Jumat, 19 Jan 2018

Lawan Kebijakan Anti Sawit Prancis

Oleh: Marsot
Sabtu, 08 Jul 2017 04:10
BAGIKAN:
istimewa
Tandan Buah Segar (TBS).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah mengantisipasi rencana Prancis yang menyatakan akan membatasi penggunaan minyak sawit dalam produksi biodiesel, dengan alasan untuk mengurangi deforestasi dari negara-negara produsen sawit.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan bahwa apa yang dilakukan Prancis tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu bersama kementerian dan lembaga terkait, yang nantinya akan dijadikan pertimbangan dalam pengambilan langkah selanjutnya.

"Mungkin sekarang isunya lingkungan hidup, besok bisa lain lagi. Pemerintah akan ambil langkah, dan menyiapkan opsi," kata Karyanto, di Jakarta, Jumat 7 Juli 2017.

Menteri Lingkungan Prancis Nicolas Hulot, seperti dikutip dari Reuters, baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk membatasi impor minyak sawit yang dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan biofuel dalam upaya untuk mengurangi deforestasi pada negara asal.

Sebelum mengeluarkan rencana tersebut, Prancis juga pernah mewacanakan untuk mengenakan pajak progresif minyak (super tax) kelapa sawit yang diatur dalam Amandemen No.367 dan diadopsi oleh Majelis Tinggi Legislatif Prancis pada Januari 2016 lalu.

Prancis pada 2016, melakukan importasi biodiesel yang mengandung minyak sawit kurang lebih sebanyak 1,1 juta ton. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data pada 2010, yang sebesar 300.000 ton.

Karyanto mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk melindungi kepentingan nasional. Pihaknya juga menyatakan siap apabila permasalahan tersebut harus dibawa ke "Dispute Settlement Body World Trade Organization" (DSB WTO).

"Kami akan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Jika bisa dilawan di WTO, kami akan lawan," kata Karyanto.

Dalam upaya melakukan negosiasi dengan Prancis terkait rencana pembatasan impor tersebut, pemerintah juga berencana untuk menggandeng Malaysia yang merupakan produsen CPO terbesar kedua dan juga memanfaatkan forum-forum skala internasional.

Tercatat, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia ke dunia pada 2016 sebesar 21,5 juta ton. Secara nilai, industri sawit Indonesia menyumbang devisa sebesar 18,1 miliar dolar Amerika Serikat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Paris St Germain Hancurkan Dijon

    PARIS (EKSPOSnews): Neymar mengemas empat gol dan Edinson Cavani menjadi pencetak gol terbanyak bersama bagi Paris St Germain (PSG) ketika sang pemuncak klasemen Liga Prancis menghancurkan Dijon denga

  • satu bulan lalu

    Olympique Lyonnais Gasak Marseille

    PARIS (EKSPOSnews): Olympique Lyonnais mengamankan peringkat ketiga di klasemen Liga Prancis dengan kemenangan kandang 2-0 atas Olympique de Marseille pada Minggu.Nabil Fekir dan Mariano Diaz mencetak

  • satu bulan lalu

    PSG Hancurkan Rennais

    PARIS (EKSPOSnews): Neymar mencetak dua gol dan membantu terciptanya dua gol lain saat Paris St Germain memperpanjang keunggulan di Liga Prancis (Ligue 1) menjadi sembilan poin setelah menghancurkan S

  • satu bulan lalu

    PSG Hancurkan Lille

    PARIS (EKSPOSnews): Paris St Germain (PSG) berhasil menghindari kekalahan untuk kedua kalinya secara beruntun untuk menaklukkan Lille dengan skor 3-1 di Liga Prancis pada Sabtu, dan membuka keunggulan

  • 2 bulan lalu

    Strasborg Tumbangkan PSG

    PARIS (EKSPOSnews): Paris St Germain (PSG) menelan kekalahan pertama mereka di musim ini di semua kompetisi, di mana Strasborg mengakhiri aura tidak terkalahkan sang pemuncak klasemen di Liga Prancis

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99