Sabtu, 26 Mei 2018

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Oleh: alex
Kamis, 08 Feb 2018 12:37
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatra Barat menyampaikan ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau yang mati keracunan akibat angin kencang sejak Minggu (4/2) telah mencapai 160 ton.

"Ini baru data sementara dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah karena angin kencang masih melanda di daerah itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis 8 Februari 2018.

Ia mengatakan ke 160 ton ikan jenis nila ini tersebar di Nagari Bayur dan Maninjau sekitar 50 ton, Sungai Batang sekitar 85 ton, Tanjung Sani dan Koto Malintang 25 ton.

Ikan ini berasal dari ratusan petak keramba jaring apung dengan pemilik 35 orang.

Sedangkan ukuran ikan yang mati mulai dari bibit yang berusia dua bulan sampai ikan yang sudah siap panen.

"Ikan yang mati ini merupakan sisa budidaya pada akhir 2017, dan ada yang baru disemai oleh pembudidaya. Pembudidaya mengalami kerugian sekitar Rp3,75 miliar," katanya.

Saat ini bangkai ikan itu sudah mengapung ke permukaan danau vulkanik tersebut.

Sementara pemerintah telah melarang pembudidaya ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, karena dapat menambah pencemaran.

Menurut dia ikan ini mati akibat angin kencang melanda daerah itu sehingga sisa pakan ikan naik ke permukaan danau yang mengakibatkan oksigen menjadi berkurang.

Dengan kondisi itu ikan mengalami pusing dan beberapa jam setelah itu mati.

Sebelumnya pemerintah telah melarang pembudidaya dengan keramba jaring apung di danau vulkanik tersebut, karena Danau Maninjau sudah tercemar berat dan untuk mengatasi ini budidaya ikan harus dihentikan.

Sudah saatnya pembudidaya ikan untuk mengalihkan budidaya dari keramba jaring apung ke kolam air deras, kolam air tenang, mina padi dan lainnya.

"Kita siap untuk membantu pembudidaya dengan meminjamkan alat berat, bibit ikan dan bantuan lainnya," katanya.

Salah seorang pembudidaya ikan, Firman (52) menambahkan, jumlah bibit ikan miliknya mati sekitar 18 ribu ekor dengan usia dua bulan.

"Bibit ini baru saya semai beberapa minggu lalu di enam petak keramba jaring apung," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Kejaksaan Selidiki Korupsi Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium bahasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti."Masih dalam penye

  • 5 hari lalu

    Buku Penerbit yang Diblacklist Pemerintah, Dibeli Dinas Pendidikan Jombang

    JOMBANG (EKSPOSnews): Jombang Corruption Watch (JCW) menyoroti pembelian buku perpustakaan oleh dinas pendidikan kabupaten Jombang, Jawa Timur yang bernilai miliaran rupiah, karena dibeli dari penerbi

  • 5 hari lalu

    Perhatian Presiden Terhadap Pendidikan di Padang Tinggi

    PADANG (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menilai perhatian Presiden RI Joko Widodo tinggi terhadap dunia pendidikan di Sumatera Barat, salah satu contohnya dengan meresmikan

  • 2 minggu lalu

    Polisi Tangkap 5 Kapal Ikan Asing di Natuna

    BATAM (EKSPOSnews): Aparat kepolisian menggunakan KP Baladewa 8002 menangkap lima kapal ikan asing yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.Komandan KP

  • 2 minggu lalu

    Palembang Tingkatkan Pembinaan Budidaya Ikan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkatkan pembinaan masyarakat dalam melakukan budidaya ikan.Peningkatan pembinaan budidaya ikan akan terus dilakukan untuk meni

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99