Jumat, 23 Agu 2019

Indonesia Harus Fokus ke Maritim

Oleh: marsot
Kamis, 28 Mar 2019 19:46
BAGIKAN:
istimewa.
Tol laut.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengingatkan pemerintah agar pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak meniru China atau negara lainnya karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan Tanah Air.

"Indonesia kalau mau bangun infrastruktur jangan tiru China. China punya kereta cepat, kita juga bangun kereta cepat. Jangan tiru Malaysia, Rusia. Kita ini negara maritim. Yang menyatukan 17 ribu pulau itu laut jadi laut harus jadi 'backbone' (tulang punggung)," katanya dalam diskusi politik pembangunan infrastruktur di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Faisal menyebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, urat nadi logistik nasional seharusnya berbasis pada transportasi laut. Namun, hingga saat ini transportasi laut masih belum dioptimalkan dengan baik.

Dalam laporan World Economic Forum 2016, ranking Indonesia lebih rendah dari China, Malaysia, Singapura dan Thailand untuk kualitas infrastruktur pelabuhan. Indonesia juga berada di bawah rata-rata negara Asia Timur dan Pasifik dalam Logistic Performance Index 2016.

Capaian tersebut mengindikasikan Indonesia memiliki kualitas layanan maritim yang rendah. Biaya logistik di Indonesia pun masih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

"Jadi kalau bisnis di Indonesia habis di ongkos. Jadi barang sampai tujuan kalah kompetitif dari negara lain, dengan Vietnam, Thailand, China, Malaysia, Filipina," katanya.

Oleh karena itu, Faisal mengajak pemangku kepentingan untuk fokus pada pembangunan maritim, khususnya laut. Dengan fokus pada pembangunan maritim, maka anggaran pemerintah bisa dialokasikan bagi pemberdayaan masyarakat.

"Tol laut itu cara berpikir darat yang dipakai di laut. Di laut itu, semua jalan tol! Jalan tol tidak perlu semen, aspal, pembebasan lahan. Ayo bangun infrastruktur, kita dayagunakan seluruh potensi yang ada supaya dana pemerintah bisa konsen untuk pemberdayaan masyarakat terutama untuk masyarakat 40 persen terbawah," tuturnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Penyelundupan Barang China Rugikan Indonesia Triliunan Rupiah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan jutaan produk ilegal asal China dan potensi kerugian negara akibat masuknya barang-barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp

  • 2 bulan lalu

    Jepang Buka Lowongan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

    MANADO (EKSPOSnews): Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar bagi calon-calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang ingin bekerja di negara Jepang."Hal ini menyusul ditandatanganinya Memor

  • 2 bulan lalu

    Aroma Kopi Indonesia di Jerman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Booth kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional “specialty coffee internasional, World of Coffee 2019 Berlin, Jerman, yang berlangsung dari tang

  • 3 bulan lalu

    Semen Indonesia Group Santuni Anak Yatim di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Semen Indonesia Group (SMIG) memberikan santunan kepada 231 anak yatim yang berada di daerah operasi perusahaan tersebut yakni Lhoknga dan Leupung Kabupaten Aceh Besar, Provin

  • 3 bulan lalu

    Peta Hutan Adat di Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan Peta Hutan Adat dan Wilayah Indikatif Hutan Adat Fase I untuk menjamin usulan-usulan di daerah yang telah memiliki

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99