Rabu, 17 Okt 2018

Solok Selatan Genjot Produksi Jagung

Oleh: Jallus
Rabu, 14 Feb 2018 10:18
BAGIKAN:
istimewa.
Jagung.
PADANG ARO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menargetkan produksi jagung sebanyak 109.410 ton pada 2018 atau lebih banyak 5.478 ton dibandingkan 2017 sebesar 103.932 ton.

"Guna mencapai target tersebut kami mengoptimalkan integrasi tanaman jagung dengan sawit serta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur atau sawah yang tidak dialiri irigasi," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Solok Selatan, Nurhamidah di Padang Aro, Rabu 14 Februari 2018.

Pemerintah daerah juga menjaga produksi padi sehingga pembudidayaan jagung ini dilarang di sawah produktif.

Dia mengatakan saat ini lahan jagung yang ada seluas 8.773 hektare dengan target tanam pada 2018 seluas 21.932 hektare dengan panen 21.882 hektare dan provitas lima ton per hektare.

Sedangkan indeks penanaman jagung Solok Selatan 2,5 ton per tahun sehingga ada masa tanam 2018 baru dipanen pada 2019.

"Kami mengurangi provitas dari tujuh ton per hektare menjadi lima ton karena ada integrasi dengan sawit," ujarnya.

Selain itu bantuan bibit dari pemerintah pusat masih ada, tetapi belum diketahui jumlah dan jenisnya.

Produksi jagung Solok Selatan sepanjang 2017 mencapai 95.862 ton atau lebih rendah dari target yang ditetapkan 103.932 ton.

Capaian produksi 92,23 persen atau kurang dari target karena luas lahannya kurang tersedia khususnya yang integrasi dengan sawit, oleh sebab itu tahun ini integrasi sawit-jagung lebih dioptimalkan.

Sepanjang 2017 luas tanam jagung Solok Selatan seluas 14.437 hektare, sedangkan targetnya mencapai 15.497 hektare.

Sedangkan luas panen juga di bawah target yaitu 15.030 hektare atau 95,83 persen dari target yang ditetapkan 15.684 hektare.

Salah seorang anggota kelompok tani wanita di Lubuak Gadang Timur Kecamatan Sangir, Hernita (39) berharap bantuan bibit dari pemerintah tahun ini jenis Pioneer 32 atau sesuai dengan yang dibudidayakan petani.

"Pioneer 32 yang biasa kami tanam dan hasilnya juga lebih bagus dibandingkan bibit lainnya dengan perawatan dan perlakuan sama," ujarnya.

Tahun lalu kata dia, bantuan bibit jenis pioneer 33 dan hasilnya kurang maksimal sehingga banyak petani yang membeli bibit jenis pioneer 32 karena hasilnya lebih bagus.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Kejagung Tangkap Mantan Bupati Dharmasraya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejagung bersama dengan Kejati Sumatera Barat menangkap mantan Bupati Dharmasraya, Marlon Martua Situmeang yang merupakan buronan pembangunan RSUD Seidareh tahun an

  • 2 bulan lalu

    Agam Kembangkan Tanam Jagung

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengembangkan budidaya jagung seluas 4.778 hektare di lahan milik 244 kelompok tani pada 2018.Kasi Pengelolaan dan Pemasaran Hasil

  • 2 bulan lalu

    Mengembangkan Bawah Putih di Solok Selatan

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tahun ini berencana mengembangkan bawang putih untuk pertama kalinya seluas 20 hektare di dua kecamatan."Program dari pusat, un

  • 3 bulan lalu

    Pengembangan Jembatan dan Jalan Solok Selatan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman akan membantu pengembangan jembatan dan peningkatan jalan dengan dana sebesar Rp700 miliar pada 2019 dalam memudahkan akses dari

  • 4 bulan lalu

    Babinsa Bantu Petani Basmi Hama Tanaman Jagung

    TUBAN (EKSPOSnews): Selain hama, beberapa penyakit yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri atau cendawan juga sering mengganggu tanaman jagung. Penyakit yang sering ditemukan pada tanaman jagung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99