Rabu, 21 Feb 2018

Solok Selatan Genjot Produksi Jagung

Oleh: Jallus
Rabu, 14 Feb 2018 10:18
BAGIKAN:
istimewa.
Jagung.
PADANG ARO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menargetkan produksi jagung sebanyak 109.410 ton pada 2018 atau lebih banyak 5.478 ton dibandingkan 2017 sebesar 103.932 ton.

"Guna mencapai target tersebut kami mengoptimalkan integrasi tanaman jagung dengan sawit serta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur atau sawah yang tidak dialiri irigasi," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Solok Selatan, Nurhamidah di Padang Aro, Rabu 14 Februari 2018.

Pemerintah daerah juga menjaga produksi padi sehingga pembudidayaan jagung ini dilarang di sawah produktif.

Dia mengatakan saat ini lahan jagung yang ada seluas 8.773 hektare dengan target tanam pada 2018 seluas 21.932 hektare dengan panen 21.882 hektare dan provitas lima ton per hektare.

Sedangkan indeks penanaman jagung Solok Selatan 2,5 ton per tahun sehingga ada masa tanam 2018 baru dipanen pada 2019.

"Kami mengurangi provitas dari tujuh ton per hektare menjadi lima ton karena ada integrasi dengan sawit," ujarnya.

Selain itu bantuan bibit dari pemerintah pusat masih ada, tetapi belum diketahui jumlah dan jenisnya.

Produksi jagung Solok Selatan sepanjang 2017 mencapai 95.862 ton atau lebih rendah dari target yang ditetapkan 103.932 ton.

Capaian produksi 92,23 persen atau kurang dari target karena luas lahannya kurang tersedia khususnya yang integrasi dengan sawit, oleh sebab itu tahun ini integrasi sawit-jagung lebih dioptimalkan.

Sepanjang 2017 luas tanam jagung Solok Selatan seluas 14.437 hektare, sedangkan targetnya mencapai 15.497 hektare.

Sedangkan luas panen juga di bawah target yaitu 15.030 hektare atau 95,83 persen dari target yang ditetapkan 15.684 hektare.

Salah seorang anggota kelompok tani wanita di Lubuak Gadang Timur Kecamatan Sangir, Hernita (39) berharap bantuan bibit dari pemerintah tahun ini jenis Pioneer 32 atau sesuai dengan yang dibudidayakan petani.

"Pioneer 32 yang biasa kami tanam dan hasilnya juga lebih bagus dibandingkan bibit lainnya dengan perawatan dan perlakuan sama," ujarnya.

Tahun lalu kata dia, bantuan bibit jenis pioneer 33 dan hasilnya kurang maksimal sehingga banyak petani yang membeli bibit jenis pioneer 32 karena hasilnya lebih bagus.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Kejagung Sita Uang Korupsi di BKKBN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menyita uang sebesar Rp6 miliar dari tersangka dugaan korupsi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (B

  • 4 bulan lalu

    Kejagung Periksa 17 Saksi Kasus Bank Mandiri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung sampai sekarang telah memeriksa 17 saksi pembobolan kredit PT Bank Mandiri (Persero) Commercial Banking Center Cabang Bandung sebesar Rp1,47 triliun oleh PT Tirta

  • 4 bulan lalu

    Bantuan Rehabilitasi Sawah di Solok Selatan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengusulkan bantuan rehabilitasi sawah rusak parah terdampak banjir bandang di Pakan Rabaa Tangah kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumat

  • 4 bulan lalu

    Kasus Korupsi di Kejagung Banyak Tak Jelas

    JAKARTA (EKSPOSnews): LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyesalkan banyaknya kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mengendap bertahun-tahun."Kami mengecam den

  • 7 bulan lalu

    Solok Selatan Sediakan Lahan untuk Menara Telekomunikasi

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyediakan lahan dan perizinan pendirian menara telekomunikasi guna meningkatkan akses komunikasi di daerah itu yang saat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99