Rabu, 15 Agu 2018

Biopeat Solusi Pemanfaatan Lahan Gambut

Oleh: marsot
Kamis, 09 Agu 2018 03:37
BAGIKAN:
istimewa.
Lahan gambut.
PULAU BURUNG (EKSPOSnews): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan Biopeat adalah solusi pemanfaatan lahan gambut menjadi lahan perkebunan tanpa proses pembakaran.

"Ini telah diuji coba selama 8 tahun, ini solusi kalau mau menanam enggak usah dibakar tapi dengan menaburkan Biopeat," kata Kepala BPPT, Unggul Priyanto saat peluncuran Biopeat di Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Rabu 8 Augustus 2018.

Ia mengatakan Biopeat akan membakar keasaman tanah gambut sehingga bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan.

Selain itu, Biopeat juga mengandung unsur pupuk yang dapat membuat buah yang dihasilkan lebih manis dibanding tidak menggunakan Biopeat.

"Masalah kebakaran lahan gambut, dengan adanya diseminasi ini, bisa jadi satu solusi. Masyarakat butuh untuk kehidupan ekonomi lebih baik," kata dia.

Ia pun optimis, inovasi itu bisa diterapkan di daerah lainnya, termasuk Kalimantan yang memiliki banyak lahan gambut yang belum dapat dimanfaatkan.

Biopeat pun siap dikomersilkan. BPPT sedang mengurus sertifikasi penggunaannya agar sesuai dengan standar tersendir.

Kepala BPPT mengatakan, bila dijual, harga Biopeat relatif terjangkau karena diolah dari limbah.

Sementara itu, Kepala Riset PT RSUP yang bekerja sama dengan BPPT, Lilik Qusairi mengatakan Biopeat bukan sekedar pupuk, melain layaknya obat untuk membenahi masalah gambut.

Biopeat mampu meningkatkan kadar pH tanah dari rata-rata 3 hingga 4 menjadi 5.

Ia mengatakan waktu mengolah lahan gambut menjadi lahan siap pakai menggunakan Biopeat juga relatif singkat.

"Hanya dalam 2 minggu, tanaman siap ditanam," kata dia.

Direktur PT RSUP, Tay Ciatung mengatakan pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi baru, agar industrinya bisa bertahan.

Inovasi Biopeat digunakan untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan lahan gambut.

Meski dianggap berhasil, namun Ciatung mengatakan masih mempertimbangkan untuk mengkomersilkan Biopeat.

"Ini kontribusi kami untuk masyarakat, bentuk sosial kami," kata dia. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Kekeringan Lahan Gambut di Dumai

    DUMAI (EKSPOSnews): Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazier Foead menilai kekeringan gambut di Kota Dumai, Riau makin mengkhawatirkan dalam musim kemarau ini, terlebih jelang Asean Games 2018."Harus

  • 4 bulan lalu

    Lahan Gambut di Rokan Hilir Terbakar

    ROKAN HILIR (EKSPOSnews): Seluas 260 hektare lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan dan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau kembali terbakar.Kapolres Rohil AKPB Si

  • 7 bulan lalu

    Memproduktifkan Lahan Gambut di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Areal gambut Sumatera Selatan akan dijadikan lahan ekonomi produktif supaya semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar.Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib As

  • 10 bulan lalu

    RAPP Ditengah Penataan Lahan Gambut di Riau

    Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menemui ribuan buruh sektor kehutanan yang berunjuk rasa di Kota Pekanbaru, Senin.Arsyadjuliandi berjanji akan meneruskan aspirasi para demonstran kepada Kementeri

  • tahun lalu

    Lahan Gambut di Riau Sudah Kritis

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Riau menyebutkan berdasarkan data dari BPS setempat lahan gambut kritis di daerah itu tercatat sebanyak 2,4 juta hektare sedangkan yang masih baik 1,5 juta

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99