Sabtu, 30 Mei 2020

Pengunaan Pupuk Organik Meningkat

Oleh: Jallus
Selasa, 19 Mar 2019 04:23
BAGIKAN:
istimewa.
Pupuk.
GRESIK (EKSPOSnews): Manager Humas Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan menyebut penggunaan pupuk organik di kalangan petani saat ini meningkat, karena data serapan pupuk organik Petroganik terealisasi sebesar 700.000  ton per tahun dalam kurun tiga tahun terakhir (2016-2018).

"Artinya, kesadaran petani sudah mulai besar, namun demikian masih perlu terus ditingkatkan," kata Ihwan di Gresik, Jawa Timur, Senin 18 Maret 2019.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan terus mendorong penggunaan pupuk organik di kalangan petani, salah satunya melalui kampanye pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk urea untuk setiap satu hektare lahan sawah.

"Kami juga masih memiliki rekomendasi pemupukan berimbang untuk komoditas pertanian lainnya," katanya.

Ihwan mengatakan penyampaian pemupukan berimbang dilakukan di setiap program penyuluhan, di mana pada tahun 2018 Petrokimia Gresik telah melakukan 448 demonstration plot (demplot) berbagai komoditas pangan dan 1.000 lebih kegiatan sosialisasi di seluruh Indonesia.

"Kami juga memiliki empat unit Mobil Uji Tanah yang membantu petani dalam menguji tingkat kesuburan tanah agar didapat rekomendasi pemupukan yang tepat. Mobil ini beroperasi di lima provinsi sentra pangan nasional seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB)," katanya.

Ia mengatakan upaya ini juga perlu didukung berbagai pihak, terutama dalam hal penyampaian informasi yang tepat mengenai fungsi dan manfaat pupuk organik dalam budi daya pertanian.

Sekaligus untuk mendukung perbaharuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 70 Tahun 2011 menjadi Permentan Nomor 01 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

Penggunaan pupuk organik, kata dia, juga merupakan upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Untuk itulah, perlu menggunakan pemupukan berimbang, yaitu kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik

“Pupuk organik berfungsi untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan pupuk anorganik untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Jadi kedua jenis pupuk ini saling melengkapi," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, diketahui bahwa hanya 13,5 persen petani Indonesia yang menggunakan pupuk organik, selebihnya masih bergantung pada pupuk anorganik.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Menggunakan Pupuk Organik

    BELITUNG (EKSPOSnews): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak petani di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggunakan pupuk organik karena dinilai baik digunakan untu

  • 3 tahun lalu

    Pengguna Layanan Data di Surabaya Melonjak

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengguna layanan data seluler sejumlah operator di wilayah Jawa Timur mengalami pertumbuhan secara signifikan, karena dipicu gaya hidup pelanggan milenial yang lebih fokus ke la

  • 3 tahun lalu

    Petani Manfaatkan Blotong untuk Pupuk Organik

    KUDUS (EKSPOSnews): Belum lama ini, puluhan petani di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan limbah organik, khususnya blo

  • 3 tahun lalu

    Pupuk Indonesia Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

    PALEMBANG (EKSPOSnews): PT Pupuk Indonesia mengolah sampah Kota Palembang untuk menghasilkan produk pupuk organik dengan menggelontorkan investasi Rp10 miliar. Direktur Investasi PT Pupuk Indo

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99