Rabu, 18 Jul 2018

Eksekusi Rawa Tripa

Oleh: alex
Jumat, 13 Jul 2018 05:42
BAGIKAN:
istimewa.
Lahan gambut.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kalangan aktivis lingkungan hidup menyerahkan dukungan kepada Pengadilan Tinggi Banda Aceh terhadap eksekusi perkara pembakaran hutan gambut Rawa Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Dukungan diserahkan Badrul Irfan dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) kepada Pengadilan Tinggi Banda Aceh di Banda Aceh, Kamis 12 Juli 2018.

Badrul Irfan mengatakan, dukungan yang diserahkan tersebut dalam bentuk petisi berbasis daring atau "online" melalui change.org. Petisi ini mendapat dukungan 120 ribu lebih.

"Petisi yang kami serahkan ini dalam bentuk dukungan moral kepada Pengadilan Tinggi Banda Aceh untuk mengeksekusi perkara pembakaran lahan di hutan gambut rawa Tripa, Nagan Raya," kata Badrul Irfan.

Aktivis lingkungan hidup itu menyebutkan, sebelumnya Mahkamah Agung RI menghukum PT Kalista Alam, perusahaan perkebunan sawit, membayar denda mencapai Rp366 miliar.

Perusahaan perkebunan sawit tersebut dihukum membayar denda karena terbukti membakar lahan mencapai 1.600 hektare di hutan gambut rawa Tripa. Lahan yang dibakar tersebut merupakan kawasan lindung, kata Badrul Irfan.

Namun dalam perjalanannya, sebut dia, PT Kalista Alam menggugat dengan objek perkara yang sama ke Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat. Oleh majelis hakim, gugatan dikabulkan, sehingga eksekusi hukuman denda ratusan miliar tidak bisa dilakukan.

"Karena itu kami menyerahkan dukungan kepada Pengadilan Tinggi Banda Aceh agar membatalkan gugatan Pengadilan Negeri Banda Aceh, sehingga putusan Mahkamah Agung yang menghukum PT Kalista Alam bisa dieksekusi," ujar Badrul Irfan.

Humas Pengadilan Tinggi Banda Aceh Maratua Rambe mengapresiasi kalangan aktivis lingkungan di Provinsi Aceh yang mengawal perkara yang ditangani pengadilan.

"Kami berterima kasih atas dukungan ini. Selanjutnya, dukungan ini akan kami sampaikan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Saat ini beliau sedang berada di luar daerah," kata Maratua Rambe.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Kapal Pembajak Dieksekusi di Batam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, berhasil mengeksekusi barang bukti kapal MT Matahari Laut yang berada di Bandar Victory, Batam, Kepulauan Riau, terkait tindak pidan

  • 3 bulan lalu

    Segera Eksekusi Lahan Register 40 di Padang Lawas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Untuk Keadilan Hukum (GMSKH) menitipkan surat untuk Jaksa Agung M Prasetyo untuk segera mengeksekusi lahan Hutan Register

  • 5 bulan lalu

    Eksekusi Lahan PTPN V Ditunda

    PEKANBARU (EKSPOSnews): eksekusi lahan PT Perkebunan Nusantara V Sei Langkah seluas 2.823 hektare oleh Pengadilan Negeri Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dipastikan ditunda.Kepastian penund

  • 5 bulan lalu

    PTPN V Tolak Eksekusi Lahan Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan KUD Bumi Asih menolak eksekusi pengosongan lahan kebun kelapa sawit seluas 2.823,52 hektare milik yang akan dilakukan Pengadilan Negeri Bangk

  • 5 bulan lalu

    Lahan untuk Suku Anak Dalam Tak Bisa Dieksekusi

    JAMBI (EKSPOSnews): Bupati Sarolangun, Cek Endra menyatakan status pemberian izin lahan dari pemerintah pusat untuk Suku Anak Dalam (SAD) di kabupaten yang masuk Provinsi Jambi itu tidak bisa diekseku

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99