Selasa, 07 Jul 2020
  • Home
  • Agribisnis
  • Petani Adukan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

Petani Adukan Peredaran Gula Rafinasi ke Bareskrim Polri

Oleh: Jallus
Sabtu, 01 Sep 2018 03:57
BAGIKAN:
istimewa.
Gula rafinasi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Petani tebu yang bernaung di bawah Andalan Petani Tebu Indonesia (Aptri), mengadukan peredaran gula kristal rafinasi (GKR) ke pasar yang berasal dari tiga perusahaan kepada Bareskrim Polri.

Sekretaris Jenderal Aptri Nur Khabsyin di Jakarta, menyebutkan peredaran gula rafinasi itu telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 dan Pasal 9 ayat 2.

"Yaitu gula rafinasi hanya diperdagangkan atau didistribusikan kepada industri dan dilarang untuk diperdagankan ke pasar dalam negeri," katanya, Jumat 31 Augustus 2018.

Pihaknya sangat berharap agar pelaku tindak pidana tersebut dapat diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku dikarenakan sangat merugikan pihak petani.

Dimana perembesan perdagangan gula rafinasi menyebabkan kekacauan distribusi nasional secara bertahun-tahun sampai dengan saat ini.

Lokasi penjualan gula yang hanya diperbolehkan untuk industri itu berada di Pontianak, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Kalimantan Timur, Tengerang, Banten serta Bogor dan Cianjur, Jawa Barat.

Ia mengaku laporan ke polisi atas nama Aptri itu, merupakan yang ketigakalinya. "Laporan sebelumnya bahkan sampai ke persidangan," tandasnya.

Ia menyebutkan kerugian yang ditimbulkan adanya peredaran gula rafinasi dan gula impor bagi petani dalam 2 tahun terakhir ini mencapai angka Rp2 triliun.

"Karena gula petani tidak laku karena pasar dibanjiri gula rafinasi dan gula impor," tegasnya.

Berdasarkan data Aptri, persediaan gula konsumsi (GKP) tahun 2018 sangat berlebih rinciannya, sisa stok tahun lalu 1.000.000 ton, rembesan gula rafinasi 800.000 ton, dan impor GKP tahun 2018 1.200.000 ton, serta tambahan impor GKP 2018 1.100.000 ton.

Kemudian produksi tahun 2018 2,100.000 ton. Hal itu berarti total ada gula GKP 6,200.000 ton. Sedangkan kebutuhan GKP tahun ini 2,7 - 2,8 juta ton, sehingga ada kelebihan gula 3,5 juta ton. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Syarif Syaifulloh Bertani Organik di Amerika Serikat

    Nama Syarif Syaifulloh di Philadelpia Amerika Serikat cukup dikenal sebagai petani yang memberikan hasil pertanian secara gratis kepada masyarakat setempat dan lahan pertaniannya dijadikan sarana eduk

  • tahun lalu

    Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Penagih Utang Bank Danamon

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Bareskrim Polri mengirimkan berkas kasus dua penagih utang dari Bank Danamon Indonesia (BDI) yang mengambil paksa dokumen Kapal TB Herlina 2 milik PT Pelayaran Borneo Ka

  • tahun lalu

    Aspal Karet Bisa Serap Produksi Petani

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Penggunaan karet pada campuran aspal sepanjang 465 kilometer di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyerap 8,49 ton karet alam produksi perkebunan rakyat pada 2019.Bupati Musi

  • tahun lalu

    Petani Garam Kewalahan

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kalangan petani garam di Kabupaten Aceh Besar mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar menyusul semakin meningkatnya kebutuhan garam di daerah tersebut."Permintaan garam te

  • tahun lalu

    Indocement Latih Petani

    KOTABARU (EKSPOSnews): Industri semen merk Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. kabupaten Kotabaru mengajarkan hidup mandiri kepada warga desa binaan dengan memberikan pelatihan bertani deng

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99