Rabu, 21 Nov 2018

Walhi Gugat Pemberian Izin Tambang Emas

Oleh: Jallus
Selasa, 16 Okt 2018 04:42
BAGIKAN:
google earth.
Tambang.
JAKARTA (EKSPOSnews): LSM Walhi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, atas penerbitan Surat Keputusan (SK) Badan Koordinasi Penanaman Modal yang memberikan izin usaha pertambangan (IUP) emas kepada PT Emas Mineral Murni di Aceh.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur di Jakarta, menyebutkan usaha pertambangan tersebut terletak di lahan seluas 10 hektare dengan hasil emas di dua kabupaten, yakni Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Lokasi tambang tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang di Kabupaten Nagan Raya serta Kecamatan Peugasing dan Kecamatan Cilala di Kabupaten Aceh Tengah.

Total lahan seluas 10 ribu ha tersebut terdiri atas APL sekitar 3.620 ha dan hutan lindung dan KEL seluas 6.380 ha.

Pihaknya mempertanyakan luas area izin pertambangan emas yang mencapai 10.000 ha. Padahal izin yang diberikan hanya 3.000 ha.

"AMDAL persetujuannya 3.000 ha, IUP-nya 10.000 ha," katanya, Senin 15 Oktober 2018.

Pihaknya pun mempertanyakan alasan pemerintah, dalam hal ini Kepala BKPM yang menerbitkan SK untuk PT EMM.

"Alasan gugatan adalah banyak aturan yang dilanggar pemerintah dalam hal ini Kepala BKPM," katanya.

Pihaknya menduga PT EMM ini melanggar beberapa prosedur dalam mendapatkan izin usaha tambang emas, diantaranya terdapat pelanggaran izin AMDAL.

Pasalnya berdasarkan surat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Aceh, dokumen AMDAL PT EMM yang berada di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah tidak ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

"Dokumen AMDAL tidak ditemukan di Dinas LHK," katanya.

Selain itu kawasan lokasi tambang merupakan kawasan rawan bencana longsor dan banjir bandang sehingga lokasi tersebut seharusnya tidak dijadikan area penambangan.

"Dua daerah ini rawan bencana, longsor dan banjir bandang," katanya.

Selain itu terdapat situs-situs sejarah berupa makam beberapa sosok ulama di wilayah tersebut.

Menurut dia, elemen masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang telah sepakat menolak PT EMM yang akan membuka lokasi tambang di wilayah tersebut dan menolak kelanjutan izin eksplorasi PT EMM.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Masyarakat Tolak Tambang Emas di Nagan Raya

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Tokoh masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Tgk Diwa Laksana menyatakan masyarakat setempat menolak eksploitasi tambang oleh PT Emas Mineral

  • 2 bulan lalu

    Walhi Tolak PLTA Batang Toru

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Walhi Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan empat alasan menolak mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, yang dinilai mengancam habi

  • 3 bulan lalu

    United Tractors Akuisisi Tambang Emas Martabe

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen Tambang Emas Martabe memastikan saham pemerintah lokal sebesar lima persen di perusahaan itu tidak berubah pascaakuisisi oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR)."Yah benar ad

  • 3 bulan lalu

    Walhi Gugat Pemberian Izin PLTA Batang Toru

    MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara, menggugat izin lingkungan yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru, Kabupaten Tapanuli

  • 5 bulan lalu

    Jangan Tangkap Elang Bondol

    MEDAN (KICAU): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut), meminta kepada warga agar jangan menangkap elang laut atau "elang bondol" yang terdapat di daerah pesisir pantai Kabup

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99