Sabtu, 26 Mei 2018

Jasindo Proses Klaim Padi Puso

Oleh: alex
Jumat, 19 Jan 2018 18:51
BAGIKAN:
istimewa.
Panen padi.
BOJONEGORO (EKSPOSnews): PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Jawa Timur masih memproses klaim asuransi tanaman padi seluas 393 hektare yang puso di sejumlah desa di Kecamatan Baureno, disebabkan terendam air banjir luapan Bengawan Solo, beberapa waktu lalu.

"Tim PT Jasindo sudah melakukan verifikasi tanaman padi di Baureno, yang gagal panen terendam air banjir luapan Bengawan Solo, Rabu (17/1)," kata Kasi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Bojonegoro Susana, di Bojonegoro, Jumat 19 Januari 2018.

Menurut dia, proses verifikasi langsung dilakukan PT Jasindo, sebab luas tanaman padi yang mengalami musibah banjir luasnya lebih dari 10 hektare.

"Kalau tanaman padi yang masuk program asuransi usaha tani padi (AUTP) yang mengalami kerusakan akibat banjir lebih dari 10 hektare maka proses verifikasi langsung dilakukan PT Jasindo," ucapnya.

Ia menyebutkan tanaman padi seluas 393 hektare itu lokasinya di Desa Kauman, Bumiayu, Pomahan, Karangdayu, Kadungrejo dan Pucangarum, Kecamatan Baureno. Tanaman padi di daerah setempat usianya sekitar 2 bulan mati karena terendam air banjir luapan Bengawan Solo cukup lama.

Para petani pemilik tanaman padi seluas 393 hektare itu karena ikut program AUTP membayar premi sebesar Rp36.000/hektare dari total premi sebesar Rp180.000/hektare."Premi lainnya dibayar Pemerintah melalui APBN," ucapnya.

Ia memperkirakan proses pencairan klaim asuransi tanaman padi yang masuk program AUTP di Baureno itu bisa cair sekitar sebulan.

Petani pemilik tanaman padi seluas 393 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Baureno itu memperoleh klaim asuransi dari PT Jasindo yang besarnya Rp6 juta/hektare.

"Kalau tingkat kerusakannya di bawah 75 persen tidak bisa memperoleh klaim asuransi dari PT Jasindo," ujarnya. menjelaskan.

Dari keterangan yang diperoleh tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Baureno itu, terendam air banjir luapan Bengawan Solo yang masuk melalui Kali Ingas, kemudian menjebol tanggul di Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, awal Januari.

Sesuai data, kata dia, tanaman padi di daerahnya yang masuk program AUTP pada 2017 seluas 6.003,12 hektare, dengan total premi asuransi sebesar Rp159.501.960. Tanaman padi itu lokasinya di sejumlah desa di Kecamatan Balen, Malo, Kota, Baureno dan Kanor.

Dari tanaman padi pada 2017 itu, lanjut dia, untuk tanaman padi yang masuk program AUTP sejak 15 Maret sampai 31 Agustus sudah panen semuanya.

Begitu pula, kata dia, dari tanaman padi yang masuk program AUTP seluas 3.195,89 hektare, di antaranya seluas 393 hektare di Kecamatan Baureno, gagal panen, sedangkan tanaman padi yang selamat dari banjir mulai panen.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99