Rabu, 21 Nov 2018

Perhutanan Sosial Sudah Terealisasi 2,1 Juta Hektare

Oleh: Jallus
Minggu, 14 Okt 2018 06:31
BAGIKAN:
setpres.
Penyerahan hutan adat Pandumaan, Kabupaten Humbang Hasundutan,Sumut.
TASIKMALAYA (EKSPOSnews): Pemerintah pusat telah mencanangkan program perhutanan sosial yang melegalkan masyarakat untuk mengelola hutan yang saat ini sudah terealisasi seluas 2,1 juta hektare dari target tahun 2019 seluas 4,3 juta hektare.

"Secara keseluruhan sampai dengan 2019, dari target 4,3 juta, sekarang sudah direalisasi 2,1 juta," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 13 Oktober 2018.

Ia menuturkan, hutan sosial merupakan program pemerintah yang keberadaannya dapat dikelola oleh masyarakat menjadi lahan produktif sehingga memberikan manfaat langsung buat masyarakat sekitar hutan.

Program Pemerintah Presiden Joko Widodo itu, kata dia, sudah direalisasikan secara nasional termasuk di Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Di Jawa juga ada, termasuk agenda tersebut di Pulau Jawa sudah, di Jawa Timur, di Jawa Tengah dan di Jawa Barat," katanya.

Ia menyampaikan, program pengelolaan lahan hutan oleh masyarakat itu berlangsung selama 70 tahun, dan selama itu akan terus dipantau oleh pemerintah terkait pemanfaatannya.

Ditanya apakah lahan hutan dapat dijual oleh masyarakat untuk mendapatkan modal, kata Siti, sesuai peraturan yang berlaku tidak boleh.

"Hutan sosial juga tidak boleh diagunkan," katanya.

Namun lahan hutan yang dikelola masyarakat itu, kata dia, dapat dikerjasamakan dengan perusahaan agar hasil-hasilnya bisa dipasarkan dan masyarakat bisa lebih produktif sehingga memberkan keuntungan.

Ia mencontohkan petani di Pati, Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Kacang Garuda, kemudian masyarakat hutan di Kalimantan Selatan bekerja sama dengan perusahaan karet ban Bridgestone.

"Di Jawa Barat sebetulnya sudah kita jajaki dengan Susu Ultra, misalnya yang menarik untuk ditanam, jeruk nipis," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Perhutanan Sosial Harus Diperluas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) mengatakan pemerintah perlu terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan luasan area perhutanan sosial ata

  • 4 bulan lalu

    Perhutanan Sosial Capai 1,7 juta Hektare

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, luas Perhutanan Sosial yang izin dan hak kelola telah diberikan pada kelompok masyarakat dan masyarakat adat hingga

  • 4 bulan lalu

    Perhutanan Sosial di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah provinsi Sumatera Barat fokus mengembangkan perhutanan sosial sehingga keberadaan hutan bisa memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat yang ada di sekitar kaw

  • 6 bulan lalu

    Perhutanan Sosial Atasi Konflik Lahan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto menyebut pencapaian pemberian akses kelola hutan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) ke m

  • 9 bulan lalu

    Perhutanan Sosial Atasi Konflik dengan Petani

    TUBAN (EKSPOSnews): Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa perhutanan sosial dapat menjadi solusi sengketa lahan yang selama ini dialami para petani."Perhutanan sosial d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99