Senin, 19 Feb 2018

Garam Impor Digelontorkan ke Pasar

Oleh: Marsot
Jumat, 11 Agu 2017 14:30
BAGIKAN:
istimewa
Garam impor.
SURABAYA (EKSPOSnews): Sebanyak 27.500 ton garam impor dari Australia yang akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya rencananya disebar ke sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di tiga wilayah yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat.

Direktur Keuangan PT Garam, Anang Abdul Qoyyum di Surabaya,  mengatakan, rencananya Kapal MV Golden Kiku pada Jumat pukul 18.00 WIB akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan membawa garam impor sebanyak 27.500 Ton.

"Garam impor yang kami turunkan di Surabaya ini akan menyasar IKM di wilayah Jatim dan Jateng, ditambah beberapa IKM yang ada di Kalimantan Barat. Kemudian akan diproses dan dijual di pasaran," ujarnya, Jumat 11 Augustus 2017.

Ia berharap dengan masuknya garam impor dari Australia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, secara berangsur akan menekan harga garam di pasaran khususnya wilayah setempat sekitar Rp4.500 hingga Rp5.000.

Anang mengaku, PT Garam saat ini sedang melakukan verifikasi sejumlah IKM yang ada di tiga wilayah tersebut, tujuannya agar tidak ada IKM abal-abal yang menerima garam impor Australia.

Sementara itu, garam yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak akan diturunkan dan disimpan terlebih dahulu di gudang PT Garam yang ada di wilayah Surabaya, kemudian akan didistribusikan secara berangsur-angsur.

Sebelumnya, kedatangan garam impor ke Indonesia tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, yakni tahapan pertama pada Kamis (10/8) dini hari menggunakan Kapal MV. Eco Destiny di Pelabuhan Ciwandan Banten, dengan membawa muatan 25.000 ton, dan disebar untuk wilayah Jateng, Jabar dan DKI Jakarta.

Kedatangan kedua menggunakan Kapal MV Golden Kiku pada tanggal 11 Agustus 2017 pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa garam sebanyak 27.500 ton.

Selanjutnya, kedatangan ketiga menggunakan Kapal MV Uni Challenge dan dijadwalkan tiba pada tanggal 21 Agustus 2017 di Pelabuhan Belawan, Medan dengan membawa garam 22.500 ton, dan disebar ke sejumlah IKM di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Kedatangan garam impor dari Australia merupakan komitmen PT Garam dalam menjalankan penugasan dari pemerintah, dengan total impor garam bahan baku untuk konsumsi sebesar 75.000 ton dan kadar NaCl 97 persen.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pasar Murah di Parapat

    PARAPAT (EKSPOSnews): Pemkab Simalungun, Sumatera Utara, mengadakan pelayanan pasar murah di Parapat kawasan Danau Toba untuk meringankan beban masyarakat atas kenaikan harga bahan pokok."Kami siapkan

  • 4 minggu lalu

    PTPN IV Gelar Pasar Murah

    MEDAN (EKSPOSnews): "PTPN IV sebagai salah satu Anak Perusahaan BUMN Perkebunan selalu berkeinginan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar karena keberadaan kami berdampingan langsung

  • satu bulan lalu

    Ratusan Kios Pedagang Pasar Ateh Sudah Dibangun

    BUKITTINGGI (EKSPOSnews): Sebanyak 465 unit kios bagi pedagang terdampak kebakaran pertokoan Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, telah selesai dibangun."Kebutuhan sebanyak 763 kios dan baru

  • satu bulan lalu

    Akses Jalan ke Pasar Induk Tuntungan Ditambah

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Medan menambah akses jalan menuju Pasar Induk Tuntungan sehingga nantinya lebih memudahkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional modern tersebut.Wali Kot

  • 2 bulan lalu

    Revitalisasi Pasar Pingit Yagyakarta

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Perdagangan Erggartiasto Lukito meninjau hasil revitalisasi fisik Pasar Pingit Yogyakarta yang didanai dengan dana tugas pembantuan dari pemerintahan pusat pada 2016."

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99