Selasa, 14 Agu 2018

UE Jangan Diskriminasi Minyak Sawit

Oleh: marsot
Sabtu, 26 Mei 2018 05:25
BAGIKAN:
istimewa.
Minyak kelapa sawit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia meminta Uni Eropa untuk tidak mendiskriminasi minyak kelapa sawit terhadap produk minyak sayur lainnya seperti minyal bunga matahari dan minyak kedelai.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa pada sebuah diskusi panel mengenai rencana pelarangan penggunaan bahan bakar hayati berbahan dasar minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa.

"Tujuan kami bukan untuk memaksa Uni Eropa untuk menggunakan minyak kelapa sawit, namun kami ingin adanya keadilan akan 'treatment' yang diberikan antara minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya," kata Purbaya, Jumat 25 Mei 2018.

Menurutnya, sejauh ini, Uni Eropa tampak memberlakukan target khusus terhadap minyak kelapa sawit dengan rencana pemberlakuan pelarangan tersebut.

"Apabila Uni Eropa dapat menunjukkan bahwa mereka tidak diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit, maka kami akan merespon kebijakan mereka dengan baik," kata Purbaya.

Sebelumnya, Indonesia telah menyampaikan keprihatinannya terhadap rencana UE untuk melarang masuknya produk kelapa sawit dari negara-negara produsen ke dalam kawasan tersebut, dimana Indonesia sendiri merupakan produsen kelapa sawit terbesar nomor satu di dunia.

Bagi Indonesia, minyak kelapa sawit menjadi isu nasional karena merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki standar keberlanjutan dan sangat terkait dengan kehidupan jutaan petani setempat yang menggantungkan mata pencarian utamanya dari perdagangan minyak kelapa sawit.

Purbaya mengatakan bahwa menurunnya angka kemiskinan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh hadirnya industri kelapa sawit yang dapat menjadi mata pencarian masyarakat di daerah-daerah.

"Banyak sekali warga Indonesia yang bekerja dan bergantung pada kelapa sawit itu sendiri," katanya.

Sementara itu, sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar, Indonesia memiliki kepentingan yang besar untuk dapat memastikan keberlanjutan akses pasar minyak kelapa sawit ke seluruh penggunanya, termasuk di wilayah Uni Eropa.

Uni Eropa meripakan salah satu pasar terpenting untuk perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia yang dapat menciptakan tren secara global.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi panel tersebut, Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend, Direktur Council of Palm Oil Producing Countries Mahendra Siregar, serta Kepala Inisiatif Dagang Hijau Fitrian Adriansyah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Festival Krueng Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Hajatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII sudah semakin dekat, yang dipastikan akan dimulai 5-15 Agustus 2018 di Banda Aceh, dimana tahun ini mengusung tema "Aceh Hebat dengan A

  • 2 minggu lalu

    KBRI Buenos Aires Pulangkan 7 ABK Korban Kapal Ikan Tenggelam

    JAKARTA (EKSPOSnews): KBRI Buenos Aires memulangkan tujuh anak buah kapal yang juga WNI korban kapal ikan FV Dorneda, yang tenggelam di Samudera Atlantik Selatan pertengahan Juli lalu.Ketujuh ABK tiba

  • 3 minggu lalu

    Olympique de Marseille Diskors dari Kompetisi Eropa

    LONDON (EKSPOSnews): Olympique de Marseille dijatuhi skors satu tahun dari kompetisi Eropa oleh UEFA karena tingkah laku para penggemar mereka, kata badan sepak bola Eropa itu pada Rabu waktu setempat

  • 4 minggu lalu

    Pelabuhan Ulee Lheue Prioritaskan Angkutan Sembako

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Otoritas Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh memprioritaskan truk pengangkut sembilan bahan pokok (sembako) demi mecegah bergejolaknya harga kebutuhan pokok di Sabang, Aceh."Te

  • satu bulan lalu

    Luis Enrique Diangkat Jadi Pelatih Timnas Spanyol

    MADRID (EKSPOSnews): Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) telah menunjuk Luis Enrique untuk menjadi pelatih tim nasional yang baru dengan ikatan kontrak dua tahun, kata presiden federasi Luis Rubiales p

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99