Senin, 24 Sep 2018

Petani Biarkan Sawit Membusuk

Oleh: marsot
Jumat, 29 Jun 2018 06:32
BAGIKAN:
istimewa.
Kebun sawit.
BENGKULU (EKSPOSnews): Para petani sawit di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu membiarkan buah sawit segar membusuk di area penumpukan karena komoditas perkebunan tersebut tidak diterima pedagang pengumpul.Tidak ada yang membeli sawit karena informasinya antrean mobil pengangkut sawit di pabrik masih panjang bisa berhari-hari, kata Salikin, warga Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma.

Ia mengatakan pembelian buah terakhir dari pedagang pengumpul berlangsung sepekan lalu dengan harga beli Rp500 per kilogram.Sementara dalam sepekan terakhir, petani hanya menumpuk buah sawit di kebun dan dibiarkan busuk karena tidak laku. Kondisi membuat para petani sawit mengeluh sebab kehilangan pendapatan.Karena pedagang pengumpul juga sudah kewalahan menjual buah yang terlanjur dibeli dari petani," ucapnya, Kamis 28 Juni 2018.

Salikin menambahkan tanaman sawit berbeda dengan tanaman karet yang bisa ditahan tidak disadap. Sementara buah sawit harus dipanen sebab buah yang tidak dipanen akan merusak batang tanaman tersebut.

Karena itu, para petani tetap menurunkan buah sawit dari batangnya tapi hanya ditumpuk di kebun. Kondisi ini membuat mereka merugi hingga Rp1 juta per dua pekan dari hasil panen 1 hektare sawit.

Pedagang pengumpul buah sawit, Sailun mengatakan antrean kendaraan di pabrik pengolah sawit sangat panjang hingga memakan watu berhari-hari. Kalau ditunggu sampai dua tiga hari maka buah sawit bisa busuk, jadi kami hentikan sementara membeli buah dari petani, ucapnya. Buah sawit petani yang dibeli Sailun selama ini dijual ke pabrik pengolah minyak mentah sawit di Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Saat ini lanjut dia, warga buah sawit di tingkat pabrik hanya diterima Rp900 per kilogram.

Sailun berharap persoalan ini dapat diatasi pemerintah daerah dengan mengambil kebijakan tertentu sehingga tidak mengorbankan petani sawit.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Petani Adukan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petani tebu yang bernaung di bawah Andalan Petani Tebu Indonesia (Aptri), mengadukan peredaran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar yang berasal dari tiga perusahaan kepada Bares

  • 2 bulan lalu

    Petani Swadaya Mengeluh, Harga Buah Sawit Rendah

    PAYAKUMBUH (EKSPOSnews): Harga terkini tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Barat bagi petani yang bermitra dengan perusahaan yakni Rp1.740 per kilogram dan untuk petani swadaya berkisar R

  • 2 bulan lalu

    Petani Protes Perluasan Lahan PLTU Bengkulu

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah petani penggarap lahan di areal Pelabuhan Pulau Baai yang dikelola PT Pelindo II Bengkulu memprotes perluasan lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu ba

  • 2 bulan lalu

    Bantuan Traktor untuk Petani Lampung Timur

    LAMPUNG TIMUR (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur melalui Dinas Perikanan dan Pertanian memberikan bantuan 487 hand tractor (traktor tangan) kepada petani melalui 487 kelompok ta

  • 2 bulan lalu

    Bulog Siap Serap Gula Petani

    MOJOKERTO (EKSPOSnews): Perum Bulog siap menyerap gula milik petani dalam rangka mengamankan harga gula lokal di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen, serta penguatan stok gula nasional.Direkt

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99