Senin, 11 Des 2017

Puluhan Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Oleh: marsot
Minggu, 03 Des 2017 10:43
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sekitar 50 ton ikan milik pembudidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, mati mendadak akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu semenjak Minggu (26/11).

"Ke 50 ton ikan yang mati ini dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran tiga sampai tujuh sentimeter," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Minggu 3 Desember 2017.

Ikan yang mati ini berasal dari puluhan unit keramba jaring apung milik 15 pembudidaya ikan yang tersebar di Bayua, Linggai, Duo Kito, Tanjung Sani dan Koto Melintang.

Akibat kejadian ini, pembudidaya ikan mengalami kerugian sekitar Rp1,5 miliar karena harga per kilogram sebesar Rp30 ribu.

"Saat ini ikan sudah mengapung ke permukaan danau dengan keadaan sudah membusuk," tambahnya.

Menurut dia, kematian ikan ini terjadi semenjak Senin (27/11), akibat angin kencang dan curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Minggu (26/11).

Setelah itu, ikan mengalami pusing dan beberapa jam ikan sudah mengapung kepermukaan danau.

"Ini akibat pembalikan air dari dasar danau ke permukaan, sehingga oksigen berkurang karena di dasar danau terdapat tumpukan sisa pakan ikan cukup banyak," tegasnya.

Dengan kematian ini, pihaknya mengimbau pembudidaya agar segera memanen ikan yang sudah siap panen dan memindahkan ke kolam air tenang.

Selain itu, mengurangi pemberian pakan ikan, hidupkan mesin oksigen dan lainnya.

"Ini untuk meminimalkan kematian ikan yang dapat menambah kerugian bagi pembudidaya," ujarnya.

Sebelumya, pihaknya telah mengimbau pembudidaya untuk tidak melakukan aktifitas budidaya ikan beberapa tahun kedepan di Danau Maninjau.

Ini dalam mengurangi pencemaran danau akibat sisa pakan, karena kondisi danau vulkanik ini dalam keadaan tercemar berat.

Salah seorang pembudidaya ikan, Hendra (35) mengatakan kematian ikan ini akibat kekurangan oksigen, karena sebelum kematian angin kencang disertai curah hujan melanda daerah itu.

Satu hari setelah kejadian ini, ikan mulai pusing dan mati mendadak termasuk ikan miliknya.

"Ikan milik saya mati sekitar dua ton dengan ukuran siap panen. Agar tidak mengalami kerugian, saya sudah memanen ikan yang masih tersisa," lanjutnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Mendata Ulang Keramba di Danau Maninjau

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mendata ulang jumlah keramba jaring apung di Danau Maninjau untuk mengetahui kepemilikan dan keramba yang telah rusak.Kepal

  • 6 bulan lalu

    Keramba Jala Apung Rusak Danau Maninjau

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan budi daya ikan di keramba jaring apung merupakan penyumbang pencemaran terbanyak di Danau Maninjau sehingga

  • tahun lalu

    Selamatkan Danau Maninjau

    LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengharapkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), membantu pemerintah sete

  • tahun lalu

    Membudidayakan Ikan Asli Danau Maninjau

    LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, budidayakan lima jenis ikan

  • tahun lalu

    Pemilik Keramba Jala Apung di Danau Maninjau Rugi Besar

    LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Petani keramba jaring apung di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami kerugian sekitar Rp66,5 miliar akibat 3.050 ton ikan mati mendadak semenjak semin

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99