Minggu, 19 Nov 2017

Lawan Kebijakan Anti Sawit Prancis

Oleh: Marsot
Sabtu, 08 Jul 2017 04:10
BAGIKAN:
istimewa
Tandan Buah Segar (TBS).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah mengantisipasi rencana Prancis yang menyatakan akan membatasi penggunaan minyak sawit dalam produksi biodiesel, dengan alasan untuk mengurangi deforestasi dari negara-negara produsen sawit.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan bahwa apa yang dilakukan Prancis tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu bersama kementerian dan lembaga terkait, yang nantinya akan dijadikan pertimbangan dalam pengambilan langkah selanjutnya.

"Mungkin sekarang isunya lingkungan hidup, besok bisa lain lagi. Pemerintah akan ambil langkah, dan menyiapkan opsi," kata Karyanto, di Jakarta, Jumat 7 Juli 2017.

Menteri Lingkungan Prancis Nicolas Hulot, seperti dikutip dari Reuters, baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk membatasi impor minyak sawit yang dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan biofuel dalam upaya untuk mengurangi deforestasi pada negara asal.

Sebelum mengeluarkan rencana tersebut, Prancis juga pernah mewacanakan untuk mengenakan pajak progresif minyak (super tax) kelapa sawit yang diatur dalam Amandemen No.367 dan diadopsi oleh Majelis Tinggi Legislatif Prancis pada Januari 2016 lalu.

Prancis pada 2016, melakukan importasi biodiesel yang mengandung minyak sawit kurang lebih sebanyak 1,1 juta ton. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data pada 2010, yang sebesar 300.000 ton.

Karyanto mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk melindungi kepentingan nasional. Pihaknya juga menyatakan siap apabila permasalahan tersebut harus dibawa ke "Dispute Settlement Body World Trade Organization" (DSB WTO).

"Kami akan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Jika bisa dilawan di WTO, kami akan lawan," kata Karyanto.

Dalam upaya melakukan negosiasi dengan Prancis terkait rencana pembatasan impor tersebut, pemerintah juga berencana untuk menggandeng Malaysia yang merupakan produsen CPO terbesar kedua dan juga memanfaatkan forum-forum skala internasional.

Tercatat, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia ke dunia pada 2016 sebesar 21,5 juta ton. Secara nilai, industri sawit Indonesia menyumbang devisa sebesar 18,1 miliar dolar Amerika Serikat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Monaco Imbang Lawan Amiens

    PARIS (EKSPOSnews): Stevan Jovetic mencetak gol di pertengahan babak kedua untuk menyelamatkan hasil imbang 1-1 bagi Monaco saat bertandang ke Amiens, yang berjuang mempertahankan posisinya di Ligue 1

  • 2 minggu lalu

    PSG Gasak Angers

    PARIS (EKSPOSnews): Penampilan tajam Edinson Cavani berlanjut ketika penyerang Uruguay itu mengemas dua gol ketika sang pemuncak klasemen Liga Prancis Paris St Germain (PSG) menghancurkan tuan rumah A

  • 6 bulan lalu

    Kapal Layar Prancis Kandas di Sabang

    SABANG (EKSPOSnews): Kapal layar (Yacht) "Timshal" berbendera Prancis berlayar dari Sabang, Aceh, Kamis (1/6) tujuan Kepulauan Mauritis (Barat Daya Samudera Hindia) dan dihempas gelombang serta kandas

  • 6 bulan lalu

    AS Monaco Juara Liga Prancis

    PARIS (EKSPOSnews):AS Monaco meraih gelar Liga Prancis perdananya dalam 17 tahun dengan satu pertandingan tersisa ketika mereka menang 2-0 atas tamunya St Etienne pada Rabu, untuk mengakhiri dominasi

  • 6 bulan lalu

    AS Monaco Gasak Lille

    PARIS (EKSPOSnews): AS Monaco secara virtual mengamankan gelar Liga Prancis pertama mereka dalam 17 tahun, ketika mereka tidak memperlihatkan rasa iba saat menghancurkan Lille dengan skor 4-0 pada Min

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99