Rabu, 24 Mei 2017

Mengembangkan Ikan Baung di Lampung Tengah

Oleh: Marsot
Minggu, 12 Mar 2017 20:54
BAGIKAN:
istimewa
Menebar bibit ikan.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah akan menjadikan ikan baung sebagai komoditas unggulan di sektor perikanan.

Ikan baung punya nilai ekonomis yang tinggi. Selama ini banyak dijumpai di sungai-sungai di Lampung Tengah, kata Bupati Lampung Tengah Mustafa dalam rilis yang disampaikan Humas Pemkab Lampung Tengah yang diterima di Bandarlampung, Minggu 12 Maret 2017.

Bupati mengatakan, "Bagi saya ini adalah peluang atau potensi yang harus dikembangkan. Saya akan jadikan baung sebagai komoditas unggulan di Lampung Tengah." Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan sungai-sungai yang ada, ke depan akan membentuk kelompok-kelompok tani yang akan membudidayakan ikan baung secara profesional.

Mereka akan dilatih dan diberikan bantuan bibit untuk kemudian dikembangkan.

"Nanti kami juga akan jadikan ikan baung sebagai kuliner khas Lampung Tengah. Ketika mereka berkunjung ke sini, belum lengkap jika belum mencicipi ikan baung Lampung Tengah. Kami targetkan bisa memproduksi minimal 50.000 ikan baung setiap tahunnya," katanya.

Dengan potensi dan SDM yang mumpuni, dia merasa optimistis target tersebut dapat direalisasikan.

Ia berharap budi daya ikan baung bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat, khususnya petani ikan di Lampung Tengah.

"Ketika wisata kuliner juga berhasil dikembangkan, diharapkan Lampung Tengah bisa menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi para pengendara dan pendatang," kata Mustafa.

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampung Tengah Kuswadi Swardi mengatakan bahwa Lampung Tengah telah menjadi produsen ikan air tawar terbesar di Lampung. Namun, untuk ikan baung, diakuinya, ikan jenis ini makin langka, sementara permintaan sangat tinggi.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, menurut dia, tidak bisa hanya mengandalkan tangkapan alam.

"Harus kita budi dayakan. Saat ini sudah ada 12 kelompok tani yang siap membudidayakan ikan baung, mereka tersebar di Trimurjo, Simpang Agung, Kota Gajah, Seputih Raman dan Way Seputih," katanya.

Menurut dia, nilai jual ikan baung lebih tinggi daripada ikan lainnya. Misalnya, 1 kilogram ikan baung harganya sebesar Rp45 ribu s.d. Rp60 ribu atau jauh lebih tinggi daripada ikan lele.

Dari kandungan gizi, lanjut dia, ikan baung juga jauh lebih baik karena mengandung banyak protein dan Omega 3.

Bagi masyarakat yang ingin budi daya ikan baung secara mandiri, pihaknya juga menyiapkan bibit baung dengan kisaran harga Rp300 s.d. Rp500 per ekor dengan ukuran 3 cm.

"Di tengah tingginya animo terhadap ikan baung, saya rasa ini adalah peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Menjamurnya rumah makan dengan menu baung, permintaan terhadap ikan ini terus meningkat," katanya.

Ke depan, pihaknya juga akan membuat pelatihan pembuatan pakan ikan ekonomis sehingga petani tidak ketergantungan pada pakan ikan pabrikan. Di sisi lain, pakan ekonomis juga dapat menekan ongkos produksi petani menjadi lebih murah.

"Apa yang menjadi target Pak Mustafa menjadikan Lampung Tengah sebagai sentra penghasil baung insya Allah bisa direalisasikan. Bahkan, target kami bisa memproduksi hingga 100.000 ikan baung, minimal 50.000 ikan yang siap dipasarkan di seluruh Lampung," kata dia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Membangun Pasar di Lampung Tengah

    LAMPUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun ini akan membangun pasar baru yang tersebar pada empat lokasi yakni di Linggapura, Kecamatan Selagai Lingga, Pubian, Bandarjaya, dan Gay

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak