Senin, 11 Des 2017

Tolak Kehadiran TPL di Kawasan Lahan Adat

Oleh: marsot
Rabu, 06 Des 2017 18:19
BAGIKAN:
istimewa.
Sumbangan PT TPL.
MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara bersama AMAN Tano Batak dan Hutan Rakyat Institute menyatakan menolak kehadiran PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk. di wilayah adat.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Dana Tarigan mengatakan perampasan dan tumpang tindih konsesi PT TPL dengan wilayah adat masyarakat menimbulkan konflik tenurial yang berkepanjangan dan menyebabkan banyaknya warga dikriminalisasi perusahaan itu.

Tindakan tersebut, menurut dia, tidak boleh dibiarkan dan wilayah adat merupakan hak bagi masyarakat adat yang harus diperjuangkan keberadaannya.

"Selain itu, upaya mediasi yang dilakukan oleh TPL melalui pihak ketiga sebagai konsultan bukan merupakan solusi yang tepat," ujar Tarigan di Medan, Rabu 6 Desember 2017.

Ia mengatakan, mengingat hal tersebut memberi kesan bahwa pemerintah dan TPL menjadikan tanah ulayat yang telah dikelola oleh masyarakat secara turun - temurun akan terus dikuasai oleh negara untuk kepentingan korporasi.

Walhi Sumut mendesak pemerintah untuk meninjau kembali izin keberadaan konsesi TPL sebagai solusi untuk menyelamatkan hutan yang tersisa dan wilayah dikelola masyarakat adat yang telah menjadi korban.

Sementara itu, Roganda Simanjuntak dari AMAN Tano Batak, menyebutkan, wilayah adat yang diusulkan berjumlah 11 yang terdiri dari 10 komunitas adat, yakni Tombak Haminjon, Pandumaan - Sipituhuta, Sitakkubak, Huta Aek Nafa, Nagahulambu, Matio, Nagasaribu Siharbangan, Pargamanan - Parlilitan, Sionom Hudon Timur, Sionom Hudon Utara, Tungkot Ni Solu dan Parlombuan.

Ke-11 wilayah adat itu, merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat adat karena merupakan sumber mata pencaharian yang didukung dengan melimpahnya sumber daya alam berupa hutan kemenyan dan sumber air yang melimpah bagi perkampungan masyarakat adat "Total wilayah adat seluas 25.000 Hektare, dan 5.000 Hektare yang sudah dikeluarkan. Dan masih ada 20.000 Hektare lagi yang harus dikeluarkan karena merupakan hak masyarakat adat yang harus diperjuangkan," kata Roganda.

Sedangkan, Wina Khairani dari Hutan Rakyat Institut (HaRI) menegaskan, jangan ada upaya upaya dari TPL untuk menghalangi masyarakat dalam mendorong usulan Hutan Adat untuk di "enclave" dari konsesi PT TPL.

Karena, menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima, adanya "ground check" ke lapangan sekitar 8.000 Hektare sampai saat ini belum keluar SK.

"Terkait masalah tersebut, karena TPL terus mendorong kemitraan dengan masyarakat sebagai siasat," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, di luar dari proses pengusulan yang akan dilakukan oleh AMAN Tano Batak.

"Diharapkan TPL dapat memberikan ruang dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat adat, serta benar - benar mengimplementasikannya ke dalam suatu bentuk upaya - upaya yang nyata," kata Wina.

PT TPL yang merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak dibidang produksi pulp, dan memiliki konsesi seluas 188.000 Hektare berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor: 493/Kpts-II/1992.

Total wilayah adat yang diusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah seluas 25.000 Hektare yang keseluruhannya masuk kedalam konsesi PT TPL.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Bantuan Bibit Kemenyan TPL Mengecewakan

    MEDAN (EKSPOSnews): Bantuan bibit Kemenyan (Styrax Sp) yang diberikan PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) kepada masyarakat mengecewakan karena lebih banyak bibit durame.Pembagian bibit kemenyan sering

  • 3 bulan lalu

    TPL diminta Jangan Buat Konflik di Sionom Hudon dengan Menyewa Tanah Ulayat

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Toba Pulp Lestari  (TPL) Tbk. diminta berhati hati dalam memperluas daerah kerja baru apalagi lokasi tersebut merupakan tanah ulayat, karena akan menambah konflik ditengah

  • 4 bulan lalu

    Marketplace Parade Promo Kemerdekaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia karena  memperingati Hari Kemerdekaan RI. Berbagai kegiatan menarik seperti upacara, perlombaan di s

  • 4 bulan lalu

    TPL Bantu Pendidikan di Dairi

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen PT Toba Pulp Lestari, Tbk. memberikan bantuan program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan dan pertanian senilai Rp327 juta lebih ke Pemerintah Kabupaten Dairi, S

  • 5 bulan lalu

    TPL Latih Petani Kentang di Samosir

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen PT Toba Pulp Lestari melatih 24 petani kentang dari tiga desa di Samosir, Sumatera Utara, untuk membantu meningkatkan pendapatan warga daerah itu."Pelatihan pengolahan ke

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99