Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Agribisnis
  • Pemilik Keramba Jala Apung di Danau Maninjau Rugi Besar

Pemilik Keramba Jala Apung di Danau Maninjau Rugi Besar

Sabtu, 03 Sep 2016 10:37
BAGIKAN:
istimewa
Keramba jala apung.

LUBUK BASUNG (EKSPOSnews): Petani keramba jaring apung di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami kerugian sekitar Rp66,5 miliar akibat 3.050 ton ikan mati mendadak semenjak seminggu lalu.

"Kerugian itu setelah 3.050 ton ikan milik puluhan petani di Danau Maninjau mati mendadak semenjak Jumat (26/8). Saat ini harga ikan di pasaran sekitar Rp19.000 per kilogram," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam Ermanto, di Lubuk Basung, Sabtu 3 September 2016.

Ia menambahkan, sebanyak 3,050 ton ikan yang mati itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung yang dibudidayakan di sana.

Pihaknya berupaya agar petani tidak mengalami kerugian cukup banyak, sehingga DKP setempat sudah memberikan surat edaran untuk memanen ikan secara dini, mengurangi penebaran benih ikan dari 20.000 per petak menjadi 2.000 per petak dengan ukuran 5x5 meter.

"Surat edaran ini telah kami berikan menjelang Agustus 2016," katanya.

Kematian 3.050 ton ikan tersebut, menurutnya, akibat racun belerang, pembangkitan arus dari dasar ke permungkaan atau ikan kekurangan oksigen.

"Kalau dilihat air danau tenang tidak ada riak dan gelombang itu yang justru membuat kekurangan oksigen," katanya.

Selain itu, kapasitas keramba jaring apung di danau tersebut sudah melebihi kapasitas karena sesuai dengan perda dan penelitian dari LIPI, danau tersebut hanya mampu menampung 6.000 petak keramba.

Namun saat ini keramba jaring apung yang ada mencapai 18.000 petak dengan ukuran 5x5 meter.

"Ini sudah kelebihan kapasitas dan ikan akan kekurangan ruang gerak dam oksigen," katanya.

Upaya mengatasi itu, menurutnya lagi, petani harus mengurangi jumlah keramba jaring apung, mengatur jarak antarkeramba sekitar 10 meter, dan mengatur jarak keramba dari bibir pantai sekitar 200 meter.

"Petani perlu jeda berbudi daya ikan selama tiga bulan dalam setahun seperti pada Agustus samapi Desember," katanya.

Anggota Koimisi III DPRD Agam Jondra Marjaya berharap pemerintah mencarikan investor dalam pengolahan ikan yang sudah mati itu, sehingga ikan mati itu bisa tetap dipasarkan.

"Selama ini ikan hanya dibuang di danau, sehingga air danau menjadi tercemar," kata anggota Fraksi Demokrat itu.

Menurutnya, pemerintah juga dapat melakukan sosialisasi kepada petani tentang Perda No 5 Tahun 2014 tentang pengelolaan kelestarian kawasan Danau Maninjau, dan sosialisasi teknologi budi daya ikan dengan baik dan ramah lingkungan.(ant)


  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Memangkas Keramba di Danau Maninjau

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyatakan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, bakal dikurangi dari 17.500 menjadi 6.000 unit pada Juli

  • tahun lalu

    Kurangi Keramba Jala Apung di Danau Maninjau

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengharapkan pemerintah daerah ikut mendorong warga untuk mengurangi keramba jaring apung di Danau Maninjau, Koto Kaciak, Kabupa

  • 2 tahun lalu

    Ratusan Keramba Jaring Apung di Danau Maninjau Dibersihkan

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merilis 880 petak keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau telah dibersihkan dari danau vulkanik itu semenjak 2016-

  • 2 tahun lalu

    Pemkab Samosir Tata Keramba

    SAMOSIR (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, segera menertibkan usaha budidaya ikan keramba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba sesuai ketentuan.Kepala Bidang Kominfo Dina

  • 2 tahun lalu

    Omset Ikan dari Danau Maninjau Triliunan Rupiah

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat nilai transaksi penjualan ikan di Danau Maninjau mencapai Rp1,11 triliun setiap tahunnya."Transa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99