Selasa, 18 Jun 2019

Nelayan Aksi Bakar Ikan di Kantor Gubernur Kepri

Oleh: alex
Kamis, 07 Mar 2019 09:15
BAGIKAN:
istimewa.
Ikan.
TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Unjuk rasa puluhan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tanjungpinang-Bintan diwarnai dengan bakar ikan di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Rabu (6/3).

Ketua Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Pulau Bintan Buyung Adli mengatakan aksi bakar ikan sebagai wujud kekecewaan mereka terhadap Gubernur Nurdin Basirun, sekaligus sebagai simbol bahwa yang menggelar aksi tersebut adalah nelayan.

"Ini (aksi bakar ikan) membuktikan bahwa kami memang nelayan," ujarnya, Rabu 6 Maret 2019.

Buyung mengemukakan aksi tersebut akumulasi dari penolakan keras nelayan terhadap proyek reklamasi Gurindam 12 di Tepi Laut Tanjungpinang serta pengerukan alur kapal di kawasan Bintan pesisir.

Kedua kegiatan itu merusak lingkungan laut, mematikan ekosistem di perairan, dan mengganggu aktivitas nelayan. Karena itu, kata dia, proyek yang sudah berjalan mulai Januari 2019 itu meresahkan masyarakat nelayan di daerah ini.

"Pekerjaan proyek itu berdampak terhadap kerusakan lingkungan bawah laut, seperti terumbu karang dan biota laut lainnya," katanya.

Selain itu, lanjutnya, tempat reklamasi dan pengerukan alur kapal ini juga merupakan ruang tangkap nelayan tradisional, sehingga menyebabkan hasil tangkapan dan mata pencaharian sebagai nelayan semakin berkurang akibat ruang tangkap telah ditimbun atau direklamasi.

"Penghasilan kami yang biasanya Rp190 ribu per hari. Sejak ada aktivitas itu turun menjadi Rp80 ribu per hari," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengatakan beberapa organisasi yang tergabung di dalam Aliansi Nelayan Tanjungpinang-Bintan sepakat membuat pernyataan sikap kepada Pemprov Kepri, khususnya Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Dia menyatakan pula, setidaknya ada beberapa poin tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur, di antaranya menggantikan kerugian nelayan selama berlangsung kegiatan reklamasi dan pengerukan kapal, menghentikan kegiatan reklamasi dan pengerukan alur kapal.

Kemudian, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada nelayan atas sejumlah bentuk risiko yang dihadapi saat melakukan penangkapan ikan, dan memperjelas izin studi kelayakan reklamasi tepi laut Tanjungpinang dan pengerukan kapal di Bintan pesisir.

Selanjutnya, melibatkan nelayan dalam sosialisasi terkait kegiatan reklamasi dan pengerukan alur kapal. "Kami tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi AMDAL terkait pengerukan kapal maupun reklamasi," kata dia.

Buyung turut menegaskan para nelayan akan tetap berada di Kantor Gubernur Riau untuk mendengarkan langsung tanggapan Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyangkut tuntuan mereka.

"Tadi kata stafnya Pak Gubernur sedang tidak di tempat. Kami akan tunggu sampai beliau datang," katanya 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Puluhan Nelayan Kurang Mampu Dapat Rumah dari Pemerintah

    PAINAN (EKSPOSnews): Sebanyak 70 nelayan di Nagari (Desa) Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menerima bantuan rumah layak dari pemerintah pusat."Biaya pembangunan p

  • 3 bulan lalu

    2 Nelayan Aceh Tewas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sebanyak dua nelayan Aceh Besar meninggal dunia setelah tabung kompresor yang digunakan untuk menyelam meledak di perairan Aceh Besar.Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh Mifta

  • 3 bulan lalu

    2 Nelayan Aceh Divonis Mati karena Sabu-Sabu

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis dua nelayan asal Aceh Timur masing-masing dengan hukum mati karena terbukti menguasai narkoba jenis sabu-sabu dengan berat

  • 3 bulan lalu

    KBRI Belum Bisa Temui Nelayan Aceh yang Ditahan Myanmar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Aceh menyatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar hingga kini belum bisa menjumpai 23 nelayan Aceh yang ditangkap

  • 3 bulan lalu

    Titik Kumpul Nelayan Akan Dilengpaki Analisis Cuaca

    PADANG (EKSPOSnews): Seluruh pelabuhan dan titik kumpul nelayan di Sumatera Barat akan dilengkapi dengan display atau papan informasi elektronik yang berisi konten analisis cuaca BMKG yang bisa dipedo

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99