Jumat, 19 Okt 2018

UE Jangan Diskriminasi Minyak Sawit

Oleh: marsot
Sabtu, 26 Mei 2018 05:25
BAGIKAN:
istimewa.
Minyak kelapa sawit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia meminta Uni Eropa untuk tidak mendiskriminasi minyak kelapa sawit terhadap produk minyak sayur lainnya seperti minyal bunga matahari dan minyak kedelai.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa pada sebuah diskusi panel mengenai rencana pelarangan penggunaan bahan bakar hayati berbahan dasar minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa.

"Tujuan kami bukan untuk memaksa Uni Eropa untuk menggunakan minyak kelapa sawit, namun kami ingin adanya keadilan akan 'treatment' yang diberikan antara minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya," kata Purbaya, Jumat 25 Mei 2018.

Menurutnya, sejauh ini, Uni Eropa tampak memberlakukan target khusus terhadap minyak kelapa sawit dengan rencana pemberlakuan pelarangan tersebut.

"Apabila Uni Eropa dapat menunjukkan bahwa mereka tidak diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit, maka kami akan merespon kebijakan mereka dengan baik," kata Purbaya.

Sebelumnya, Indonesia telah menyampaikan keprihatinannya terhadap rencana UE untuk melarang masuknya produk kelapa sawit dari negara-negara produsen ke dalam kawasan tersebut, dimana Indonesia sendiri merupakan produsen kelapa sawit terbesar nomor satu di dunia.

Bagi Indonesia, minyak kelapa sawit menjadi isu nasional karena merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki standar keberlanjutan dan sangat terkait dengan kehidupan jutaan petani setempat yang menggantungkan mata pencarian utamanya dari perdagangan minyak kelapa sawit.

Purbaya mengatakan bahwa menurunnya angka kemiskinan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh hadirnya industri kelapa sawit yang dapat menjadi mata pencarian masyarakat di daerah-daerah.

"Banyak sekali warga Indonesia yang bekerja dan bergantung pada kelapa sawit itu sendiri," katanya.

Sementara itu, sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar, Indonesia memiliki kepentingan yang besar untuk dapat memastikan keberlanjutan akses pasar minyak kelapa sawit ke seluruh penggunanya, termasuk di wilayah Uni Eropa.

Uni Eropa meripakan salah satu pasar terpenting untuk perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia yang dapat menciptakan tren secara global.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi panel tersebut, Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend, Direktur Council of Palm Oil Producing Countries Mahendra Siregar, serta Kepala Inisiatif Dagang Hijau Fitrian Adriansyah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Borussia Moenchengladbach Permalukan Bayern Muenchen

    JAKARTA (EKSPOSnews): Juara bertahan Bayern Muenchen dipermalukan 0-3 oleh tamunya Borussia Moenchengladbach pada pertandingan Liga Jerman yang dimainkan di Allianz Arena, Muenchen, Jerman, pada Mingg

  • 3 minggu lalu

    Greenpeace Duduki Tangki Minyak Sawit Wilmar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Aksi lembaga swadaya masyarakat Greenpeace yang mengajak grup band Boomerang beraksi di tangki minyak sawit siap ekspor milik Grup Wilmar, disesalkan anggota DPR dan menilai kegi

  • 2 bulan lalu

    Barcelona Tumbangkan Huesca

    BARCELONA (EKSPOSnews): Lionel Messi dan Luis Suarez masing-masing menyumbang dua gol ketika juara bertahan Liga Spanyol Barcelona menghancurkan Huesca dengan skor 8-2 pada Minggu, dan mendampingi Rea

  • 2 bulan lalu

    PSG Hajar Nimes Olympique

    PARIS (EKSPOSnews): Penyerang Prancis Kylian Mbappe mencetak gol mengejutkan pada babak kedua sebelum diusir keluar lapangan pada fase akhir pertandingan, ketika juara bertahan Paris St Germain (PSG)

  • 2 bulan lalu

    Atletico Gasak Real Madrid

    TALLIN (EKSPOSnews): Atletico Madrid akhirnya melakukan balas dendam terhadap Real Madrid di kompetisi Eropa dengan meraih kemenangan 4-2 setelah perpanjangan waktu atas rival sekota mereka, untuk men

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99