Senin, 22 Okt 2018

Saluran Irigasi di Aceh Selatan Tak Berfungsi

Oleh: marsot
Kamis, 15 Mar 2018 05:02
BAGIKAN:
istimewa.
Irigasi.
TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Saluran irigasi sepanjang 1,7 Km yang baru selesai dibangun akhir 2017 dengan anggaran Rp1,7 miliar di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, belum bisa difungsikan, karena ada bagian yang rusak dan diduga dikerjakan asal jadi.

Keuchik (kepala desa) Gampong Lawe Cimanok, Muhammad Haria kepada wartawan di Tapaktuan,  mengatakan, proyek saluran tersebut sejak dari perencanaan awal amburadul sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk mengaliri air ke sawah.

Akibatnya, kata dia, puluhan hektare sawah di pedalaman Kecamatan Kluet Timur tersebut mengalami krisis air karena fasilitas infrastruktur saluran irigasi yang telah dibangun Pemkab setempat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terlantar begitu saja tidak bisa dimanfaatkan.

Sebab, kata dia, lokasi pembangunan proyek saluran irigasi sepanjang 1,7 Km tersebut bukan merupakan jalur saluran irigasi yang direkomendasikan masyarakat setempat.

Celakanya lagi, konstruksi saluran irigasi yang telah dibangun tersebut justru lebih rendah dari hamparan persawahan milik petani, sehingga jikapun saluran irigasi dimaksud difungsikan tetap tidak mampu mengaliri atau menyuplai air secara maksimal ke lahan sawah.

"Sebelumnya telah ada kesepakatan musyawarah masyarakat di Gampong Lawe Cimanok, rencana pembangunan proyek saluran irigasi tersebut telah disiapkan di lokasi lain yang dinilai lebih strategis," ujarnya, Rabu 14 Maret 2018.

Namun, kata dia, saat dilakukan survey oleh petugas dari dinas terkait, dirinya lagi berada diluar daerah.

Ketika persoalan itu dipertanyakan kembali, pihak dinas berdalih gambar proyek telah selesai dan pekerjaannya tetap dilakukan di lokasi yang sekarang, kata Muhammad Haria.

Selain lokasinya dinilai tidak strategis, masyarakat setempat juga menyesalkan proses pekerjaan proyek tersebut tidak dimulai dari pembuatan tapak pondasi lalu ditimbun dengan material tanah supaya letak saluran irigasi lebih tinggi dari hamparan sawah.

"Seharusnya ditimbun dulu agar letaknya lebih tinggi, sehingga masyarakat yang ingin mengaliri air ke lahan sawahnya tinggal membuat pintu air atau saluran-saluran kecil. Karena letaknya lebih rendah, maka selama ini dari sekitar 80 hektare lebih lahan persawahan di Lawe Cimanok, hanya sekitar 2 hektare yang bisa memanfaatkan saluran irigasi tersebut," sesalnya.

Namun, lanjutnya, pasca bangunan saluran irigasi tersebut patah sepanjang lebih kurang 50 meter akibat dihantam banjir baru-baru ini, kondisinya sekarang saluran itu benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh petani.

Untuk mendapatkan suplai air ke lahan sawah, masyarakat setempat terpaksa memfungsikan lagi saluran drainase yang mengaliri air ke lahan persawahan secara tradisional, katanya.

"Untuk kebutuhan suplai air ke lahan sawah, masyarakat kembali menggunakan cara lama (tradisional) dengan memanfaatkan saluran drainase yang ada. Meskipun tetap bisa membajak sawah dan menanam padi, tapi cara-cara tradisional ini tetap tidak mampu mencukupi kebutuhan suplai air secara maksimal," ujarnya.

Karena itu, Muhammad Haria mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan segera memperbaiki kembali saluran irigasi yang baru dibangun tahun 2017 lalu namun kondisinya sekarang ini telah rusak.

Mereka meminta, langkah perbaikan yang akan dilakukan tidak saja pada bagian bangunan yang telah patah sepanjang 50 meter, tapi hendaknya direnovasi kembali bangunan proyek tersebut secara menyeluruh sehingga suplai air dapat mengalir secara lancar ke lahan persawahan masyarakat.

"Kami sangat mengharapkan saluran irigasi tersebut segera diperbaiki kembali, sebab sayang anggaran daerah yang begitu besar untuk membangun proyek tersebut terbuang percuma. Hendaknya program yang telah dilaksanakan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat bukan justru setelah dibangun terlantar begitu saja," pintanya.

Camat Kluet Timur, Moeriadi yang dihubungi dari Tapaktuan mengaku belum menerima laporan terkait telah rusak dan tidak berfungsinya saluran irigasi di Gampong Lawe Cimanok tersebut.

"Belum saya terima laporannya. Nantilah coba saya cek dulu sama Keuchik Lawe Cimanok," ujarnya singkat.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Selatan, Surya Rahmadi membenarkan bahwa proyek saluran irigasi di Gampong Lawe Cimanok telah rusak akibat dihantam banjir baru-baru ini. Tapi berdasarkan hasil peninjauan mereka, bangunan proyek tersebut yang patah hanya sekitar 20 meter.

"Yang patah itu hanya sekitar 20 meter dan itu murni disebabkan karena dihantam banjir baru-baru ini," kata dia.

Menurutnya, kerusakan proyek tersebut akan diperbaiki kembali oleh kontraktor pelaksananya dalam waktu dekat. Pihaknya bersama Kadis PUPR telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dimaksud beberapa waktu lalu.

Saat ditanya nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, Surya Rahmadi mengaku tidak ingat lagi namun dia membenarkan kontraktor pelaksananya bernama Riki asal Kandang, Kecamatan Kluet Selatan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Proyek Irigasi di Aceh Selatan Ambruk

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Proyek peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, sepanjang 1 Km lebih yang baru selesai dikerjakan tahun anggaran 2018 telah amruk.Pantauan

  • 6 bulan lalu

    Menangkap Pelaku Ilegal Loging di Aceh Selatan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Tim gabungan yang terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam, Polres Aceh Singkil dan LSM Lingkungan melakukan operasi tangkap tangan pelaku ilegal l

  • 8 bulan lalu

    Dokter Puskesmas di Aceh Selatan Mundur

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Sejumlah dokter umum Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan mengundurkan diri, karena mendapat honor Rp1 juta/bulan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.I

  • 8 bulan lalu

    Aceh Selatan Bedah Rumah Warga Miskin

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan merehap 163 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Tapaktuan sebagai bagian dari program kota tanpa kumuh (Kotaku) yan

  • 8 bulan lalu

    Longsor di Aceh Selatan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Selatan tertimbun longsor di kawasan Gunung Keramil, perbatasan Kecamatan Samadua dengan Tapaktuan, akibat hujan lebat yang mengguyur wila

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99