Rabu, 21 Feb 2018

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Oleh: alex
Kamis, 08 Feb 2018 12:37
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatra Barat menyampaikan ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau yang mati keracunan akibat angin kencang sejak Minggu (4/2) telah mencapai 160 ton.

"Ini baru data sementara dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah karena angin kencang masih melanda di daerah itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis 8 Februari 2018.

Ia mengatakan ke 160 ton ikan jenis nila ini tersebar di Nagari Bayur dan Maninjau sekitar 50 ton, Sungai Batang sekitar 85 ton, Tanjung Sani dan Koto Malintang 25 ton.

Ikan ini berasal dari ratusan petak keramba jaring apung dengan pemilik 35 orang.

Sedangkan ukuran ikan yang mati mulai dari bibit yang berusia dua bulan sampai ikan yang sudah siap panen.

"Ikan yang mati ini merupakan sisa budidaya pada akhir 2017, dan ada yang baru disemai oleh pembudidaya. Pembudidaya mengalami kerugian sekitar Rp3,75 miliar," katanya.

Saat ini bangkai ikan itu sudah mengapung ke permukaan danau vulkanik tersebut.

Sementara pemerintah telah melarang pembudidaya ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, karena dapat menambah pencemaran.

Menurut dia ikan ini mati akibat angin kencang melanda daerah itu sehingga sisa pakan ikan naik ke permukaan danau yang mengakibatkan oksigen menjadi berkurang.

Dengan kondisi itu ikan mengalami pusing dan beberapa jam setelah itu mati.

Sebelumnya pemerintah telah melarang pembudidaya dengan keramba jaring apung di danau vulkanik tersebut, karena Danau Maninjau sudah tercemar berat dan untuk mengatasi ini budidaya ikan harus dihentikan.

Sudah saatnya pembudidaya ikan untuk mengalihkan budidaya dari keramba jaring apung ke kolam air deras, kolam air tenang, mina padi dan lainnya.

"Kita siap untuk membantu pembudidaya dengan meminjamkan alat berat, bibit ikan dan bantuan lainnya," katanya.

Salah seorang pembudidaya ikan, Firman (52) menambahkan, jumlah bibit ikan miliknya mati sekitar 18 ribu ekor dengan usia dua bulan.

"Bibit ini baru saya semai beberapa minggu lalu di enam petak keramba jaring apung," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Proyek Berat Elevated Dihentikan Sementara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan untuk sementara waktu (moratorium) seluruh pekerjaan proyek infrastruktur berat di atas per

  • 2 minggu lalu

    Lippo Group Serahkan Bantuan Pendidikan

    MANADO (EKSPOSnews): Lippo Group menyerahkan bantuan pendidikan kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu secara keuangan di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), ."Bantuan ini diserahkan untuk 10

  • 2 minggu lalu

    Fredrich Yunadi Dituduh Sembunyikan Setya Novanto

    JAKARTA (EKSPOSnews): Advokat Fredrich Yunadi bersama dengan dokter dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo didakwa bekerja sama untuk menghindarkan ketua DPR Setya Novanto untuk diperi

  • satu bulan lalu

    Kapal Ikan dari Sibolga Hilang di Perairan Aceh

    MEDAN (EKSPOSnews): Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatera Utara berharap tim Basarnas mencari kapal penangkap ikan dari Kota Sibolga yang hilang di perairan Provinsi Aceh, 3 Januari 2018

  • satu bulan lalu

    Pendidikan Gizi Sejak Usia Dini

    PADANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat menyarankan agar orang tua memberikan pendidikan gizi kepada anak ketika masih berusia dini untuk menghindarkan terjadinya kel

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99