Rabu, 24 Jul 2019

Hukum Berat Penyelundup Lobster

Oleh: alex
Kamis, 27 Sep 2018 13:03
BAGIKAN:
istimewa.
Ditahan.
JAMBI (EKSPOSnews): Pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi berharap hakim dan jaksa penuntut umum yang mengadili kasus ini menghukum secara maksimal terdakwa atau pelaku penyelundupan 92 ribu ekor benih lobster yang ditangkap beberapa waktu lalu.

"Saya berharap aparat penegak hukum khususnya yang mengadili kasus penyelundupan benih lobster tersebut, dapat menjatuhkan hukuman maksimal, sehingga bisa membuat efek jera kepada pelaku lainnya," kata Kasubsi Pengawasan dan Pengendalian BKIPM Jambi Paiman, di Jambi, Kamis 27 September 2018.

Dengan hukuman maksimal diharapkan pelaku lainnya menimbulkan efek jera, sehingga tidak akan melakukan perbuatan itu lagi.

Pada beberapa kasus penyelundupan benih lobster ada di antaranya pelaku dihukum maksimal dan ada juga dihukum bebas maupun ringan, sehingga dinilai tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku dan mereka akan terus melakukan aksi tersebut.

Kasus terakhir yang akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi adalah terdakwa penyelundupan benih lobster sebanyak 92 ribu ekor, kini menjalani proses persidangan dan masuk dalam tahap penuntutan.

Terdakwa Afrizal disidangkan dengan ketua majelis hakim Sri Warni Wati, dan didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 88 UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dalam keterangannya, saksi dari kepolisian Zulfahri menjelaskan, terdakwa tertangkap pada Minggu 5 Agustus 2018 di perairan Tanjung Jabung Timur. Saat itu, personel Satuan Polisi Perairan Polda Jambi sedang melaksanakan patroli di wilayah perairan Muara Kuala Lagan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kemudian, saat diperiksa, ternyata terdapat 18 kotak plastik warna hitam berisi baby lobster, dan saat diperiksa tidak memiliki dokumen resmi sehingga harus ditahan dan diperiksa untuk pengembangan kasusnya.

Menurut keterangan terdakwa diketahui bahwa terdakwa hanya ditugaskan unguk mengangkut baby lobster atas permintaan Agus kini melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolsiian serta benih lobster tersebut akan dikirim menuju Kuala Lagan.

Dari sana, benih lobster itu akan dibawa ke Singapura dan terdakwa mengaku memperoleh upah sebesar Rp300 ribu dan menyewa kapal pompong, kemudian di Kuala Lagan mereka telah ditunggu seseorang bernama Son, juga masih DPO (buron).

Didapati barang bukti 18 kotak styrofoam berisi benih udang lobster jenis pasir sebanyak 89.460 ekor, dua kotak styrofoam berisi benih udang lobster jenis mutiara sebanyak 3.385 ekor, sehingga total mencapai 92.861 ekor benih lobster yang diselamatkan dari penyelundupan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Hukum Berat Pembunuh Pendeta di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan, Women's Crisis Center Palembang, meminta penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan menghukum berat dua tersangka pembunuh calon

  • 5 bulan lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan

  • 8 bulan lalu

    Hukum Berat Pengoplos Elpiji

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen Pertamina meminta pihak Kepolisian melakukan penindakan hukum secara tegas dan tuntas kepada pelaku penyelewengan elpiji 3 Kg."Manajemen mengapresiasi dan mendukung penga

  • 10 bulan lalu

    Penyeludupan Lobster Mulai Diadili

    JAMBI (EKSPOSnews): Terdakwa kasus dugaan penyeludupan benih udang lobster 92 ribu ekor melalui perairan laut Tanjung Jabung Timur, Afrizal, menjalani persidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jambi

  • tahun lalu

    Hukum Berat Pengoplos Gas Elpiji

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta Polda Sumut agar memberikan sanksi hukuman berat pelaku pengoplosan dan penjual tabung gas elpiji kepada masyarakat."Tersan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99