Sabtu, 23 Nov 2019

Gubernur Kepri Tak Peduli Lingkungan

Oleh: marsot
Rabu, 27 Mar 2019 04:46
BAGIKAN:
istimewa.
Hutan rusak.
TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun dan Bupati Bintan, Apri Sujadi dianggap tidak peduli lingkungan karena membiarkan penambangan bauksit yang merusak lingkungan terus berlangsung.

Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatra KLHK, Edward Hutapea, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, mengatakan, ketidakpedulian Gubernur Nurdin Basirun dan Bupati Apri Sujadi terhadap lingkungan terlihat dari masih adanya aktivitas pertambangan bauksit yang merusak hutan dan lingkungan.

"Kalau kedua pemerintahan daerah itu peduli terhadap lingkungan, seharusnya cabut izinnya, hentikan pekerjaannya. Ini lingkungan dan hutan sudah rusak parah di daratan Bintan dan pulau-pulau daerah tersebut," katanya, Selasa 26 Maret 2019.

Ia mengungkapkan, aktivitas pertambangan bauksit di Bintan begitu massif terjadi sampai sekarang., padahal kedua kepala daerah itu memiliki wewenang untuk mencabut berbagai izin pertambangan bauksit.

Edo demikian sapaan akrabnya mengatakan KLHK dapat saja menghentikan aktivitas pertambangan di Pulau Dendang, Pulau Angkut, Pulau Telang Kecil dan Pulau Mana, namun ada berbagai pertimbangan, terutama terkait keselamatan petugas saat melakukan penegakan hukum.

"Kami ini seperti jalan sendiri, tidak dapat dukungan dari institusi lainnya dalam melakukan penegakan hukum. Padahal apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan negara dan masyarakat. Kami sudah memperhitungkan potensi yang akan terjadi jika kami melakukan penegakan hukum di lapangan," tegasnya.

Edo mengajak seluruh pihak yang berkompeten untuk bersinergi dalam menangani kasus ini karena pelanggaran yang dilakukan tampak jelas.

"Dari hasil penyelidikan, kami sangat paham apa yang terjadi," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Antara, aktivitas pertambangan dan pengangkutan batu bauksit masih berlangsung di Pulau Dendang, Pulau Angkut dan Pulau Telang Kecil.

"Di Pulau Dendang ada lima kapal tongkang yang sudah berisi batu bauksit. Di Pulau Telang Kecil masih 'loading'. Ada dua kapal induk juga di sekitar perairan Bintan, yang siap mengangkut batu bauksit tersebut," ujarnya.

Perusahaan yang melakukan pertambangan dan pengangkutan batu bauksit di Pulau Dendang yakni Buana Sinar Khatulistiwa, sementara di Telang Kecil dilakukan oleh AS, salah seorang pengusaha.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    PTPN III Salurkan Dana Kemitraan dan Bina Lingkungan

    MEDAN (EKSPOSnews): Program peduli masyarakat dan lingkungan terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero) dengan mengucurkan Dana Kemitraan dan bantuan Bina Lingkungan kepada masyarakat Sumatera Utar

  • 8 bulan lalu

    Hak Angket DPRD untuk Gubernur Kepulauan Riau

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari empat fraksi akan mengajukan hak angket terkait dugaan pelanggaran visi misi pemerintah yang dilakukan Gubernur Nurdin Basirun.Wak

  • 8 bulan lalu

    Kasus Kerusakan Lingkungan di Kepulauan Riau Naik ke Pengadilan

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan bauksit di pulau-pulau di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan R

  • 8 bulan lalu

    PTPN IV Peduli Lingkungan, Telah Salurkan Rp344,7 miliar

    MEDAN (EKSPOSnews): Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar, PTPN IV kembali melaksanakan program  Corporate Social Responsibility_ (CSR).Bantuan program CSR kali ini diberikan

  • 9 bulan lalu

    Nelayan Aksi Bakar Ikan di Kantor Gubernur Kepri

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Unjuk rasa puluhan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Tanjungpinang-Bintan diwarnai dengan bakar ikan di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Rabu (6/3).Ketua Ne

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99