Selasa, 26 Mei 2020

Mempertahankan Hutan di Kalimantan Timur

Oleh: alex
Kamis, 11 Apr 2019 05:13
BAGIKAN:
google earth.
Hutan.
SAMARINDA (EKSPOSnews): Tujuh bupati dan wali kota se-Provinsi Kalimantan Timur beserta gubernur itu bersepakat mempertahankan 690 ribu hektare (ha) hutan sampai dengan tahun 2030 di kawasan peruntukan perkebunan dan lahan dengan izin usaha perkebunan.

"Lahan seluas itu berasal dari sisa hutan alam seluas 640 ribu ha dan lahan gambut seluas 50 ribu ha. Kesepakatan mempertahankan lahan tersebut merupakan poin keempat dari hasil deklarasi kemarin," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad di Samarinda, Rabu 10 April 2019.

Ia menjelaskan, selama dua hari (9-10 April) Dinas Perkebunan se-Kaltim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Bappeda, Dinas Perizinan Satu Pintu, Badan Pertanahan, dan asosiasi pengusaha perkebunan sawit (GAPKI) Cabang Kaltim melakukan lokakarya Strategi Pembangunan Sawit Rendah Emisi.

Lokakarya yang disiapkan untuk menyepakati pengelolaan Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) ini merupakan komitmen untuk menentukan lokasi, model pengelolaan, dan data tentang ABKT di Kaltim.

Dalam rakor itu, peserta memvalidasi data spasial dan tabular perkebunan sawit di wilayah kerja mereka. Data-data ini kemudian diselaraskan dengan target Deklarasi Kesepakatan Pengembangan Kebun Berkelanjutan yang telah digelar pada 2017 lalu.

Pada poin keempat deklarasi yang ditandatangani tujuh bupati, wali kota, dan Gubernur Kaltim disebutkan bahwa pemerintah sepakat secara bersama-sama mempertahankan sisa hutan alam seluas 640 ribu ha dan lahan gambut seluas 50 ribu ha.

Kawasan ini merupakan ABKT, yakni kawasan berfungsi utama untuk perlindungan kelestarian lingkungan yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa.

"Biasanya ABKT dicirikan dengan kehadiran spesies langka atau jumlah keanekaragaman hayati yang tinggi," katanya.

Dalam proses standardisasi sawit lestari melalui Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustanaible Palm Oil (RSPO), katanya, pengelolaan ABKT menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua pemegang izin.

Sementara itu, penasihat senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wahjudi Wardojo mengatakan keanekaragaman hayati merupakan hal penting dalam sektor perkebunan.

"Tidak hanya flora dan fauna, keberadaan mikroba dalam hutan primer itu mempunyai manfaat langsung dan tidak langsung bagi manusia," tutur Wahjudi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Polda Riau Tetapkan Tersangka Pembakaran Hutan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menaikkan status perkara menjadi penyidikan dan segera menetapkan tersangka terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di k

  • 11 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 11 bulan lalu

    Upaya Hentikan Kebakaran Lahan dan Hutan

    Sebanyak 99 persen kebakaran hutan dan lahan dipicu ulah manusia, baik disengaja maupun tidak, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo  ketika membicarakan tentang k

  • 11 bulan lalu

    Perhutanan Sosial di Kabubaten Ogan Komering Ilir

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Jalan tanah berbatu sepanjang 10 kilometer dari Jalan Lintas Timur Sumatera ke Desa Lubuk Seberuk Blok D, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Se

  • 11 bulan lalu

    Bareskrim Usut Perusahaan Penyerobot Hutan di Sulawesi Tenggara

    KENDARI (EKSPOSnews): Personel gabungan Ditkrimsus Polda Sulawesi Tenggara dan Tim Bareskrim Polri mengusut dugaan tindak pidana penyerobotan kawasan hutan untuk penambangan tanah uruk tanpa Izin Pinj

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99