Kamis, 22 Agu 2019
  • Home
  • Agribisnis
  • Bea Cukai Aceh Hibahkan Bawang Merah Hasil Penyelundupan

Bea Cukai Aceh Hibahkan Bawang Merah Hasil Penyelundupan

Oleh: marsot
Selasa, 02 Apr 2019 16:16
BAGIKAN:
istimewa.
Bawang merah.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh menghibahkan 20 ton bawang merah hasil penindakan penyeludupan kepada masyarakat prasejahtera di tiga kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Trio Utomo di Banda Aceh, menyatakan bawang merah yang dihibahkan tersebut masih layak dikonsumsi.

"Sebelum dihibahkan, 20 ton bawang merah ini menjalani pemeriksaan Karantina Pertanian. Hasil pemeriksaan, bawang merah ini layak dikonsumsi," kata Trio Utomo, Selasa 2 April 2019.

Masyarakat prasejahtera yang menerima hibah bawang merah hibah tersebut yakni di Kota Banda Aceh, Kota Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar. Penyalurannya melalui pemerintah daerah setempat.

Trio Utomo menjelaskan, hibah bawang merah hasil penindakan itu setelah melalui proses hukum bersama instansi terkait. Bawang tersebut dihibahkan dengan pertimbangan lebih bermanfaat diberikan kepada masyarakat kurang mampu dari pada dimusnahkan.

Hibah sebanyak 20 ton bawang merah itu merupakan barang bukti tindak kejahatan yang diselundupkan dari Malaysia melalui perairan Aceh Timur, Provinsi Aceh akhir Maret 2019.

"Seorang anak buah kapal yang membawa bawang tersebut dijadikan tersangka dan tiga ABK lainnya tidak ditahan dalam kasus penyelundupan bawang merah dari Malaysia," kata Trio Utomo.

Pada Maret lalu, Bea Cukai Kuala Langsa juga menghibahkan 30 ton bawang merah. Bawang merah yang dihibahkan tersebut barang bukti hasil penindakan penyelundupan di perairan Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Pengawasan dam Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa Mochamad Syuhadak mengatakan, bawang merah hibah ini sudah melalui pemeriksaan Stasiun Karantina Pertanian.

Bawang merah hibah merupakan muatan Kapal Motor (KM) Anak Kembar yang ditangkap kapal patroli bea cukai di perairan Aceh Tamiang karena membawa barang impor ilegal pada 11 Maret 2019.

"Kapal tersebut membawa 3.200 karung masing-masing dengan berat 9,5 kilogram atau berat keseluruhan kurang lebih 30 ton. Kerugian negara atas penyelundupan bawang merah tersebut mencapai Rp287,7 juta," sebut Mochamad Syuhadak. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Mengembangkan Bawang Merah di Bangka Tengah

    KOBA (EKSPOSnews): Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Saleh menargetkan seluruh desa di daerah itu membudidayakan tanaman hortikultura jenis bawang merah."Sekarang sudah ra

  • 9 bulan lalu

    Varietas Bawang Merah Gayo

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kabupaten Aceh Tengah akan segera memiliki varietas baru bawang merah untuk dikembangkan di daerah tersebut yakni varietas bawang merah gayo."Alhamdulillah kita akan segera mi

  • 9 bulan lalu

    Bea Cukai Kuala Langsa Gagalkan Penyelundupan Bawang Merah

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Petugas gabungan bea cukai menggagalkan penyeludupan bawang merah dengan berat kurang lebih 13 ton yang diangkut menggunakan kapal dari Malaysia tujuan Teluk Kemiri, Aceh Tami

  • 9 bulan lalu

    Mengembangkan Bawang Merah di Samosir

    MEDAN (EKSPOSnews): Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan dua kelompok tani mengembangkan ekonomi tanaman bawang merah di areal seluas 2,5 hektare di Sigapiton, Ajib

  • 11 bulan lalu

    Lampung Timur Cocok Jadi Sentra Produksi Bawang Merah

    LAMPUNG TIMUR (EKSPOSnews): Kabupaten Lampung Timur memungkinkan menjadi sentra penghasil komoditas pertanian bawang merah menyusul keberhasilan sejumlah petani di Kecamatan Batanghari dengan hasil pa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99