Rabu, 11 Des 2019
  • Home
  • Agribisnis
  • RNI Kembangkan Peternakan Unggas Terintegrasi Berbasis Riset

RNI Kembangkan Peternakan Unggas Terintegrasi Berbasis Riset

Oleh: Master Sihotang
Rabu, 01 Mar 2017 16:14
BAGIKAN:
istimewa
Kerja Sama Berdikari dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) kembangkan unggas terintegrasi.
CIREBON (EKSPOSnews): Dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN di bidang industri peternakan yang terintegrasi, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) melalui Anak Perusahaannya, PT PG Rajawali II dan PT Berdikari (Persero) melalui Anak Perusahaannya, PT Berdikari United Livestock (PT BULS) telah menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangani kedua belah pihak dengan melaksanakan penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham pada Rabu, 1 Maret 2017 di Kantor Direksi PT PG Rajawali II Cirebon.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT PG Rajawali II Audry Harris Jolly Lapian dan Direktur Utama PT BULS AS. Hasbi Al-Islahi ini bertujuan membantu mensukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan pengembangan peternakan unggas terintegrasi yang dikembangkan oleh RNI dan Berdikari merupakan sistem peternakan yang menggunakan teknologi modern dimana kandang akan menggunakan teknologi close house sehingga menjamin produk ayam maupun telur yang dihasilkan  memiliki standar yang prima, terbebas dari berbagai macam penyakit serta minim polusi.

Didik menjelaskan untuk mendukung lokasi penggemukan ayam atau Farm Boiler tersebut pada tahapan selanjutnya akan dibangun rumah pemotongan ayam otomatis dengan kapasitas 2000 ekor per jam.

Guna mendukung kecukupan protein hewani nasional, salah satu alternatifnya melalui pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur mengingat kedua komoditi tersebut memiliki harga jual yang terjangkau bagi masyarakat secara luas.

Hal ini sebagai bentuk kepedulian RNI dan Berdikari atas konsumsi protein hewani per kapita yang masih sangat rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, rata-rata konsumsi protein hewani penduduk Indonesia sebesar 53,91 gram per kapita per tahun, sementara standar kecukupan konsumsi protein berada di angka 57 gram.

Didik menambahkan kedepan pengembangan bisnis peternakan tersebut akan terus dilakukan dengan menerapkan pola peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir, di dalamnya mencakup pengembangan indukan, ayam bakalan, pakan ternak serta pengembangan riset and development peternakan.

“Tahap pertama sasaran produksi ayam pedaging sebesar 450 ribu ekor per bulan dan telur 12 hingga 14 ton per bulan. Selanjutnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis,” ujar Didik.

Untuk itu diharapkan dengan kerja sama tersebut peningkatan pemenuhan kebutuhan hewani nasional dapat ditingkatkan sekaligus dapat mengangkat perekonomian masyarakat melalui program petani plasma.


  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Perkuat Industri Alat Kesehatan, Mitra Rajawali Banjaran Kembangkan Hyperbaric Chamber Oxygen Therapy

    BANDUNG (EKSPOSnews): Sebagai upaya pengembangan portofolio bisnis serta dalam rangka berkontribusi mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional, salah satu anak perusahaan PT Rajaw

  • 5 bulan lalu

    Pernikahan Dini Harus Ditangani Serius

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menginginkan berbagai pihak khususnya pemerintah agar dapat menanggapi dengan serius berbagai kasus pernikahan anak yang masih

  • 6 bulan lalu

    RNI Berangkatkan 1.500 Pemudik dengan Bus dan Kapal Laut

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) turut serta mendukung terlaksananya mudik lebaran tahun 2019 yang lancar dan aman melalui pelaksanaan Mudik Bareng dengan memberan

  • 7 bulan lalu

    RNI Minta Perlindungan Hukum Aset Negara Kepada Satgas Saber Pungli

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengajukan permohonan perlindungan hukum terhadap aset negara kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenk

  • 8 bulan lalu

    Pemprov Aceh Minta IUP PT Emas Mineral Murni Dibatalkan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh meminta Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Republik Indonesia meninjau ulang pemberian izin usaha pertambangan atau IUP kepada PT Emas Mineral Murn

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99