Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Agribisnis
  • Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Rendahnya Harga Karet

Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Rendahnya Harga Karet

Senin, 04 Jul 2016 05:19
BAGIKAN:
MEDAN (EKSPOSnews): Chairman PT Gotong Royong menegaskan agar pemerintah hadir ditengah-tengah petani karet menyusul ambruknya harga karet ditingkat petani.

Fauzi Hasballah, Chairman PT Gotong Royong meminta pemerintah supaya membantu petani karet yang kini sudah ngos-ngosan dan jatuh miskin karena sudah tiga tahun harga karet selalu dibawah biaya produksi.

"Pemerintah kurang tanggap. Mereka membiarkan petani karet berjuang sendiri. Mana mungkin petani karet bisa mengangkat harga kalau tidak dibantu oleh pemerintah," ujarnya di Medan belum lama ini.

Dia mengatakan tingginya harga karet  tiga tahun  lalu berkait erat dengan melonjaknya harga minyak mentah hingga diatas $100 per barrel. Sekarang, paparnya, kondisinya sudah berbalik. "Harga minyak mentah turun menjadi $50 per barrel. Ini membuat harga karet sintetis jauh lebih murah dibandingkan dengan karet alami," tuturnya.


Langkah yang harus dibuat pemerintah dalam jangka pendek adalah mewajibkan penggunaan karet untuk membangun infrastuktur yang digalakkan pemerintahan Jokowi-JK. Sedangkan dalam jangka panjang, tuturnya, pemerintah harus mampu mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis karet alam di Indonesia. "Pasar karet kita selama ini tergantung kepada ekonomi Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan China. Kalau ekonomi negara-negara tersebut membaik permintaan karet alam akan naik," tuturnya.

Persoalannya, kata dia, karet sintetis yang menjadi pesaing karet alam jauh lebih murah harganya. Dia mencontohkan  China saat ini lebih banyak menggunakan karet sintetis dibandingkan dengan karet alam. Demikian juga Jepang dan negara industrei lainnya. Sementara, jelas Fauzi daya serap karet alam di dalam negeri relatif kecil. "Malah pemerintah mengizinkan investasi karet sintetis di Indonesia. Ini membuat daya serap karet alam Indonesia semakin mengecil." (em)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Pemerintah Akan Bangun 500 BTS

    JAKARTA (EKSPOSnews): Setelah meresmikan pengoperasian Palapa Ring, pemerintah merancang pembangunan 4.000 BTS yang akan dieksekusi sebanyak 500 BTS hingga akhir tahun ini dan sisanya pada 2020."Sampa

  • 8 bulan lalu

    Pemerintah Serahkan Rumah untuk Korban Gempa NTB

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyerahkan 40 ribu unit rumah untuk korban gempa Nusa Tenggara Barat yang telah dibangun den

  • 10 bulan lalu

    Pemerintah Tak Pernah Larang Habib Rizieq Pulang ke Indonesia

    BOGOR (EKSPOSnews): Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ronny Franky Sompie menjelaskan bahwa tak ada aturan yang melarang kepulangan Imam Besar

  • 10 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 11 bulan lalu

    Syarif Syaifulloh Bertani Organik di Amerika Serikat

    Nama Syarif Syaifulloh di Philadelpia Amerika Serikat cukup dikenal sebagai petani yang memberikan hasil pertanian secara gratis kepada masyarakat setempat dan lahan pertaniannya dijadikan sarana eduk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99