Kamis, 17 Agu 2017

Sebagian Besar Produksi TPL Diekspor ke China

Oleh: Jallus
Sabtu, 01 Jul 2017 15:43
BAGIKAN:
istimewa
PT TPL Tbk.
MEDAN (EKSPOSnews): PT Toba Pulp Lestari, Tbk. atau TPL perusahaan bubur kertas di Sumatera Utara, pada 2016 mengekspor pulp sebanyak 167.953 ton.

"Ekspor sebanyak 167.953 ton itu merupakan keseluruhan produksi perusahaan sepanjang 2016 ," kata Direktur TPL, Mulia Nauli di Medan.

Menurut dia, capaian produksi dan lainnya sudah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT TPL untuk tahun buku 2016 di Medan, pekan lalu.

Ekspor pulp TPL itu sebagian besar ke Republik Rakyat Tiongkok.

Mulia Nauli menyebutkan, pada 2016, merupakan tahun yang sulit karena penuh tantangan.

Perlambatan ekonomi global, harga komoditas yang tidak stabil, sentimen konsumen yang lemah serta langkah-langkah fiskal yang ketat dan berbagai peraturan merupakan tantangan besar yang dihadapi perusahaan di tahun itu "Mudah-mudahan tahun 2017 perusahaan bisa lebih baik," ujarnya didampingi Asisten Manajer Komunikasi Korporat, Augusta B. Sirait, Sabtu 1 Juli 2017.

Mulia Nauli menyebutkan, manajemen sudah membuat dan menjalankan berbagai strategi dan berharap pertumbuhan kinerja semakin lebih baik.

Untuk menjamin kelangsungan operasional, TPL tetap konsisten mempertahankan teknologi kehutanan yang ramah lingkungan dan berkesinambungan dengan fokus terhadap pelatihan, penelitian, dan pengembangan pada setiap kegiatan operasionalnya.

Pada tahun 2016, perseroan melakukan penanaman pada areal seluas 12.358 hektare sehingga total areal yang tertanam menjadi seluas 51.656 hektare.

Areal tersebut ditanam denga klon eucalyptus yang berkualitas tinggi dan dikelola dengan baik guna menjamin perusahaan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku kayu eucalyptus pada rotasi panen mendatang dengan kualitas serat yang lebih baik.

Sebanyak 14 klon terbaik yang sudah ditanam pada tahun 2016 telah melalui proses pengujian terhadap potensi pertumbuhan, kompatibilitas dengan jenis tanah, serta ketahanan terhadap hama dan penyakit.

Hingga akhir tahun 2016, TPL telah mendapat Sertifikat Perlindungan Varietas yang didaftarkan di Kementerian Pertanian untuk empat jenis klon, yaitu: IND 32, IND 45, IND 47, dan IND 61.

"Untuk mendorong perusahaan lebih maju, TPL akan memastikan perbaikan proses internal, pilihan mitra bisnis strategis serta kolaborasi semua usaha untuk menciptakan budaya yang ramah bagi pemangku kepentingan," katanya.

Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada perbaikan keuangan melalui inisiatif pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi pabrik dan forestry.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak