Selasa, 26 Mei 2020

Delegasi Indonesia Bahas Diskriminasi Sawit

Oleh: marsot
Selasa, 09 Apr 2019 04:27
BAGIKAN:
istimewa.
Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ini memimpin delegasi Indonesia dalam lawatan resmi ke markas Uni Eropa di Brussels, Belgia, untuk membahas persoalan diskriminasi atas produk kelapa sawit.

Keterangan pers Kemenko Perekonomian yang diterima di Jakarta, menyatakan lawatan ini merupakan kerangka misi bersama negara-negara produsen sawit yang tergabung dalam wadah Dewan Negara Produsen Sawit (CPOPC).

Kunjungan ini merupakan respon atas kebijakan Uni Eropa yang mengklasifikan produk kelapa sawit sebagai komoditas bahan bakar nabati yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi.

Kebijakan diskriminatif itu telah diadopsi oleh Komisi Eropa pada 13 Maret 2019 dalam regulasi turunan (delegated act) dari kebijakan direktif energi terbarukan II atau RED II. Dalam kunjungan selama dua hari ini, delegasi akan melakukan pertemuan dengan komisi, parlemen dan dewan eropa serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai pasok industri sawit di Uni Eropa.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sepuluh poin sikap atas langkah diskriminatif Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit. Pemerintah juga telah menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa melalui pertemuan dengan International Chamber of Commerce and European Union MNCs di Kementerian Luar Negeri pada 20 Maret 2019.

Dalam pertemuan itu, Darmin menegaskan hubungan baik antara Indonesia dan Uni Eropa yang terjalin sejak lama, terutama dalam bidang ekonomi, seharusnya tetap dapat dibina dengan baik.

Delegasi ke Brussels ini terdiri atas Staf Khusus Kementerian Luar Negeri RI Peter F. Gontha dan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Mahmud.

Kemudian, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati, dan perwakilan asosiasi kelapa sawit nasional.

Selain itu, ikut hadir delegasi Malaysia dan Kolombia sebagai bagian dari wadah CPOPC yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Industri Utama Malaysia Dato Tan Yew Chong serta Duta Besar Kolombia di Brussel Felipe Garcia Echeverri.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Pemerintah Akan Gugat Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus melakukan upaya negosiasi terkait diskriminasi minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99