Selasa, 24 Apr 2018

Model Pertanian Bioindustri Berbasis Tebu

Oleh: Jefri
Jumat, 11 Agu 2017 05:29
BAGIKAN:
istimewa
Tebu.
KEDIRI (EKSPOSnews): Pertemuan antara pelaku sektor pertanian dan institusi pertanian, berlangsung di lahan eks tanaman tebu di Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Acara ini dihadiri Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Puguh Jatmiko, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Widodo Imam Santoso, Camat Kandat, Puji Hermono, Danramil Kandat, Kapten czi Martono dan Kapolsek Kandat, AKP Ketut Sujana. Selain Forpimka Kandat, temu lapang ini juga dihadiri BUMN yang bergerak di sektor pertanian, seperti Pupuk Kaltim dan Petrogres.
 
"Pertanian bioindustri merupakan sistem pertanian yang mengelola dan memanfaatkan secara optimal seluruh sumberdaya hayati, termasuk biomassa atau limbah organik pertanian bagi kesejahteraan masyarakat dalam ekosistem secara harmonis," jelas Widodo Imam Santoso, Kamis 10 Augustus 2017.
 
"Untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk pertanian Indonesia, sekaligus mengatasi lonjakan kebutuhan pangan dan energi ke depan," tambah Mayor Inf Puguh Jatmiko.
 
Dari hitung-hitungan, lahan seluas 1 hektare tanaman tebu di Desa Blabak, mampu menembus angka 75 ton, atau rata-rata secara keseluruhan perolehan petani mencapai sekitar 71 ton hingga 73 ton. Temu lapang ini juga membahas seputar pemanfaatan lahan tumpangsari, dimana lahan sisa disekitar tanaman tebu bisa dibudidayakan tanaman bawang.
 
"Pendekatan pembangunan pertanian bioindustri membutuhkan pola pengelolaan terpadu, melibatkan pemangku kepentingan dari aspek perancangan, implementasi, pelayanan, pembinaan dan pengendalian," kata Suyapto dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Malang.
 
Lanjut Suyapto ,"Prinsif bioindustri mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam skala ekonomi, baik integrasi vertikal, mencakup aspek hulu sampai hilir, serta integrasi horisontal yang mencakup berbagai komoditas dan jenis usaha."
 
Diacara ini juga, dilakukan penyerahan kartu tani berbasis elektronik, yang secara khusus disosialisasikan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri bersama pelaku sektor pertanian yang ada di Desa Blabak.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Pemerintah Distribusikan Lahan Tebu

    WAYKANAN (EKSPOSnews): Pemerintah pusat akan mendistribusikan lahan perkebunan tebu yang luasnya sekitar 25.000 ha kepada petani di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung."Pemkab Waykanan mengajukan dist

  • 4 bulan lalu

    PTPN XI Genjot Produksi Tebu

    SURABAYA (EKSPOSnews): Perseroan terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) XI pada 2018 menargetkan peningkatan produksi hingga lima juta tebu Ton Cane Day (TCD), atau naik dari realisasi tahun 2017 sebesa

  • 6 bulan lalu

    Mendorong Produksi Gula Merah dari Tebu di Waykanan

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mendukung program unggulan dinas perkebunan setempat pada 2018 yaitu produksi gula merah dengan menggunakan sari tebu."Di Waykanan banya

  • 8 bulan lalu

    Petani Tebu Ancam Unjuk Rasa

    KUDUS (EKSPOSnews): Petani tebu mengancam melakukan aksi unjuk rasa jika pemerintah dinilai tidak berpihak kepada mereka, karena beberapa kebijakan yang ada dinilai merugikan petani tebu."Alasan hingg

  • 9 bulan lalu

    Petani Tebu Cirebon Kesulitan Jual Hasil Panen

    CIREBON (EKSPOSnews): Para petani tebu asal Cirebon, Jawa Barat, yang tergabung pada Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengaku kesulitan menjual hasil panen mereka, dikarenakan beredarnya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99