Senin, 22 Okt 2018

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Oleh: alex
Kamis, 08 Feb 2018 12:37
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatra Barat menyampaikan ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau yang mati keracunan akibat angin kencang sejak Minggu (4/2) telah mencapai 160 ton.

"Ini baru data sementara dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah karena angin kencang masih melanda di daerah itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis 8 Februari 2018.

Ia mengatakan ke 160 ton ikan jenis nila ini tersebar di Nagari Bayur dan Maninjau sekitar 50 ton, Sungai Batang sekitar 85 ton, Tanjung Sani dan Koto Malintang 25 ton.

Ikan ini berasal dari ratusan petak keramba jaring apung dengan pemilik 35 orang.

Sedangkan ukuran ikan yang mati mulai dari bibit yang berusia dua bulan sampai ikan yang sudah siap panen.

"Ikan yang mati ini merupakan sisa budidaya pada akhir 2017, dan ada yang baru disemai oleh pembudidaya. Pembudidaya mengalami kerugian sekitar Rp3,75 miliar," katanya.

Saat ini bangkai ikan itu sudah mengapung ke permukaan danau vulkanik tersebut.

Sementara pemerintah telah melarang pembudidaya ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, karena dapat menambah pencemaran.

Menurut dia ikan ini mati akibat angin kencang melanda daerah itu sehingga sisa pakan ikan naik ke permukaan danau yang mengakibatkan oksigen menjadi berkurang.

Dengan kondisi itu ikan mengalami pusing dan beberapa jam setelah itu mati.

Sebelumnya pemerintah telah melarang pembudidaya dengan keramba jaring apung di danau vulkanik tersebut, karena Danau Maninjau sudah tercemar berat dan untuk mengatasi ini budidaya ikan harus dihentikan.

Sudah saatnya pembudidaya ikan untuk mengalihkan budidaya dari keramba jaring apung ke kolam air deras, kolam air tenang, mina padi dan lainnya.

"Kita siap untuk membantu pembudidaya dengan meminjamkan alat berat, bibit ikan dan bantuan lainnya," katanya.

Salah seorang pembudidaya ikan, Firman (52) menambahkan, jumlah bibit ikan miliknya mati sekitar 18 ribu ekor dengan usia dua bulan.

"Bibit ini baru saya semai beberapa minggu lalu di enam petak keramba jaring apung," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Melepaskan Bibit Ikan di Muntilan

    MAGELANG (EKSPOSnews): Pelepasan sekitar 50 kilogram bibit aneka ikan di alur Kali Lamat Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan puluhan burung menandai puncak Gelar Budaya 2018 yang diselenggar

  • 6 hari lalu

    Usulan Perbaikan Rumah di Bantul

    BANTUL (EKSPOSnews): Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2019 akan memperbanyak usulan bantuan perbaikan rumah tidak lay

  • 2 minggu lalu

    Hakim Diberhentikan dengan Hormat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung melalui forum Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memberhentikan hakim yustisia di Pengadilan Tinggi Gorontalo berinisial JWL."MKH memutuskan member

  • 3 minggu lalu

    Barata Indonesia Incar Turbin Kelistrikan

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Barata Indonesia (Persero) mulai mengembangkan usahanya membidik pasar kelistrikan dengan membentuk divisi baru, yakni Divisi Komponen Turbin yang nantinya tergabung dalam bi

  • 3 minggu lalu

    Upaya PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Palu

    MANADO (EKSPOSnews): Pada Jumat (28/9), sekitar pukul 14.00 WIB gempa pertama kali mengguncang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6 dengan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99