Selasa, 07 Jul 2020

Petani Manfaatkan Blotong untuk Pupuk Organik

Oleh: Jefri
Senin, 14 Agu 2017 14:37
BAGIKAN:
istimewa
Limbah tebu.
KUDUS (EKSPOSnews): Belum lama ini, puluhan petani di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan limbah organik, khususnya blotong limbah pabrik gula.

Kegiatan tersebut digelar Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK). Selain para petani, acara itu dihadiri antara lain Zed Nahdi (Dekan), Hendy Hendro  (Wakil Dekan I), Suharijanto (Wakil Dekan II), Subur Sedjati (Wakil Dekan III) serta  dua dosen Fakultas Pertanian lain, yaitu Untung Sudjianto dan Veronica Kristiani.

Hadir Hadi Supriyo, ketua tim pengabdian masyarakat Iptek bagi Masyarakat [IbM] pembuatan kompos dari Blotong limbah pabrik gula kepala desa pada Desa Wonosoco, Setiyo Budi dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wonosoco merangkap Desa Berugenjang, Noor Hudha Akhmada.

Hadi Supriyo mengutarakan, saat ini lahan pertanian mengalami kemerosotan kesuburan tanah dan kekurangan unsur hara. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan pupuk kimia (anorganik) secara berlebihan. ''Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, bisa membunuh mikroba tanah pembuat humus, serta membuat tanah mengeras dan rusak,'' katanya.

Untuk itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan, yaitu mengganti penggunaan pupuk kimia (anorganik) dengan pupuk hayati (organik). ''Banyak limbah di sekitar kita yang bisa dijadikan pupuk organik (pupuk kompos), di antaranya blotong limbah pabrik gula, yakni dengan menyampurkan adukan Mikro Organisme Lokal (MOL) dengan blotong itu,'' jelasnya.

Sosialisasi dan pelatihan ini, terang Hadi Supriyo lebih lanjut, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat atas support oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ''Tujuannya, yaitu memberikan pelatihan praktis kepada petani dalam membuat kompos blotong. Kompos ini berfungsi untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, memperbaiki kesuburan tanah dan struktur tanah,'' katanya.

Zed Nahdi, salah satu narasumber, memaparkan, MOL berfungsi sebagai pengurai bahan-bahan organik, dan akhir-akhir ini banyak dipergunakan dalam budidaya pertanian. MOL juga lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan.

''MOL memiliki beragam manfaat, antara lain untuk pengomposan (peningkatan kesuburan tanah), pestisida nabati, serta perangsang pembentukan bunga dan buah. Semua bahan pembuat MOL yang diperlukan, tersedia di sekitar petani. Petani bisa membuatnya dengan mudah, biayanya murah, dan bermanfaat untuk model pertanian berkelanjutan,'' tuturnya. 

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Menggunakan Pupuk Organik

    BELITUNG (EKSPOSnews): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak petani di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggunakan pupuk organik karena dinilai baik digunakan untu

  • tahun lalu

    Syarif Syaifulloh Bertani Organik di Amerika Serikat

    Nama Syarif Syaifulloh di Philadelpia Amerika Serikat cukup dikenal sebagai petani yang memberikan hasil pertanian secara gratis kepada masyarakat setempat dan lahan pertaniannya dijadikan sarana eduk

  • tahun lalu

    Aspal Karet Bisa Serap Produksi Petani

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Penggunaan karet pada campuran aspal sepanjang 465 kilometer di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyerap 8,49 ton karet alam produksi perkebunan rakyat pada 2019.Bupati Musi

  • tahun lalu

    Petani Garam Kewalahan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kalangan petani garam di Kabupaten Aceh Besar mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar menyusul semakin meningkatnya kebutuhan garam di daerah tersebut."Permintaan garam te

  • tahun lalu

    Indocement Latih Petani

    KOTABARU (EKSPOSnews): Industri semen merk Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. kabupaten Kotabaru mengajarkan hidup mandiri kepada warga desa binaan dengan memberikan pelatihan bertani deng

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99