Rabu, 20 Mar 2019

Impor CPO India dari Indonesia Turun

Oleh: alex
Minggu, 09 Des 2018 04:58
BAGIKAN:
marsot
Kebun sawit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Amerika Serikat menyusul China dan Pakistan mengimpor minyak sawit dari Indonesia, demikian pernyataan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Dalam pernyataan yang diterima dari Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjonodi Jakarta, disebutkan bahwa hingga Oktober 2018 Amerika Serikat mencatatkan kenaikan impor meskipun secara volume tidak besar.

"Tapi secara persentase sangat signifikan yaitu 129 persen atau dari 58,20 ribu ton naik menjadi 133,46 ribu ton," katanya, Sabtu 8 Desember 2018.

Pada Oktober 2018, katanya, China meningkatkan impor minyak sawit dari Indonesia hingga 63 persen atau dari 332,52 ribu ton di September terkatrol menjadi 541.81 ribu ton.

Volume impor tersebut di luar dari permintaan untuk biodiesel.

Dia menjelaskan kenaikan impor juga dicatatkan oleh Pakistan sebesar 76 persen atau dari 140,16 ribu ton melonjak menjadi 246,97 ribu ton.

Pada Oktober 2018, kata dia, merupakan volume impor tertinggi sejak Oktober 2015.

Melonjaknya permintaan oleh Pakistan karena harga yang murah dan untuk pengisian stok di dalam negeri di mana beberapa bulan terakhir impor minyak sawit Pakistan mengalami perlambatan akibat dari kondisi ekonomi Pakistan yang sedang kurang baik karena defisit neraca perdagangan yang tinggi.

Di sisi lain, pada Oktober India mencatatkan penurunan sebesar 12 persen namun secara volume India tetap menjadi pengimpor minyak sawit tertinggi dari Indonesia.

Oktober ini volume impor CPO dan produk turunannya oleh India hanya mampu mencapai 698,17 ribu ton, di mana bulan sebelumnya mencapai 779,44 ribu ton.

Penurunan impor juga diikuti oleh Negara Uni Eropa yakni delapan persen dan negara Afrika 40 persen.

Di sisi produksi, sepanjang bulan Oktober 2018 produksi diprediksi mencapai 4,51 juta ton atau naik sekitar 2 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 4,41 juta ton.

Naiknya produksi yang tidak terlalu signifikan dibarengi dengan ekspor yang meningkat menyebabkan penggunaan untuk biodiesel, stok minyak sawit Indonesia menurun menjadi kira-kira 4,41 juta ton.

Di sisi harga, sepanjang Oktober 2018 harga bergerak di kisaran 512,50 dolar AS hingga 537,50 dolar AS per metrik ton CIF Rotterdam, dengan harga rata-rata 527,10 dolar AS per metrik ton.

Harga CPO global, tambahnya, terus tertekan karena harga minyak nabati lain yang sedang jatuh, khususnya kedelai dan stok minyak sawit yang masih cukup melimpah di Indonesia dan Malaysia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengatakan pihaknya siap memenuhi kebutuhan Jepang akan tenaga kerja dari Indonesia.Dari siaran pers Kemnaker,  menyebutkan

  • 7 hari lalu

    Indonesia Pertimbangkan Larang Penerbangan Boeing 737 Max

    JAKARTA (MM): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah bisa saja mempertimbangkan larangan beroperasi untuk pesawat Boeing 737 Max 8 seperti yang dilakukan

  • 3 minggu lalu

    Indonesia Masih Miliki Cadangan Gas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Satuan Kerja Khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) mengidentifikasi ada 10 potensi wilayah kerja yang memiliki cadangan migas.Wilayah tersebut adalah North Sumatera (Mesozoic Pl

  • 3 minggu lalu

    Indonesai, Malaysia, dan Thailand Sepakat Pangkas Ekspor Karet

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketiga negara produsen utama karet alam (natural rubber) dunia yakni Thailand, Indonesia dan Malaysia sepakat mengurangi ekspor karet sebanyak 200.000 sampai 300.000 metrik ton g

  • satu bulan lalu

    Barata Indonesia Akan Produksi Roda Kereta Api

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT.Barata Indonesia (Persero) bersiap untuk meningkatkan kapasitas manufaktur perusahaan dengan memproduksi roda kereta api nasional.Keseriusan industri nasional dalam memproduks

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99