Senin, 16 Jul 2018
  • Home
  • Agribisnis
  • Indonesia dan Malaysia Harus Kompak Lawan Kampanye Hitam Sawit

Indonesia dan Malaysia Harus Kompak Lawan Kampanye Hitam Sawit

Oleh: marsot
Sabtu, 30 Jun 2018 05:11
BAGIKAN:
marsot
Kebun kelapa sawit.
BOGOR (EKSOSnews): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Indonesia harus bergabung dengan negaranya untuk menentang tekanan dari Eropa terhadap industri minyak sawit.

Dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, PM Mahathir menyampaikan kepada negara tetangganya itu bahwa Malaysia juga menghadapi masalah sama dalam industri tersebut.

"Minyak sawit kami terancam oleh Eropa dan kita harus menentangnya bersama-sama," kata Mahathir dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Joko Widodo, Jumat 29 Juni 2018.

Uni Eropa adalah salah satu pasar terbesar ekspor minyak sawit kedua negara itu, tetapi UE membatasi penggunaannya untuk memenuhi sasaran kebersihan iklim.

Minyak kelapa sawit digunakan dalam berbagai produk dari cokelat hingga shampo, dan industri itu mendapat sorotan dalam beberapa tahun belakangan karena sering disalahkan akibat menyebabkan penggundulan lahan dan kebakaran hutan.

"Negara Eropa dulu ditutupi hutan tetapi mereka menebanginya dan tidak ada yang berdebat dengan mereka tentang itu. Tetapi ketika kita membersihkan lahan milik kami, mereka mengatakan bahwa itu mencemari iklim," kata perdana menteri berusia 92 tahun itu, yang baru-baru ini kembali berkuasa di Malaysia setelah kemenangan mengejutkan dalam pemilihan umum.

Mahathir juga mengatakan telah menghidupkan kembali rencana untuk bersama-sama mengembangkan mobil yang akan dijual di Asia Tenggara.

Di Jepang pada awal bulan ini, Mahathir mengatakan dia berharap untuk memulai proyek mobil baru untuk mengikuti Proton, perusahaan mobil yang didirikan selama tugas perdana pertamanya pada tahun 1983.

Awalnya mengambang tahun lalu, apa yang disebut "mobil ASEAN" akan dikembangkan oleh Proton dan PT Adiperkasa di Indonesia tetapi proyek itu ditangguhkan.

"Pada 2015 kami tidak dapat melanjutkan karena alasan tertentu tetapi sekarang kami berencana untuk melanjutkan proyek ini lagi," kata Mahathir, tanpa merinci lebih lanjut.

Proton berjuang dalam beberapa tahun belakangan dan pada tahun lalu, perusahaan otomotif dari China, yaitu Geely, membeli 49,9 persen saham dari produsen mobil tersebut.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Telkomsel Kampanye Internet

    BENGKULU (EKSPOSnews): InternetBAIK tahun ini akan diselenggarakan di 15 kota. Program CSR Telkomsel yang khusus diarahkan pada seruan penggunaan Internet secara BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspira

  • tahun lalu

    Waspadai Kampanye Hitam Minyak Sawit

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pihak perusahaan menyatakan masyarakat agar mewaspadai kampanye hitam dari pihak luar negeri yang berusaha melemahkan industri kelapa sawit yang perkembangannya cukup pesat da

  • tahun lalu

    Kaum Lansia Diminta Ikut Kampanye Budaya Hidup Sehat

    MEDAN (EKSPOSnews): Kalangan lanjut usia diminta untuk turut mengampanyekan budaya hidup sehat sehingga tingkat kesehatan masyarakat terus dapat meningkat."Mari kita buktikan bahwa lanjut usia (lansia

  • tahun lalu

    Kampanye Akbar di Mentawai

    MENTAWAI (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menurunkan 240 personel untuk pengamanan kampanye akbar yang digelar dua Pasangan Calon (Paslon) peserta Pemilih

  • 2 tahun lalu

    Kampanye Kotak Kosong di Pilkada Pati

    PATI (EKSPOSnews): Pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang bakal digelar pada 15 Februari 2017 mulai diwarnai kampanye kotak kosong. Kegiatan yang bern

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99