Rabu, 24 Okt 2018

Memproduktifkan Lahan Gambut di Sumatera Selatan

Oleh: marsot
Senin, 08 Jan 2018 10:30
BAGIKAN:
kemenlhk.go.id.
Restorasi gambut.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Areal gambut Sumatera Selatan akan dijadikan lahan ekonomi produktif supaya semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani di Palembang, mengatakan, pihaknya akan merestorasi lahan gambut antara lain menanam kembali areal yang sudah terbakar lalu.

Dia mengatakan, pada tahap awal akan dikembangkan kerajinan purun, bambu, pengolahan ikan, juga peternakan kerbau rawa, di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Hal ini karena tanaman tersebut dapat dijadikan antara lain kerajinan untuk pembuatan tikar purun, kata koordinator tim restorasi gambut Sumsel itu.

Diutamakan di kabupaten tersebut karena Ogan Komering Ilir banyak lahan gambut terbakar dibanding daerah lain, ujar dia, Senin 8 Januari 2018.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari sekitar 700-an ribu hektare lahan gambut di Sumsel yang terbakar, hampir setengahnya berada di kabupaten tersebut.

Dia menilai, kebakaran tersebut juga disebabkan berbagai aktivitas pertanian dan perikanan, yang selama ini tidak arif terhadap lahan gambut.

Padahal selama puluhan tahun, masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir telah mengembangkan usaha kerajinan dan pengolahan ikan yang sangat arif terhadap lingkungan, termasuk peternakan kerbau rawa.

Memang, ujar dia, sumber ekonomi yang arif dengan lingkungan tersebut mulai ditinggalkan masyarakat karena pemasarannya tidak berkembang atau sumber bahan bakunya mulai berkurang.

Dia mencontohkan, kerajinan purun dan bambu mulai jarang dikerjakan masyarakat karena pemasaran yang lemah, sementara ikan dari alam sudah mengalami kekurangan sejalan rusaknya gambut.

Sehubungan itu pihaknya akan mengembangkan ekonomi kreatif di sekitar lahan gambut terbakar tersebut, ujar dia.

Pihak tim juga merencanakan memberikan pelatihan dalam memaksimalkan ekonomi kreatif pada masyarakat di sekitar lahan gambut.

Jadi dalam mengembangkan hal tersebut, TRG Sumatera Selatan bukan hanya memberikan bantuan modal tetapi juga pelatihan terkait manajemen dan peningkatan kualitas produksi, tambah Program tersebut juga telah dibahas dalam diskusi yang digelar Mongabay Indonesia dalam merayakan usianya yang ke lima tahun beberapa waktu lalu.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Kebakaran Lahan Gambut di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kebakaran lahan gambut hingga kini masih terus terjadi di Provinsi Riau bahkan telah menyebabkan 11 rumah, tiga motor dan satu mobil milik warga terbakar di Dusun Rantau Benuan

  • 3 bulan lalu

    Biopeat Solusi Pemanfaatan Lahan Gambut

    PULAU BURUNG (EKSPOSnews): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan Biopeat adalah solusi pemanfaatan lahan gambut menjadi lahan perkebunan tanpa proses pembakaran."Ini telah diuji c

  • 3 bulan lalu

    Kekeringan Lahan Gambut di Dumai

    DUMAI (EKSPOSnews): Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazier Foead menilai kekeringan gambut di Kota Dumai, Riau makin mengkhawatirkan dalam musim kemarau ini, terlebih jelang Asean Games 2018."Harus

  • 4 bulan lalu

    Sumatera Selatan Kelebihan Energi Listrik

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Sumatera Selatan memiliki kelebihan energi listrik sekitar 500 megawatt sehingga pada saat berlangsung Asia Games di Palembang, 18 Agustus hingga 2 September, tidak akan terjad

  • 5 bulan lalu

    Membangun Pelabuhan OKI Pulp di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pembangunan pelabuhan barang khusus untuk bongkar muat produk tisu OKI Pulp di Tanjung Tapa, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menelan dana 200 juta dolar AS atau sekitar R

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99