak pidana yang disangkakan pada keempatnya yakni terkait Undang-Undang Perkebunan soal izin ilegal dan kebakaran lahan area perusahaan. Selain itu juga ada penyerobotan lahan dan menanam sawit di area gambut.

"Salah satu perusahaan ini bahkan 30 persen dari areal konsesinya berada di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari empat meter. Hal itu tidak serta Merta membuatnya sadar akan tanggungjawabnya dan itu tergambar dari riwayat kebakaran yang terjadi," ungkap Devi.

Ditambahkannya bahwa PT Indrawan Perkasa juga terindikasi kuat melakukan berbagai tugas tindak pidana penyerobotan lahan atau menduduki lahan tanpa izin di Kabupaten Indragiri Hilir. Pihaknya mengklaim juga sudah melampirkan bukti-bukti dalam laporan ke Polda Riau dan Gakkum KLHK.

Meski begitu, sampai saat ini laporan tersebut di Polda Riau, kata dia, belum juga dilakukan Berita Acara Pemeriksaan. Penyidik beralasan laporan itu masih di meja Kepala Polda Riau menunggu untuk didisposisi.

"Kami mempertanyakan komitmen Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang.Berarti ini belum ada komitmen terbukti dengan lambatnya penanganan," ujar dia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99