Minggu, 21 Jul 2019

Lobster dari Aceh

Oleh: marsot
Kamis, 28 Mar 2019 03:57
BAGIKAN:
istimewa.
Anak udang.
CALANG (EKSPOSnews): Mencari udang lobster menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat Desa atau Gampong Seunamprong, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, karena desa itu merupakan salah satu sentra penghasil udang lobster.

Pencari udang lobster di Desa Ceunamprong, Ismail (30) di Calang, mengatakan, ia dan sebagian besar masyarakat setempat mampu menangkap udang lobster secara tradisional atau dengan menyelam di laut.

"Desa Ceunamprong merupakan salah satu penghasil udang lobster di Aceh Jaya. Kami mencari udang lobster masih dengan cara tradisional yaitu dengan menyelam," katanya, Rabu 27 Maret 2019.

Ismail menyampaikan, dengan cara menyelam di laut dirinya bisa mendapatkan lobster 5 kilogram hingga 10 kilogram per malam dengan ukuran dan jenis beragam.

Ia menuturkan bahwa untuk harga lobster di Kabupaten Aceh Jaya masih stabil. Ada empat jenis lobster yang selama ini ditemukan di lepas pantai daerah Aceh Jaya, seperti jenis  maradona yang paling banyak diburu para penyelam di Aceh Jaya.

"Jenis lobster maradona, harga jualnya bisa mencapai Rp600 ribu sampai dengan Rp900 ribu per kilogram, ini harga di tingkat pengumpul lokal, tapi juga tergantung ukuran udang tersebut," jelasnya lagi.

Tiga jenis lain kata Ismail, yakni lobster Fatir di badrol sekitar Rp400.000/kg, lobster bambu seharga Rp360.000/ kg, dan jenis lobster batu seharga Rp260.000/kg

Ismail, menuturkan bahwa dirinya senang mencari lobster karena harganya yang mahal dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga, meskipun sangat berisiko saat menyelam.

"Kami sebagai penyelam tradisional banyak hal yang membuat kewalahan di laut, karena peralatan minim dan faktor cuaca yang berubah ubah menyebabkan hasil tangkapan tidak seperti yang diharapkan," imbuhnya

Oleh sebab itu, Ismail berharap pemerintah daerah dapat membantu warga dan memfasilitasi para nelayan khususnya nelayan tradisional dengan peralatan yang memadai.

"Kami berharap pemerintah memfasilitasi kebutuhan peralatan dan teknis untuk menambah dan meningkatkan pendapatan para penyelam lobster di Lhok Ceunamprong," harapnya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 4 hari lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 2 minggu lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 2 minggu lalu

    Melegalkan Poligami di Aceh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk mel

  • 3 minggu lalu

    Kebakaran Lahan di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Peristiwa kebakaran lahan telah terjadi di dua lokasi yang masing-masing menghanguskan sekitar 0,5 hektare areal, yakni Gampong (Desa) Lampineung, Kecamatan Baitussalam, dan G

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99