Selasa, 12 Nov 2019

Perhutanan Sosial di Sumbar Bisa Bertambah

Oleh: Jallus
Minggu, 16 Jun 2019 05:17
BAGIKAN:
marsot
Hutan.
PADANG (EKSPOSnews): Luas areal hutan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui program Perhutanan Sosial di Sumatera Barat (Sumbar) bisa bertambah karena masih tersisa cadangan sekitar 100 hektare.

"Kita telah mengalokasikan 500 ribu hektare areal hutan untuk Perhutanan Sosial, tetapi sesuai Peta Indikatif dan Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) potensinya sekitar 610.688 hektare. Jadi bisa saja bertambah," kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra di Padang, Sabtu 15 Juni 2019.

Saat ini, menurutnya dari luas areal yang telah dialokasikan, realisasi distribusi Perhutanan Sosial telah mencapai 260 ribu hektare jumlah itu termasuk untuk satu hutan adat yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengusulan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai mekanisme.

Ia menyebut Pemprov Sumbar memiliki komitmen yang kuat untuk merealisasikan program Perhutanan Sosial karena selain bisa memberikan nilai tambah ekonomi pada masyarakat juga terbukti bisa menjaga hutan dari penebangan liar.

Pelaksanaan program itu telah didukung dengan Peraturan Gubernur No. 52 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Fasilitasi Perhutanan Sosial yang membuka kemungkinan bergabungnya lintas sektoral untuk memaksimalkan hasil yang didapat.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selain Dinas Kehutanan, seperti Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Pariwisata bisa berperan aktif dalam mendukung pengembangan program Perhutanan Sosial.

Mekanismenya bisa dalam bentuk bantuan ataupun pendampingan sehingga jenis usaha yang dikembangkan kelompok masyarakat dalam Perhutanan Sosial tersebut bisa cepat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomiannya.

Perhutanan sosial mulai dilaksanakan pada 2007, namun hingga tahun 2014, program ini berjalan tersendat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat selama periode 2007 hingga 2014, hutan yang terjangkau akses kelola masyarakat hanya seluas 449.104,23 hektare.

Namun, dalam empat tahun terakhir distribusi lahan hutan untuk masyarakat tersebut berjalan baik dan sudah mencapai 3,07 juta hektare dari Peta Indikasi Area Perhutanan Sosial (PIAPS) 13,8 juta hektare. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 4 bulan lalu

    Memanjakan Orang Sumbar dengan Kopi Gayo

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi gayo khas Aceh menjadi minuman yang banyak diminati oleh pengunjung pada pameran Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) Nasional yang ke-47 di tama

  • 4 bulan lalu

    Kejati Sumbar Kejar 7 Terpindana Kasus Korupsi

    PADANG (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) memburu tujuh terpidana kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Saat ini ada tujuh DPO terpidana kasus korupsi yang b

  • 4 bulan lalu

    Perhutanan Sosial di Kabubaten Ogan Komering Ilir

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Jalan tanah berbatu sepanjang 10 kilometer dari Jalan Lintas Timur Sumatera ke Desa Lubuk Seberuk Blok D, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Se

  • 5 bulan lalu

    Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

    PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala."Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang ef

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99