Jumat, 23 Jun 2017

BLH Sumut Sebaiknya Buka Pencemaran Danau Toba

Oleh: Jallus
Kamis, 08 Jun 2017 05:12
BAGIKAN:
istimewa
Danau Toba.
MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara minta kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara agar menjelaskan mengenai hasil penelitian pencemaran kandungan air Danau Toba untuk dapat diketahui masyarakat secara jelas.

"Hasil penelitian yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumut mengenai Danau Toba harus dipaparkan secara transparan," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, di Medan, Rabu 7 Juni 2017.

Perlunya disampaikan hasil penelitian Danau Toba itu, menurut dia, agar masyarakat dapat mengetahui mengenai pencemaran Danau Toba, sehingga tidak bertanya-tanya lagi apa yang terjadi di kawasan tersebut.

"Selain itu, perusahaan swasta yang melakukan budidaya ikan tawar dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) juga dapat mengetahui kondisi air Danau Toba yang terjadi saat ini," ujar Dana.

Ia menyebutkan, selama ini banyak tanggapan yang beredar bahwa kondisi air Danau Toba itu, cukup jelek dan diduga mengandung bahan kimiawi yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, BLH Provinsi Sumut yang dianggap bertanggung jawab mengenai pencemaran air Danau Toba tersebut perlu mengatasinya dan mencari solusi yang terbaik sehingga tidak menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

"BLH Provinsi Sumut diharapkan secepatnya menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan institusi lingkungan itu, terhadap air Danau Toba yang berada di Kabupaten Simalungun," ucapnya.

Dana mengatakan, setelah keluarnya hasil penelitian air Danau Toba yang dilakukan BLH Provinsi Sumut, dapat diketahui kebijakan yang akan dilakukan Pemerintah terhadap para pengusaha KJA di lokasi tersebut.

Selain itu, apakah Pemerintah akan terus memperpanjang mengenai izin KJA di kawasan Danau Toba atau membatasi keramba yang ada daerah tersebut.Hal ini, seluruhnya tergantung kebijakan Pemerintah.

"Namun, BLH Provinsi Sumut harus lebih dahulu menjelaskan hasil penelitian mengenai pencemaran air Danau Toba tersebut," kata Pemerhati Lingkungan Hidup itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak