Minggu, 21 Jan 2018

Penghasil Kelapa Sawit Lawan Kampanye Uni Eropa

Oleh: alex
Rabu, 10 Jan 2018 04:51
BAGIKAN:
marsot
Kebun sawit.
KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Negara penghasil kelapa sawit masing-masing Malaysia, Indonesia dan Thailand mengancam akan membalas Uni Eropa (UE) jika terus mendiskriminasi dan menyerang industri minyak sawit dengan mengeluarkan komoditi tersebut dari program biodieselnya.

Menteri Perindustrian dan Komoditas Perkebunan Malaysia, Datuk Seri Siew Keong mengemukakan hal itu di Kuala Lumpur,  pada konferensi pers "Reach and Remind Friends of the Industry Seminar 2018 and Dialogue" yang diselenggarakan oleh Malaysian Palm Oil Council (MPOC).

Dia mengatakan parlemen UE menyetujui dua resolusi dan pelaksanaan resolusi tersebut akan memberi dampak signifikan pada negara-negara produsen, terutama petani kecil di negara tersebut.

"Kami harap ini tidak dilaksanakan, tapi jika benar-benar diimplementasikan, jika produk kami didiskriminasikan, kami juga dapat melakukan tindakan yang sama melawan UE," katanya, Selasa 9 Januari 2018.

Dia mengatakan jika Uni Eropa tidak adil terhadap produk Malaysia, Indonesia dan Thailand maka perlu diingat negara-negara tersebut juga membeli produk dari Uni Eropa.

Uni Eropa telah mensyaratkan satu sertifikasi keberlanjutan minyak kelapa sawit atau skema CSPO untuk semua minyak sawit yang memasuki UE setelah 2020 dan mengeluarkan minyak kelapa sawit dari program biodiesel pada 2020.

"Uni Eropa telah memberikan alasan bahwa produsen kelapa sawit gagal memenuhi sasaran pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencakup penggunaan, produksi dan tindakan yang bertanggung jawab atas lingkungan," katanya.

Siew Keong ingin masalah tersebut dapat diselesaikan secara damai dan diplomasi sebelum resolusi tersebut diperpanjang dan disetujui oleh Dewan Eropa.

Dewan Eropa adalah badan di dalam Uni Eropa yang bertanggung jawab untuk menentukan arah dan prioritas politik Uni Eropa.

"Kami berharap tidak disetujui Menteri Perdagangan dan Industri Internasional (MITI) yang saat ini sedang bernegosiasi mengenai perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Eropa dan minyak sawit tetap menjadi agenda utama," katanya.

Menurut data nilai ekspor produk minyak dan kelapa sawit Malaysia diproyeksikan melampaui RM75 miliar pada 2017 atau lebih tinggi dari RM67,5 miliar pada 2016.

"Untuk 2018 produk ekspor minyak dan kelapa sawit ditujukan untuk ekspor diproyeksikan RM80 miliar dengan mengandalkan komoditas, serta komitmen pemerintah untuk memasarkan kelapa sawit di pasar yang ada dan pasar baru," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Uni Eropa Diskriminatif Terhadap Sawit

    LONDON (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia menyayangkan dan menolak laporan Parlemen Eropa yang melakukan diskriminasi yang mengusulkan untuk menghapuskan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm

  • satu bulan lalu

    Polisi OTT Kepala Satpol PP Kampar

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar atas dugaan pemotongan ua

  • 2 bulan lalu

    Telkomsel Kampanye Internet

    BENGKULU (EKSPOSnews): InternetBAIK tahun ini akan diselenggarakan di 15 kota. Program CSR Telkomsel yang khusus diarahkan pada seruan penggunaan Internet secara BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspira

  • 5 bulan lalu

    Kecelakaan di Kampar, 4 Tewas

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk tronton, mobil dan minibus di Jalan Rantau Merangin-Pasir Pengaraian Kabupaten Kampar."Pengemudi 'Suzuki C

  • 7 bulan lalu

    Uni Eropa Tak Fair Soal Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Delegasi Indonesia pada pertemuan Ulasan Kebijakan Perdagangan (Trade Policy Review/TPR) ke-13 terhadap Uni Eropa di World Trade Organization (WTO) mempermasalahkan kebijakan Uni

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99