Rabu, 15 Agu 2018

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Oleh: alex
Kamis, 08 Feb 2018 12:37
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatra Barat menyampaikan ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau yang mati keracunan akibat angin kencang sejak Minggu (4/2) telah mencapai 160 ton.

"Ini baru data sementara dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah karena angin kencang masih melanda di daerah itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis 8 Februari 2018.

Ia mengatakan ke 160 ton ikan jenis nila ini tersebar di Nagari Bayur dan Maninjau sekitar 50 ton, Sungai Batang sekitar 85 ton, Tanjung Sani dan Koto Malintang 25 ton.

Ikan ini berasal dari ratusan petak keramba jaring apung dengan pemilik 35 orang.

Sedangkan ukuran ikan yang mati mulai dari bibit yang berusia dua bulan sampai ikan yang sudah siap panen.

"Ikan yang mati ini merupakan sisa budidaya pada akhir 2017, dan ada yang baru disemai oleh pembudidaya. Pembudidaya mengalami kerugian sekitar Rp3,75 miliar," katanya.

Saat ini bangkai ikan itu sudah mengapung ke permukaan danau vulkanik tersebut.

Sementara pemerintah telah melarang pembudidaya ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, karena dapat menambah pencemaran.

Menurut dia ikan ini mati akibat angin kencang melanda daerah itu sehingga sisa pakan ikan naik ke permukaan danau yang mengakibatkan oksigen menjadi berkurang.

Dengan kondisi itu ikan mengalami pusing dan beberapa jam setelah itu mati.

Sebelumnya pemerintah telah melarang pembudidaya dengan keramba jaring apung di danau vulkanik tersebut, karena Danau Maninjau sudah tercemar berat dan untuk mengatasi ini budidaya ikan harus dihentikan.

Sudah saatnya pembudidaya ikan untuk mengalihkan budidaya dari keramba jaring apung ke kolam air deras, kolam air tenang, mina padi dan lainnya.

"Kita siap untuk membantu pembudidaya dengan meminjamkan alat berat, bibit ikan dan bantuan lainnya," katanya.

Salah seorang pembudidaya ikan, Firman (52) menambahkan, jumlah bibit ikan miliknya mati sekitar 18 ribu ekor dengan usia dua bulan.

"Bibit ini baru saya semai beberapa minggu lalu di enam petak keramba jaring apung," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Menyalurkan Bantuan Benih Ikan Lele di Asahan

    KISARAN (EKSPOSnews): Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara menyalurkan bantuan benih ikan lele 55.000 ekor untuk 158 keluarga di Desa Subur.Kepala Dinas Perikanan Asahan Oktoni Eryanto&nbs

  • 2 minggu lalu

    Jangan Berikan Ruang untuk Jamaah Anshor Daulah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Indra Jafar mengimbau masyarakat agar jangan memberi ruang untuk Jamaah Anshor Daulah (JAD) dan organisasi lain terkait ISIS."(A

  • 2 minggu lalu

    Tol Palembang-Inderalaya Segera Diresmikan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Operasional Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) tinggal menunggu jadwal peresmian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga dapat dibuka untuk

  • 2 minggu lalu

    LAPK Kasasi Putusan Pengadilan Soal Kenaikan Tarif Air Minum Tirtanadi

    MEDAN (EKSPOSnews): Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan terhadap gugatan kenaikan tarif PDAM Tirtanadi.Sekre

  • 3 minggu lalu

    Penembak Misterius Diduga Gunakan Senjata Pabrikan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Polres Metro Jakarta Utara menduga penembak Herdi di kawasan Pejagalan Penjaringan, menggunakan senjata api organik atau pabrikan kaliber 9 mm."Diduga menggunakan pistol

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99