Kamis, 22 Agu 2019

Pemerintah Diminta Bantu Harga Sawit

Oleh: marsot
Senin, 25 Mar 2019 20:48
BAGIKAN:
istimewa.
Kebun sawit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta pemerintah membenahi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sehingga bisa naik  di tingkat petani.

Ketua Apkasindo Alfian  mengatakan harga TBS sawit saat ini sekitar Rp1.100 hingga Rp1.500 per kilogram (kg) di tingkat petani atau turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1.500/kg.

"Kami berharap agar pemerintah serius untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, " katanya, Senin 25 Maret 2019.

Dia berharap harga TBS tingkat petani kembali stabil di kisaran Rp1.400-Rp1.500 per kg sehingga petani mendapatkan keuntungan dan menyisihkan pendapatan untuk produktivitas sawitnya.

Peningkatan harga itu, tambahnya, tidak hanya untuk para petani mandiri saja, tapi juga perusahaan kelapa sawit di dalam negeri.

Terkait hal itu, dia juga mendorong petani untuk melakukan kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS) sehingga dapat memperoleh harga sawit yang bagus.

"Selama ini petani banyak yang belum melakukan kemitraan dengan PKS, kalau tidak melakukukan kemitraan tidak akan mendapatkan harga yang bagus," katanya.

Selain itu lanjutnya, pihaknya akan mendorong petani sawit melalui koperasi untuk mengembangkan pabrik kelapa sawit sehingga mereka bisa menentukan harga TBS.

"Petani belum berdaya menentukan batas harga (TBS) selama ini ditentukan oleh PKS," katanya.

Pada kesempatan itu Alfian yang terpilih sebagai Ketua dalam Munas ke IV Apkasindo itu menyatakan, tidak sedikit pihak yang ingin menggoyang Apkasindo dengan berbagai cara baik dari dalam ataupun dari luar, tapi semua itu bisa dimusyawarahkan.

Oleh karena itu, tambahnya, ke depan pihaknya ingin mengembalikan "roh" Apkasindo serta mengangkat derajat petani kelapa sawit.

"Untuk itu kita menggelar Pra Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Disitu para petani yang tersebar dari Aceh hingga Papua melalui DPW-nya akan mengungkapkan masalah-masalahnya dan akan kita pecahkan masalahnya bersama-sama," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pemerintah Tak Pernah Larang Habib Rizieq Pulang ke Indonesia

    BOGOR (EKSPOSnews): Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ronny Franky Sompie menjelaskan bahwa tak ada aturan yang melarang kepulangan Imam Besar

  • satu bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 2 bulan lalu

    Puluhan Nelayan Kurang Mampu Dapat Rumah dari Pemerintah

    PAINAN (EKSPOSnews): Sebanyak 70 nelayan di Nagari (Desa) Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menerima bantuan rumah layak dari pemerintah pusat."Biaya pembangunan p

  • 5 bulan lalu

    Pemerintah Tak Akan Subsidi Tiket Pesawat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan mensubsidi tiket pesawat niaga berjadwal untuk menekan harga tiket pesawat yang selama ini masih tinggi.“Enggak ada

  • 5 bulan lalu

    Pemerintah Akan Gugat Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus melakukan upaya negosiasi terkait diskriminasi minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99