Selasa, 07 Jul 2020

Mengembangkan Kelapa Kopyor di Padang Pariaman

Oleh: alex
Kamis, 27 Sep 2018 03:25
BAGIKAN:
istimewa.
Buah kelapa.
PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai mengembangkan budi daya kelapa jenis kopyor guna memenuhi kebutuhan pasar kelapa muda di provinsi itu.

"Sumbar dikenal dengan wisatanya dan sebagian wilayahnya terdapat di pesisir pantai yang panas sehingga permintaan akan kelapa muda pun cukup tinggi," kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Taufik Hidayat di Parit Malintang, Rabu 26 September 2018.

Ia menjelaskan dipilihnya jenis komoditi ini karena untuk kelapa muda harganya relatif lebih mahal dari pada jenis kelapa biasa yang ada di Padang Pariaman. "Di Pati, Jawa Tengah saja petani menjual kelapa kopyor Rp25 ribu per butir, sedangkan kelapa muda di sini sekitar Rp10 ribu per butir, itu pun sudah harga jual dari pedagang," ujarnya.

Sedangkan jenis kelapa yang ada di Padang Pariaman saat ini lebih cocok untuk penghasil santan dan minyak. "Lagi pula apabila jenis kelapa di Padang Pariaman digunakan untuk kelapa muda akan dapat mempengaruhi produksinya," katanya.

Oleh karena itu pihaknya telah membeli 500 batang bibit kelapa kopyor ke Pati, Jawa Tengah yang saat ini masih dalam tahap karantina.

Bibit kelapa tersebut rencananya akan diletakkan di demplot yang terdapat di Gasan Gadang dengan luas lahan dua hektare, Sungai Limau satu hektare, dan Sunua, Kecamatan Nan Sabaris satu hektare.

Ia menyampaikan dalam penanamannya pihaknya akan memilih kelompok tani yang betul-betul berminat.Namun sebelum diserahkan ke petani, lanjutnya pihaknya melaksanakan pelatihan terlebih dahulu agar petani mengetahui perawatan jenis kelapa kopyor.

Setelah sekitar empat hingga lima tahun ke depan, lanjutnya kelapa tersebut akan mulai berbuah dan dapat dijual, bahkan bila dimungkinkan buahnya dapat dijadikan bibit. "Bibit tersebutlah yang nantinya kita sebarluaskan ke petani lainnya," kata dia. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Membangun PLTS di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Sebanyak empat perusahaan yang tergabung dalam konsorsium segera membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mampu menghasilkan 50 megawatt di Kawasan Terpadu T

  • 2 tahun lalu

    Pembangunan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Terganjal Pembebasan Lahan

    PADANG (EKSPOSnews): Pembangunan Tol Trans Sumatera Padang Pariaman-Pekanbaru masih terganjal oleh proses pembebasan lahan yang belum selesai karena masyarakat menolak harga yang ditetapkan oleh tim p

  • 2 tahun lalu

    Mengembangkan Udang Vaname di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memproduksi lebih dari 1.500 ton udang vaname pada tahun 2017 dengan nilai mencapai Rp135 juta."Jumlah produksi tersebut akan be

  • 2 tahun lalu

    Pelayanan Nikah Terintegrasi di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menerapkan Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi (Panter) ke seluruh kecamatan daerah itu yang sebelumnya hanya

  • 2 tahun lalu

    Perizinan Daring di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat meluncurkan aplikasi pelayanan perizinan online atau dalam ja

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99