Selasa, 16 Jul 2019

Perhutanan Sosial di Sumbar Bisa Bertambah

Oleh: Jallus
Minggu, 16 Jun 2019 05:17
BAGIKAN:
marsot
Hutan.
PADANG (EKSPOSnews): Luas areal hutan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui program Perhutanan Sosial di Sumatera Barat (Sumbar) bisa bertambah karena masih tersisa cadangan sekitar 100 hektare.

"Kita telah mengalokasikan 500 ribu hektare areal hutan untuk Perhutanan Sosial, tetapi sesuai Peta Indikatif dan Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) potensinya sekitar 610.688 hektare. Jadi bisa saja bertambah," kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra di Padang, Sabtu 15 Juni 2019.

Saat ini, menurutnya dari luas areal yang telah dialokasikan, realisasi distribusi Perhutanan Sosial telah mencapai 260 ribu hektare jumlah itu termasuk untuk satu hutan adat yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengusulan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai mekanisme.

Ia menyebut Pemprov Sumbar memiliki komitmen yang kuat untuk merealisasikan program Perhutanan Sosial karena selain bisa memberikan nilai tambah ekonomi pada masyarakat juga terbukti bisa menjaga hutan dari penebangan liar.

Pelaksanaan program itu telah didukung dengan Peraturan Gubernur No. 52 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Fasilitasi Perhutanan Sosial yang membuka kemungkinan bergabungnya lintas sektoral untuk memaksimalkan hasil yang didapat.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selain Dinas Kehutanan, seperti Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM maupun Dinas Pariwisata bisa berperan aktif dalam mendukung pengembangan program Perhutanan Sosial.

Mekanismenya bisa dalam bentuk bantuan ataupun pendampingan sehingga jenis usaha yang dikembangkan kelompok masyarakat dalam Perhutanan Sosial tersebut bisa cepat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomiannya.

Perhutanan sosial mulai dilaksanakan pada 2007, namun hingga tahun 2014, program ini berjalan tersendat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat selama periode 2007 hingga 2014, hutan yang terjangkau akses kelola masyarakat hanya seluas 449.104,23 hektare.

Namun, dalam empat tahun terakhir distribusi lahan hutan untuk masyarakat tersebut berjalan baik dan sudah mencapai 3,07 juta hektare dari Peta Indikasi Area Perhutanan Sosial (PIAPS) 13,8 juta hektare. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Perhutanan Sosial di Kabubaten Ogan Komering Ilir

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Jalan tanah berbatu sepanjang 10 kilometer dari Jalan Lintas Timur Sumatera ke Desa Lubuk Seberuk Blok D, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Se

  • 4 minggu lalu

    Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

    PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala."Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang ef

  • 4 minggu lalu

    Tambak Udang Panamae di Sumbar Tak Memiliki Izin

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat  ada 17 usaha tambak udang vaname yang tidak me

  • satu bulan lalu

    Wisatawan ke Sumbar Meningkat

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengkoreksi jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 yang awalnya dikhawatirkan tidak capai target, ternyata jauh

  • satu bulan lalu

    Menikmati Wisata di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk menunda rencana liburan ke destinasi wisata dan memberikan kesempatan terlebih dahulu pada perantau dan wisatawan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99