Minggu, 23 Feb 2020

Bagaimana Mengelola Lahan Gambut Siak?

Oleh: alex
Rabu, 30 Jan 2019 18:25
BAGIKAN:
istimewa.
Lahan gambut.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Restorasi Gambut memfasilitasi diskusi kelompok terfokus antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan 17 lembaga swadaya masyarakat lingkungan "Sodagho Siak" dan akademisi dari bidang keilmuan terkait di Jakarta, mengenai pengembangan komoditas ramah gambut dalam program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA).

Diskusi yang antara lain membahas inovasi pengelolaan gambut berbasis hidrologi itu dihadiri oleh Deputi IV Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan, pakar hidrologi Prof Dr Indratmo, ahli pemetaan sosial dan kelembagaan Ashaluddin Jalil, serta pakar keekonomian dan model bisnis komoditas ramah gambut Dr Any Widyatsari. Wakil Bupati Alfedri juga hadir dalam diskusi itu, antara lain memaparkan latar belakang program TORA di Negeri Istana yang selain ditujukan untuk redistribusi lahan juga ditargetkan bisa memperbaiki ekosistem gambut.

"Lahan TORA di Kabupaten Siak berasal dari pelepasan HGU PT Makarya Eka Guna (MEG) seluas 10 ribu hektare. Empat ribu di antaranya sudah disertifikatkan dan dibagi kepada masyarakat," katanya, Rabu 30 Januari 2019.

Ia menjelaskan lahan yang dibagikan tidak boleh ditanami kelapa sawit atau dijual, namun akan akan ditanami dengan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang ramah gambut.

"Untuk menghindari praktik jual beli, sertifikat tersebut dikumpulkan dan akan dijadikan jaminan penyertaan modal," katanya.

Ia mengharapkan masukan dari pakar mengenai pengembangan komoditas ramah gambut di lahan TORA, yang mencakup lahan gambut dengan ketebalan berbeda.

Deputi IV Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan mengatakan diskusi akan ditindaklanjuti dengan pertemuan di lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai program TORA.

Ia mengatakan pengelolaan TORA di lahan gambut Kabupaten Siak memerlukan terobosan agar masyarakat tempatan bisa merasakan manfaatnya, dan merasa nyaman di segala aspek.

"Karena Siak telah ditetapkan sebagai Kabupaten Hijau, maka kita tidak mulai dari nol, sehingga kajian bisa dilakukan lebih cepat dengan bantuan akademisi dan NGO yang tergabung dalam Sogadho Siak" kata Haris.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Mempelajari Pertanian Lahan Gambut di Siak

    SIAK (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Siak, Riau menerima kedatangan 20 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan

  • 10 bulan lalu

    Rusuh di Rutan Siak

    SIAK (EKSPOSnews): Kerusuhan di rumah tahanan kelas II B Siak Sri Indrapura, Riau, hingga hampir seluruh bangunannya dibakar oleh narapidana diduga akibat adanya tindak kekerasan yang dilakukan para p

  • 10 bulan lalu

    Baut Dicuri, Jembatan Siak IV Terpaksa Ditutup

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019 lalu karena

  • 11 bulan lalu

    Jembatan Siak IV Sudah Dibuka untuk Umum

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau Syamsuar menyatakan bahwa Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru sudah bisa digunakan oleh masyarakat.Syamsuar bersama sejumlah pejabat seperti Kepala Dinas Pekerjaan

  • tahun lalu

    Merestorasi Lahan Gambut di Sumsel

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan merestorasi lahan gambut di tujuh kabupaten di provinsi tersebut supaya memiliki nilai ekonomis.Staf khusus Gubernur Sumatera Selatan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99