Senin, 22 Okt 2018

Panen Udang Baring di Singkil

Oleh: marsot
Jumat, 10 Agu 2018 03:21
BAGIKAN:
istimewa.
Udang.
SINGKIL (EKSPOSnews): Masyarakat pesisir Kabupaten Aceh Singkil beramai-ramai panen udang sabu yang sedang musim di perairan lepas pantai menyusul ombak laut teduh dalam tiga hari terakhir.

Pantauan wartawan di Perairan Kecamatan Singkil, Singkil Utara dan Kuala Baru,  masyarakat nelayan pada umumnya banyak melakukan aktivitas menangguk udang kecil-kecil yang akrab disebut "udang baring".

Hal yang sama juga dilakukan nelayan di perairan Kepulauan Banyak, Kecamatan Pulau Banyak.

Selain nelayan, masyarakat biasa lainnya juga terlihat beramai-ramai melakukan aktivitas penanggukan di lepas pantai dengan alat tradisional.

Bila berjalan-jalan di kawasan sebagian pesisir Aceh Singkil, di setiap halaman rumah, rata-rata terpampang udang sabu yang terjemur beralaskan terpal dan tikar disertai baunya yang khas, bahkan sepanjang tepi jalan setiap lorong, dipenuhi dengan hamparan udang-udang sabu.

Aktivitas penjemuran udang sabu juga ramai dilakukan secara gotong royong, mulai dari orang dewasa, remaja dan anak-anak sembari membantu orang tuanya di tempat terbuka seperti, lapangan terbuka, tepi tepi-jalan.Proses produksi hasil panen juga dua macam, ada yang langsung dijemur dan ada juga ditumbuk lebih dahulu dan dijemur untuk dijadikan terasi.

Diar, masyarakat Singkil Utara kepada wartawan mengatakan, sudah tiga hari ini masyarakat panen udang sabu dengan cara ditangguk di tepi perairan karena ombak lagi teduh.

"Pendapatan masyarakat juga lumayan, bisa mencapai 3 hingga 5 karung sekali tangguk dalam tempo waktu 2 jam saja, yakni pagi atau sore," ujarnya, Kamis 9 Augustus 2018.

Biasanya, kata Diar, musimnya udang sabu di tepi-tepi perairan Singkil dalam tempo waktu 7 hari, selebihnya berangsur-angsur tidak ada lagi.

Kemudian, sambungnya, musim udang sabu juga 4 kali kurun waktu satu tahun di kala ombak teduh.

"Lima karung udang sabu yang didapat diperkirakan mencapai berat 40 kilogram, sementara bila sudah kering menjadi terasi bila dipasarkan Rp60 ribu/Kg," ujarnya.

Sementara bila udang Sabu diproduksi hanya dengan dijemur saja dijual dengan cara per kaleng Rp90 ribu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    17 Sekolah di Singkil Diliburkan karena Banjir

    ACEH SINGKIL (EKSPOSnews): Sebanyak 17 lembaga sekolah di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh terpaksa diliburkan akibat banjir masih merendam ruangan kelas serta halaman sekolah.Kepala Dinas Pendid

  • 3 bulan lalu

    4 Gudang Tembakau PTPN X Terbakar

    JEMBER (EKSPOSnews): Empat gudang tembakau milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Kertosari di Desa Pecoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur habis terbakar."Berdasarkan informasi warga, kebakaran terjadi

  • 3 bulan lalu

    BPOM Jakarta Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan penggrebegan terhadap sebuah gudang penyimpanan kosmetik diduga ilegal di Jalan Kapuk Utara no.21, Jakart

  • 5 bulan lalu

    Mengembangkan Udang Vaname di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memproduksi lebih dari 1.500 ton udang vaname pada tahun 2017 dengan nilai mencapai Rp135 juta."Jumlah produksi tersebut akan be

  • 7 bulan lalu

    Amankan Gudang Ikan Kaleng Bercacing

    BEKASI (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengamankan gudang penyimpanan produk ikan dalam kemasan kaleng yang dilarang beredar oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan karena mengandung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99