Sabtu, 18 Nov 2017

Wah...Ada Monopoli Gula

Oleh: Jallus.
Senin, 18 Sep 2017 05:16
BAGIKAN:
istimewa.
Gula.
KUDUS (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengadukan dugaan adanya monopoli dalam penjualan gula pasir ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kata Sekretaris Jenderal DPN APTRI M. Nur Khabsyin.

"Laporan ke KPPU tersebut kami sampaikan pada 15 September 2017 beserta sejumlah alasan dan bukti yang kami miliki," ujarnya di Kudus, Minggu 17 September 2017.

Melalui laporan tersebut, lanjut dia, APTRI juga merasa keberatan dengan adanya aturan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian lewat surat nomor S-202/M.EKON/08/2017 bahwa yang membeli gula petani dan gula pabrik gula milik BUMN hanya Bulog dangan harga Rp9.700 per kilogram.

Kebijakan tersebut, lanjut dia, mengindikasikan ada monopoli gula petani oleh Perum Bulog, karena pemerintah mengeluarkan kebijakan gula petani dan gula pabrik gula milik BUMN dibeli Bulog seharga Rp9.700 per kilogramnya.

Hal itu, kata dia, berdampak pada pemasaran gula tani hanya bisa dilakukan oleh Perum Bulog, sehingga pedagang tidak bisa membeli langsung ke petani, karena harus melalui Bulog.

"Pedagang nantinya juga hanya bisa menjual gula secara eceran, tidak dalam bentuk curah lagi," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut tentu merugikan petani, karena petani merasa dipaksa harus menerima harga pembelian gula sebesar Rp9.700/kg.

Patokan harga jual gula tersebut, kata dia, masih di bawah biaya produksi sebesar Rp10.600/kg.

Ia menduga, praktik monopoli penjualan gula pasir tersebut bertentangan dengan Undang-undang nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pada pasal 17, dijelaskan bahwa pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Selain itu, lanjut dia, pada ayat (2) dijelaskan bahwa pelaku usaha patut diduga atau dianggap melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) jika barang dan atau jasa yang bersangkutan belum ada substitusinya.

"Pelaku usaha lain juga tidak dapat masuk ke dalam persaingan usaha barang dan atau jasa yang sama," ujarnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Holding Perkebunan Nusantara Akan Tutup 11 Pabrik Gula

    JAKARTA (EKSPOSnews): Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) akan menutup secara bertahap 11 pabrik gula yang dinilai tidak mampu berproduksi maksimal dan tidak efisien karena sudah berusia t

  • 7 hari lalu

    Monopoli Tol Laut

    SURABAYA (EKSPOSnews): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada indikasi terjadi monopoli dalam pelaksanaan tol laut sehingga perlu ada perbaikan dalam sistem pendaftaran."Ada indikasi mon

  • satu minggu lalu

    PTPN XI Akan Genjot Produksi Gula

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara XI berencana meningkatkan kapasitas enam pabrik gula di lingkungannya pada 2018, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."Dengan peningkatan kapasi

  • satu minggu lalu

    PTPN Akan Bangkitkan Pergulaan Nasional

    JEMBER (EKSPOSnews): Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia bersama PT Perkebunan Nusantara X, PTPN XI, PTPN XII, perbankan dan produsen pupuk menggelar pertemuan untuk mewujudkan kebangkitan pergulaan

  • satu minggu lalu

    Mendorong Produksi Gula Merah dari Tebu di Waykanan

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mendukung program unggulan dinas perkebunan setempat pada 2018 yaitu produksi gula merah dengan menggunakan sari tebu."Di Waykanan banya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99