Minggu, 19 Nov 2017
  • Home
  • Agribisnis
  • RAPP Konsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

RAPP Konsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Oleh: marsot.
Jumat, 20 Okt 2017 04:32
BAGIKAN:
google earth.
Hutan Tanaman Industri (HTI).
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Riau Andalan Pulp and Paper menyatakan mematuhi keputusan yang diambil oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta bakal berkonsultasi untuk mencari solusi terbaik bagi kelangsungan operasional perusahaan.

"Manajemen menyatakan penyesalan dengan adanya keputusan pemerintah tersebut. Namun bagaimanapun juga kami menghormati dan akan terus melakukan konsultasi," kata Corporate Affairs PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Agung Laksamana kepada pers di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Sebelumnya menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan mengeluarkan surat pembatalan Keputusan Menteri Kehutanan No.SK.93/VI BHUT/2013 tentang Persetujuan Revisi Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (RKUPHHK-HTI) untuk jangka waktu 10 tahun periode 2010-2019 atas nama PT RAPP.

Sehingga, katanya, dengan keluarnya surat pembatalan tersebut maka secara otomatis Rencana Kerja Usaha (RKU) tidak berlaku lagi dan operasional perusahaan harus berhenti.

Dikatakan, perusahaan pada 28 September 2017 menerima surat peringatan pertama, tanggal 6 Oktober 2017 mendapat surat peringatan kedua, dan tanggal 17 Oktober 2017 mendapat surat peringatan RKU.

"Kami sudah dan terus berupaya untuk konsultasi dengan kementerian untuk mencari solusi terbaik agar operasional perusahaan normal lagi," katanya.

Diakuinya, dengan pembatalan izin operasional yang dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan maka perusahaan rugi karena sudah begitu banyak investasi yang ditanam.

Perusahaan saat ini telah berinvestasi sebesar Rp85 triliun dan sedang membangun hilirisasi industri pulp yang menghasilkan kertas dan rayon bahan baku tekstil dengan investasi Rp15 triliun.

"Sehingga total investasi mencapai Rp100 triliun," katanya.

Dikatakan, perusahaan berorientasi ekspor yang menghasilkan devisa kepada negara 1,5 miliar dolar AS atau Rp20 triliun per tahun.

Pihaknya percaya bahwa pemerintah akan memberikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini, mengingat begitu banyak dampak negatif jika operasional dihentikan.

Akibat penghentian operasional ini setidaknya 4.600 karyawan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan transpor dirumahkan secara bertahap. sebanyak 1.300 karyawan pabrik berpotensi dirumahkan dalam beberapa minggu ke depan, serta pemutusan kontrak kerja sama dengan mitra pemasok yang secara total memiliki lebih dari 10.200 karyawan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    RAPP Ditengah Penataan Lahan Gambut di Riau

    Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menemui ribuan buruh sektor kehutanan yang berunjuk rasa di Kota Pekanbaru, Senin.Arsyadjuliandi berjanji akan meneruskan aspirasi para demonstran kepada Kementeri

  • 4 minggu lalu

    Ribuan Buruh RAPP Tolak Kebijakan Kemen LHK

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Ribuan buruh dan pekerja PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggelar aksi unjuk rasa menolak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait regulasi gambut yang m

  • satu bulan lalu

    RAPP Dilarang Tanam Lahan Konsesi

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melarang PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk melakukan penanaman kembali tanaman industri pada lahan konsesinya di Provinsi R

  • 3 bulan lalu

    RAPP dan Sinarmas Bantu Pompa Air

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Riau menerima bantuan 24 unit pompa air dari dua korporasi yakni PT Riau Andalan Pulp dan Paper dan Sinarmas untuk kegiatan pemadam kebakaran lahan dan hutan

  • 8 bulan lalu

    3 Dirjen KLHK Tindak RAPP dengan Mencabuti Acasia dari Areal Estate Pelalawan Riau

    JAKARTA (EKSPOSnews):Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengambil tindakan tegas terhadap PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Riau, karena menanami lahan gambut diluar konsesi dengan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99