Senin, 25 Mei 2020
  • Home
  • Agribisnis
  • Jambi Akan Kurangi Ketergantungan Terhadap Sawit dan Karet

Jambi Akan Kurangi Ketergantungan Terhadap Sawit dan Karet

Kamis, 14 Jul 2016 03:55
BAGIKAN:
ist
Perkebunan Sawit.
JAMBI (EKSPOSnews):Gubernur Jambi Zumi Zola mengajak masyarakat di wilayahnya untuk mengurangi ketergantungan perekonomian pada dua komoditi, yakni kelapa sawit dan karet.

Dikatakannya, salah satu upaya untuk menyikapi ketergantungan perekonomian masyarakat Jambi terhadap komoditi karet dan sawit adalah diversifikasi komoditi, terlebih dengan kondisi harga getah karet dan sawit sejak beberapa tahun belakangan rendah.

"Maka dari itu saya meminta seluruh kabupaten/kota untuk memetakan potensi komoditi masing-masing untuk dikembangkan, pemerintah siap bantu. Jangan tergantung dengan sawit dan karet saja," katanya saat Halal bi Halal di Kabupaten Tebo, Rabu 13 Juli 2016.

Zola terus menyampaikan hal ini setiap berkunjung ke daerah karena menurutnya harga dua komoditi itu tak kunjung membaik.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya juga sudah mendiskusikan belum kunjung membaiknya harga karet dan sawit kepada Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, yang juga dianggapnya sebagai pengusaha sukses.

Zola menjelaskan, beberapa kabupaten juga sudah mulai memikirkan dan melakukan diversifikasi komoditi.

Seperti Kabupaten Sarolangun mengembangkan komoditi ubi racun dan jahe gajah, Kabupaten Kerinci mengembangkan komoditi tebu dan kayu manis dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengembangkan komoditi Kopi Libtukom sebagai perbaikan perekonomian.

Selain itu, Zola juga mengingatkan agar kabupaten/kota menjaga keseimbangan lahan untuk perkebunan dengan lahan untuk tanaman pangan.

"Selain untuk perkebunan, lahan untuk tanaman pangan harus dilindungi, apalagi luasan lahan pangan terus berkurang karena alih fungsi lahan," tegasnya.

Menurutnya, menjaga keseimbangan lahan untuk perkebunan dengan lahan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan juga sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Provinsi Jambi dengan provinsi lain dalam hal suplai pangan.

Terlebih lagi sering melonjaknya harga bahan pangan di Provinsi Jambi yang dipengaruhi oleh stok pangan Jambi yang tidak mencukupi.

"Potensi untuk pangan kita ada. Tapi kita harus terus berkomitmen untuk mengurangi pangan dari provinsi lain dengan meningkatkan stok pangan kita agar harga stabil. Ini untuk menyejahterakan masyarakat juga," katanya. (ant)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Menangkap Bos Pembalakan Liar di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Jambi dan Polres Muarojambi berhasil menangkap Direktur PT Tegar Nusantara Indah (TNI) berinisial RP alias Apeng atas tuduhan telah melakukan a

  • 8 bulan lalu

    Meremajakan Sawit di Rokan Hilir

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara V sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) menyatakan akan melakukan peremajaan 914 hektare perkebunan kelapa sawit raky

  • 11 bulan lalu

    Perkebunan Sawit di Nagan Raya Terbakar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Dua belas hektare  kebun kelapa sawit di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Selasa , terbakar termasuk empat hektare milik PT Fajar Bayzuri."Ada 12 hektare

  • 11 bulan lalu

    Daun Sawit untuk Anti Malaria

    MEDAN (EKSPOSnews): Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil memanfaatkan limbah daun kelapa sawit di Desa Rawa Sari, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara untuk dijadikan sebagai anti

  • 12 bulan lalu

    Kawanan Gajah Rusak Kebun Sawit

    LHOKSEUMWE (EKSPOSnews): Kawanan gajah merusak sekitar 15 hektare perkebunan sawit milik masyarakat di Gampong (desa) Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.“Dari pant

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99