Selasa, 26 Mei 2020

Asian Agri Bina Petani Sawit Swadaya

Jumat, 08 Jul 2016 06:08
BAGIKAN:
ist
Pelatihan (ilustrasi)
MEDAN (EKSPOSnews):Asian Agri sudah melakukan pembinaan terhadap petani kelapa sawit di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Kelompok tani pemilik perkebunan sawit swadaya menjadi sasaran binaan mengingat produktivitas tanaman sawitnya masih jauh dari harapan.

Salah satu tujuan pembinaan petani sawit swadaya adalah pembinaan petani, sehingga kualitas dan produktivitas tanaman saawit yang dikelola meningkat.  “Kata kunci adalah menciptakan manfaat bersama,” ujar Pembina  Petani Swadaya Asian Agri Rahmen.

Dia mengakui, tahap awal memang sulit memberikan pengertian dan kerja sama dengan para petani swadaya. Langkah awal, tuturnya, adalah memastikan bahwa tanaman kelapa sawit milik petani tidak berada dalam kawasan hutan dan memiliki legalitas tanah. Setelah mengetahui kondisi tersebut, paparnya, petani harus dihimpun dalam sebuah lembaga atau koperasi. Selanjutnya, petani yang tergabung dalam lembaga tersebut harus mengajukan permohonan kepada Asian Agri.

Lalu, tambah dia, Asian Agri melakukan verifikasi dan sosialisasi terhadap anggota kelompok tani. Kalau sudah tahap ini, lanjut dia, kerja sama dilakukan dengan meneken memorandum saling pengertian antara Asian Agri dan kelompok tani. Seterusnya membuka delivery order dan melakukan pembinaan.

Kelompok tani , kata Rahmen, mendapat keuntungan berupa kepastian pasar, peningkatan produksi dan kualitas buah sawit, serta menghemat biaya. Sedangkan buat Asian Agri, lanjutnya, keterjaminan pasok buah sawit dan menjalankan program corporate social responsibility (CSR).

Dia mencontohkan pembinaan petani sawit di Negeri Lama, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Asian Agri, jelasnya, melakukan perbaikan jalan, pencucian parit, perbaikan jembatan, pembangunan balai pertemuan petani swadaya, pengadaan pupuk dan pembelian bibit berkualitas.

Kedepan, kata dia, pembinaan petani sawit swadaya ini  menjadi  model mengingat petani sawit di Indonesia relatif besar. Lantas, kata Rahmen, sebagian besar (42 persen dari 3,7 juta hektare areal petani swadaya) perkebunan sawit rakyat sudah tua dan memerlukan dana peremajaan .”Bagaimana menyiapkan modal dan sistem pengembaliannya dengan bunga terjangkau, sehingga tidak memberatkan para petani swadaya,” ujarnya. (em)


  Berita Terkait
  • tahun lalu

    PTPN III Salurkan Dana Kemitraan dan Bina Lingkungan

    MEDAN (EKSPOSnews): Program peduli masyarakat dan lingkungan terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero) dengan mengucurkan Dana Kemitraan dan bantuan Bina Lingkungan kepada masyarakat Sumatera Utar

  • tahun lalu

    Membina Anak Terlantar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Sosial Sumatera Selatan mengajak relawan dari yayasan sosial meningkatkan kegiatan pembinaan terhadap anak terlantar atau anak-anak yang memiliki masalah sosial."Pembinaa

  • tahun lalu

    83 Siswa Binaan PTPN IV Diterima di PTN

    MEDAN (EKSPOSnews): Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni sangat bangga dan bahagia, atas diterimanya 83 siswa/i yang selama ini menerima program Bina Lingkungan PTPN IV berupa Bimbingan Belajar (bimbel) g

  • tahun lalu

    PTPN IV Peduli Lingkungan, Telah Salurkan Rp344,7 miliar

    MEDAN (EKSPOSnews): Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar, PTPN IV kembali melaksanakan program  Corporate Social Responsibility_ (CSR).Bantuan program CSR kali ini diberikan

  • tahun lalu

    PTPN III Salurkan Bantuan Bina Lingkungan

    MEDAN (EKSPOSnews): BUMN Hadir Untuk Negeri tidak hanya menjadi slogan bagi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), hal ini terbukti dengan program program peduli masyarakat dan lingkungan yang terus

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99